Rumah Super Mewah dan SPBU Hadir Sebagai Bangunan "Monumental" Kota Sungai Penuh



Sabtu, 15 Desember 2018 - 06:08:06 WIB



Fesdiamon
Fesdiamon

Oleh :FESDIAMON*

SAYA ingin mengawali tulisan ini dengan ungkapan yang sering kita dengar: "Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meningggalkan nama". Ungkapan ini jelas memiliki makna yang luas serta kaya akan nilai. Ungkapan ini tidak hanya berlaku bagi kita sebagai individu manusia, namun lebih dari itu, ungkapan ini berlaku bagi kita sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi ini, yang tentu akan meninggalkan ukiran sejarah kepemimpinannya untuk dipertanggungjawabkan serta diwarisi oleh anak cucu kita.

Ungkapan di atas, juga berlaku dalam konteks kepemimpinan di Republik ini. Baik pemimpin sekelas presiden, gubernur, bupati/walikota, camat, lurah dan sebagainya. Semua bentuk kepemimpinan tersebut, hendaknya dapat meninggalkan suatu karya yang setidaknya dapat dijadikan kebanggaan orang banyak, sehingga orang dapat mengenang sosok yang pernah memimpin mereka. Kenangan tersebut, kalau dalam bentuk bangunan fisik, bisa kita sebut sebagai bangunan monumental. Bangunan Monumental ini sifatnya adalah dari tidak ada menjadi ada. Dapat menjadi kebanggaan semua golongan, suku, dan ras yang ada pada suatu daerah. Sehingga bangunan ini benar-benar dimiliki oleh semua lapisan masyarakat.

Saya contohkan bangunan monumental yang ada di Republik ini. Pada zaman Bung Karno, beliau banyak meninggalkan bangunan monumental, yang hingga saat ini masih kita banggakan. Misalnya, Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas. Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Soekarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Monas juga dibangun sebagi simbol kemegahan bangsa Indonesia.

Selain Monas, masih ada bangunan monumental lainnya yang dibangun pada zaman Presiden Soekarno: Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karono, Patung Dirgantara, dan lain sebagainya.

Pertanyaan kita, untuk apa Bung Karno membangun semua itu di saat rakyat masih banyak yang kelaparan pada saat itu? Saya menilai, ini semua dilakukan Bung Karno demi membangun karakter bangsa, agar tidak minder dengan bangsa lain, serta dapat diwarisi oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya itu, bangunan monumental yang dibangun Bung Karno ternyata memiliki dampak politis. Dengan adanya bangunan monumental tersebut, nama Bung Karno di Republik ini menjadi mustahil untuk dihilangkan. Meskipun ada upaya menghilangkan pengaruh nama Bung Karno pada zaman Orde Baru. Namun, nama beliau tetap berdiri kokoh di Republik ini. Salah satu faktornya adalah banyaknya bangunan monumental yang dibangun oleh Bung Karno ketika menjadi presiden. Bung Karno telah berhasil meninggalkan namanya untuk Indonesia.

Itu tadi beberapa contoh bangunan monumental yang dibangun oleh Presiden. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa, membangun bangunan monumental sangatlah penting bagi seorang pemimpin. Mari kita lihat para pemangku kekuasan kita hari ini, adakah mereka memikirkan soal bangunan monumental, yang kelak akan menjadi monumen untuk mengenang kepemimpinan mereka.

Sekarang mari kita lihat, apa bangunan monumental yamg ada di Jambi. Kita lihat saja pada zaman Gubernur Hasan Basri Agus (HBA). Meskipun hanya lima tahun menjadi Gubernur Jambi, beliau telah berhasil membuat bangunan monumental yang hingga saat ini masih dinikmati masyarakat. Bangunan apakah itu? Itulah jembatan pedestarian atau Jambatan Gentala Arsy. Jembatan ini diperuntukan bagi pejalan kaki. Dibangun di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi membentang sepanjang 530 meter, yang melintasi Sungai Batang Hari dengan lebar 4,5 meter, serta dibangun dengan konstruksi yang elok dipandang mata.

Jembatan ini sekarang ramai dikunjungi orang. Serta menjadi kebanggaan masyarakat Jambi, khususnya masyarakat Kota Jambi. Meskipun HBA tidak lagi menjadi Gubernur Jambi. Namun, setiap melihat Jembatan Gentala Arsy, masyarakat akan teringat dengan figur HBA. Karena Jembatan ini dulunya tidak ada, pada zaman HBA-lah baru jembatan ini ada. Maka tidak berlebihan kita sebut bahwa Jembatan Gentala Arsy adalah bangunan monumental HBA.

Lain di Jambi, lain pula di Sungai Penuh. Sampai saat ini, di Sungai Penuh menurut kami belum terlihat adanya bangunan monumental yang bisa dibanggakan oleh masyarakat Sungai Penuh. Padahal, Asafri Jaya Bakri (AJB) telah dua peride memimpin kota ini sebagai Wali Kota. Ironinya lagi, yang terlihat selama dua periode kepemimpinan AJB adalah dibangunnya sebuah rumah super mewah dan SPBU di Kecamatan Tanah Kampung, yang merupakan kampung asal AJB.

Kita tidak dapat memastikan apakah rumah super mewah dan SPBU itu milik AJB atau tidak. Yang jelas, sebelum AJB jadi Wali Kota Sungai Penuh, rumah super mewah dan SPBU itu belum ada. Rumah Super Mewah dan SPBU itu ada, setelah AJB memimpin Kota Sungai Penuh. Kalau begitu, apakah pantas, kita sebut rumah super mewah dan SPBU itu sebagi bangunan monumentalnya AJB selama menjadi Wali Kota Sungai Penuh?

Kota Sungai Penuh adalah Kota hasil Pemekaran Kabupaten Kerinci. Kota ini dibentuk pada tahun 2008, dengan UU 25 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh. Sejak dibentuk, hingga saat ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh bahkan belum memiliki Rumah Dinas. Sementara ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, setahu saya, ngontrak rumah untuk dijadikan rumah dinas. Tidak hanya itu, bahkan rumah dinas Ketua DPRD Kota Sungai Penuh pun kita tidak tahu di mana. Kadang-kadang masyarakat ingin bertemu untuk menyampaikan keluh kesah kepada Ketua DPRD. Namun, masyarakat bingung, harus kemana menemuinya.

Saya tidak habis pikir mengapa Kota Sungai Penuh ini tidak seperti daerah lain. Setidaknya untuk bangunan vital seperti Rumah Dinas Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD dan pejabat lainnya sudah harus ada di Sungai Penuh ini. Jangan selalu menjadikan persoalan aset dengan Kabupaten Kerinci, sebagai alasan untuk tidak membangun Kota ini. Ini alasan yang sudah tidak bisa masuk akal lagi.

Dengan keadaan pembangunan seperti ini, wajar kiranya saya menyampaikan bahwa pembangunan yang tampak di Sungai Penuh ini, hanyalah rumah super mewah dan SPBU. Sebelumnya tidak ada, sekarang ada. Meskipun nilainya tak seperti Jembatan Gentala Arsy apalagi Gelora Bung Karno. Namun, apa daya, itulah kenyataanya. Bisakah itu kita sebut sebagai bangunan monumental AJB? Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dan para pemimpin kita. Amin.

*Alