Pengelolaan Home Industri Kue “Annisa Cakes” Tebing Tinggi Provinsi Jambi Dimasa Pandemi Covid-19



Rabu, 09 September 2020 - 18:55:02 WIB



Tiara Oktariyani
Tiara Oktariyani

Oleh: Tiara Oktariyani*


Home industri adalah rumah usaha produk barang atau juga skala mikro dengan jumlah tenaga kerja satu sampai empat orang serta memiliki modal yang terbatas. Salah satu usaha home industri yang banyak diminati adalah usaha kue rumahan, namun adanya pandemi virus corona seperti saat ini membuat para pelaku usaha kue rumahan sangat mengeluhkan terhadap hasil penjualan mereka karena adanya peraturan social distancing yang membuat para konsumen harus berdiam diri dirumah hingga pandemi berakhir.

Industri rumahan sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam dunia usaha dan sebagai usaha ekonomi rakyat yang memiliki potensi dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan serta dapat meningkatkan perekonomian nasional dengan tidak mengesampingkan demokrasi ekonomi yang ada di Indonesia. Industri kecil atau industri rumah tangga yang saat ini berkembang cukup pesat di Indonesia, sehingga keberadaan industri tersebut dapat membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. Usaha kue rumahan sangat mudah untuk dikembangkan karena termasuk jenis makanan yang mudah diterima kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dan para orang tua. Pada artikel ini, akan dikaji salah satu usaha home industri dikecamatan tebing tinggi provinsi jambi yakni "Anissa Cakes".

Alasan penulis memilih usaha "Anissa cakes" ini karena merupakan salah satu jenis makanan yang banyak diminati oleh kalangan masyarakat, selain itu, bahan-bahan untuk membuat kue ini pun sangat mudah diperoleh, proses pembuatan kue ini pun cukup mudah serta modal yang dibutuhkan tidak begitu banyak namun mampu memberikan keuntungan yang besar. Sehingga modal yang dikeluarkan dapat kembali dengan cepat untuk proses produksinya pun tidak terlalu sulit.

Dengan adanya pandemi virus corona seperti saat ini membuat para pelaku usaha kue rumahan sangat mengeluhkan terhadap hasil penjualan mereka karena adanya peraturan social distancing yang membuat para konsumen harus tetap berdiam diri dirumah hingga pandemi berakhir. Melalui artikel ini, penulis ingin mengkaji seberapa besar pengaruh pandemi virus corona terhadap perkembangan usaha kue rumahan Anissa Cakes dimasa sulit seperti ini.

Untuk mengkaji lebih jauh dampak pandemic terhadap eksistensi Industri Toko Kue Rumahan ini, penulis melakukan kunjungan lapang dan wawancara dengan pemilik unit usaha toko kue “Annisa Cakes” yang beralamat di komplek perumahan rakyat karyawan PT.Lontar Pappyrus Kecamatan Tebing Tinggi, Provinsi Jambi dengan narasumber pemilik usaha toko kue Ibu Annisa Dainty.

Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada tanggal 25-27 Agustus 2020. Beberapa kegiatan wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi yang ingin digali penulis terkait bisnis proses, kendala serta tantangan dalam pengembangan usaha ini terutama dimasa pandemi virus corona seperti saat ini.

Toko kue annisa berdiri pada tahun 2014 dengan pemilik usaha Ibu Annisa Dainty, dia mulai menidirikan usaha ini karena hobinya yang gemar memasak, mulanya ia hanya membuat kue untuk makanan keluarganya saja dan membagikannya kepada tetangganya. setelah itu mulai ada tetangga yang tertarik dengan kuenya, lalu memesan kuenya dan ibu Anissa hanya menerima pesanan seadanya saja karena modal dan perlengkapan untuk membuat kue yang masih terbatas pada saat itu.

Seiring dengan berjalannya waktu ia mulai merintis usaha toko kuenya pesanan kue pun datang silih berganti banyak sekali peminat kue yang berdatangan hingga saat ini bisa diperkiraan perhari ia ibu anisa memproduksi 5-10 loyang kue, yang dulunya hanya memproduksi 1-3 loyang saja perhari. Pendapatan pertama kali ibu Anisa dalam merintis usahanya kisaran Rp. 100.000 perhari tetapi seiring berjalannya waktu pendapatan ibu Anisa mulai meningkat ia bisa mendapatkan Rp. 200.000 - 400.000 perharinya. Ibu Annisa memasarkan kuenya memalaui media online seperti facebook, Instagram, Whatshapp dan bisa langsung datang ke tokonya.

Tetapi ketika wabah penyakit covid-19 melanda negara Indonesia dan mempengaruhi perekonomian Indonesia, usaha toko kue ibu anissa pun ikut berpengaruh terhadap dampaknya pendapatan yang ia peroleh menurun dratis dan pesanan kue pun semakin sedikit pembelinya, yang dulunya ia bisa memproduksi 5-10 loyang tetapi ketika adanya wabah covid-19 ia hanya bisa memproduksi 1-4 loyang saja perhari, dan inilah tantangan terbesar ibu anisa dalam mengembangkan usahanya walaupun masih dalam dampak wabah penyakit covid-19.

Hal ini tentu saja menyebabkan kerugian yang menimpa usahanya, tetapi ibu anisa tetap bertahan dalam mengembangkan usahanya dia membuat strategi dengan pembelian kue bisa mendapatkan diskon lalu diantar hingga alamatnya (delievery). Ternyata strategi ini membuat usaha ibu Anisa perlahan mulai bangkit lagi seperti semula walaupun pendapatannya tidak sama seperti biasa tetapi bisa membuat toko kuenya tetap bertahan dalam keadaan covid-19 ini. Wabah covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap segala aspek perekonomian dan inilah tantangan tersebesar kita agar bisa tetap bertahan dan kembangkan segala stategi agar usaha yng kita miliki tetap berkembang dan pendapatan kita pun bisa kembali seperti biasa.(*)

 


Penulis adalah: Mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Prodi Ekonomi Syariah*



Artikel Rekomendasi