Perlunya Menentukan Strategi Pemasaran Produk Perbankan Syari’ah



Rabu, 09 September 2020 - 18:52:40 WIB



Desi mailisa
Desi mailisa

Oleh: Desi mailisa*

 

 

Sejarah Singkat Perbankan Syariah

Awal mula kegiatan bank syariah yang pertama kali dilakukan adalah di Pakistan dan Malaysia sekitar tahun 1940-an kemudian di mesir pada tahun 1963 berdiri Islamic rural bank di desa it ghamr bank. Bank ini dilakukan dalam skala kecil terutama dilakukan dipedesaan.

Salah satu pelopor utama dalam melaksanakan sistem perbankan syariah secara nasional adalah Pakistan.  Pemerintah Pakistan mengkonverrsi seluruh sistem perbankan di Negaranya  pada tahun 1985 menjadi sistem perbankan syariah. Sebelumnya pada tahun 1979 beberapa institusi keuangan terbesar di Pakistan telah menghapus sistem bunga dan mulai tahun itu juga pemerintah Pakistan mensosialisasikan pinjaman tanpa bunga, terutama kepada petani dan nelayan.

Sedangkan kehadiran perbankan syariah diindonesia dibilang cukup baru, meskipun masyarakat diindonesia mayoritas beragama muslim. Bank syariah diindonesia pertama kali didirikan oleh majelis ulama indonesia (MUI) pada 18-20 agustus 1990. Sedangkan bank syariah digunakan sebagai alat ekonomi yang berbasis syariah.

Bank syariah pertama di Indonesia merupakan hasil kerja tim perbanksan MUI , yaitu dengan terbentuknya PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang akte pendiriannya ditanda tangani pada tanggal 1november 1991.

Perbankan syariah kini mulai meluas dimana dibeberapa bank konvensional telah memiliki bank syariahnya sendiri, mengapa perbankan syariah harus terus diminati? Kareena didalam perbankan syariah mengunakan system akad dan bagi hasil jadi dialam bank syriah kita tidak akan merasa begitu rugi.

Produk produk yang ditawarkanpun begitu menarik, disini system yang digunakan oleh bank syariah yaitu sesuai dengan syariat islam dan berpadoman pada al-quran dan hadist. Didalam bank syariah dan bank konvensional yang membedakan iyalah terdapat pada akad dan bagi hasilnya.

Didalam perbankan syariah kita juga harus memiliki strategi agar konsumen akan terus tertarik terhadap produk bank syariah dan percaya akan bank syariah yang utamakan system bagi hasilnya. Dalam Menyusun strategi kita diharapkan memiliki wawasan agar strategi yang kita buat mendapat nilai baik dan berefek terhadap perusahaan.

Tujuan utama didirikan perbankan syariah adalah untuk menjaring nasabah yang beragama islam untuk menabung dan menjadi konsumen tetap dengan ditawarkan berbagai produk terbaiknya. Disini karyawan bank ditutun harus bisa menawarkan produk dan menjelaskan manfaat ada bank syariah ini.

Adapun tujuan adanya strategi permasaran produk bank syariah yaitu untuk meminalisisrkan adanya kegagalan dan semua bisa berjalan dengan sesuai target diawal berdirinya perbankan syariah  yaitu untuk menjaring nasabah yang berdomisi islami.

Baiklah disini saya akan menjelaskan beberapa strategi dalam pemasaran produk perbankan syariah yang dapat menunjang perusahan menjadi lebih efektif dalam menjalani targetnya.

Strategi Pemasaran Produk Perbankan Syariah

Pemasaran bank syariah

Didalam perbankan syariah juga dibutuhkan suatu pemasaran agar nasabah menjadi tau apasaja produk yang terdapat pada perbankan syariah dan mereka menjadi tertarik terhadap produk yang ditawarkan dan berlanjut dengan menginvestasikan harta kedalam bank syariah dengan mengunakan akad yang ada didalam bank tersebut.

Tanpa adanya kegiatan pemasaran jangan diharapkan konsumen akan tertarik dan mengetahui kelebihan apa yang ada didalam produk yang ditawarkan dalam bank syariah tersebut. Dalam hal ini kita harus melakuakn suatu riset terhadap masyarakat agar kita mengetahui apa saja kebutuhan dan keinginan yang diperlukan oleh nasabah.

Tujuan pemasaran bank syariah

Adapun tujuan pemasaran bank syariah baik dalam jangka pendek maupun jangka Panjang. Dalam jangka pendek hanya bersifat sementara dan juga dilakukan sebagai Langkah untuk mencapai tujuan jangka Panjang. Demikian pula dalam menjalankan suatu kegiatan pemasaran suatu bank memiliki kepentingan dan tujuan mencapai tujuan yang diharapkan.

secara umum tujuan pemasaran bank syariah.

Memaksimumkan konsumsi, atau dengan kata lain memudahkan dan merangsang konsumsi sehingga dapat menarik nasabah untuk membeli produk yang ditawarkan bank secara berulang-ulang.

Memaksimumkan kepuasan pelanggan melalui berbagai pelayanan yang diinginkan nasabah. Nasabah yang puas akan menjadi ujung tombak pemasaran selanjutnya, karena kepuasan ini akan ditularkan kepada nasabah lainnya melalui ceritanya (personal selling).

Memaksimumkan pilihan ragam produk dalam arti bank menyediakan berbagai jenis produk bank sehingga nasabah memiliki beragam pilihan pula.

Memaksimumkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan kepada nasabah dan menciptakan iklim yang efisien.

Dalam suatu bank kita juga harus mengetahui titik kepuasan pelanggan terhadap perbankan seperti apa:

Tangibles

Merupakan bukti fisik yang harus dimiliki oleh karyawan bank seperti gedung, perlengkapan kantor, daya tarik karyawan, sarana komunikasi dan lain-lainnya. Bukti fisik ini terlihat langsung oleh nasabah. Oleh karena itu, bukti fisik ini harus menarik dan modern.

Responsivitas

Yaitu adanya keinginan dan kemauan karyawan bank dalam memberiakn pelayanan kepada pelanggan. Tugas utama karyawan  adalah meberi pelayanan kepada nasabah sebaik-baik mungkin.

Assurance

Adanya jaminan bahwa karyawan memiliki pengetahuan, kompetensi, kesopanan dan sifat yang dapat dipercaya. Karyawan tidak hanya dituntut untuk memiliki wawasan luas tetapi memiliki sikap yang baik.

Reliabilitas

Yaitu kemampuan bank dalam memberikan pelayanan yang telah dijanjikan dengan cepat, akurat, serta memuaskan pelanggannya. Didalam mejalankan pekerjaan diterutama dalam bank syariah kita dituntut untuk memberi pelayanan yang terbaik agar nasabah merasa puas terhadap pelayanan yang tersedia dalam bank syariah.

Empati

Yaitu mampu memberiakn kemudahan serta menjalin hubungan dengan nasabah secara efektif. Ketika kita memiliki rasa respeck yang cukup tinggi terhadap nasabah dan bersikap royal nasabah akan merasa senang terhadap prilaku yang kita tunjukan.

Langkah awal dalam menentukan strategi pemasaran produk.

Strategi merupakan pendekatan (approach) secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan ide atau gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Strategi yang baik terletak pada koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengindetifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan ide atau gagasan secara rasional, efisien dan efektif.  Menurut Muhammad, bahwa untuk menentukan strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh pemasar agar tepat dalam pecampaian tujuan, diperlukan mengetahui sasaran yang dituju, yaitu dengan mengetahui dan mengukur kemampuan dan kelemahan Bank Syariah untuk mendapatkan peluang dan meminimalisir ancaman,

Pertama kita harus mengetahui dan memahami kemauan masyarakat terutama dalam bidang bank sebisa mungkin kita menawarkan produk dengan manfaat yang baik.

Kedua kita harus bisa memperkenalkan produk kita terhadap nasabah, disini kita dituntut untuk membuat nasabah menarik terhadap produk yang kita tawarkan.

Ketiga kita harus menjelaskan bahwasannya sedikit minim dan menimalisirkan kerugian nasabah dimana system yang digunakan sesuai syariat.

Strategi kebutuhan primer

Ada dua pendekatan strategi yang mendasar untuk merangsang kebutuhan primer, yaitu meningkatkan jumlah pemakai dan menaikan jumlah pembeli. Meningkatkan jumlah pemakai yaitu untuk meningkatkan jumlah pemakai perusahaan harus memperbesar kesediaan pelanggan untuk membeli kemampuan mereka untuk membeli produk atau jasa Menaikkan jumlah pembelian yaitu jika manajer tertarik untuk mendapatkan pertumbuhan yang lebih cepat dalam pasar yang lesu tetapi sudah matang, strategi pemasaran dapat ditujukan kearah peningkatan kesediaan untuk lebih sering atau banyak.

Strategi kebutuhan selektif

Menurut Gultinan dan Gordon (1990) dirancang untuk memperbaiki posisi persaingan suatu produk, jasa dan bisnis.

Konsentrasi dasar dari strategi ini adalah pada bagian pasar, karena peroleh penjualan diharapkan akan datang dengan mengorbankan bentuk produk atau kelas produk persaingan. Strategi selektif dapat dicapai dengan mempertahankan pelanggan lama atau dengan menjaring pelanggan baru.

Jika penjualan industri tumbuh dengan lambat namun berdekatan dengan potensi pasar, manajer yang ingin membina hanya dapat melakukan dengan merebut pelanggan dari pesaing. Namun jika tingkat pertumbuhan industri tinggi, penjualan dan bagian pasar juga dapat ditingkatkan dengan menjaring pelanggan yang mempunyai kemampuan dan kesediaan

Strategi yang diterapkan dalam perbankan syariah.

Pertama, penawaran berbagai produk perbankan syariah. Salah satu strategi yang dilakukan sama dengan bank konvensional, yaitu menawarkan berbagai produk perbankan, tetapi dengan prinsip syariah. Sebagai contoh, kredit perumahan rakyat dengan sistem bagi hasil, tabungan dengan berbagai nama dan jenis, kredit pembiayaan, dan lain sebagainya. Semua produk tersebut dipasarkan dengan prinsip syariah, yaitu tanpa bunga bank dan sebagai gantinya memakai sistem bagi hasil yang lebih aman dan menentamkan.

Kedua, jaminan keamanan. Semua nasabah pasti sangat menginginkan jaminan keamanan dalam penyimpanan dananya di sebuah bank. Begitu juga yang diterapkan oleh bank syariah yang sudah pasti menjamin keamanan semua dana yang disimpan oleh nasabah dalam berbagai produk perbankan syariah yang dipilih. Dengan begitu, nasabah akan lebih percaya akan bank syariah karena kenyamanan dan keamanan dalam menyimpan uang tidak kalah dengan bank konvensional.

Ketiga, nuansa Islami. Berbeda dengan bank konvensional, sebuah bank dengan prinsip syariah akan selalu berbalut dengan nuansa Islami. Hal itu dikarenakan sejak awal prinsip syariah dipilih, mau tidak mau harus menerapkan cara dan pelaksanaan yang lebih Islami dalam setiap aktivitas perbankan. Baik yang dilakukan oleh semua karyawan bank, serta prinsip perbankan yang dianut. Sebagai contoh, semua karyawati bank syariah diharuskan untuk memakai jilbab sebagai penutup kepala. Otomatis semua yang bekerja di bank syariah memang beragama Islam karena memang prinsip syariah hanya diajarkan dalam agama Islam. Hal seperti ini bisa menjadi daya tarik bagi nasabah untuk menyimpan dananya di bank syariah.

Produk atau fitur seperti itulah yang harus dicontoh oleh sebuah bank syariah. Oleh karena itu, hampir semua bank syariah sudah menerapkan e-banking agar dapat dimanfaatkan oleh para nasabahnya. Hal semacam itu bisa dijadikan sebagai daya tarik dan daya saing bagi bank syariah di tengah kompetisi perbankan nasional yang telah berlangsung saat ini. Dengan begitu, bank syariah dapat menjaring lebih banyak nasabah, sehingga prinsip perbankan syariah dapat disebarluaskan di tengah-tengah masyarakat. Itulah sedikit tulisan dan informasi mengenai strategi pemasaran bank syariah.(*)

 

Penulis adalah: Mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Prodi Ekonomi Syariah*



Artikel Rekomendasi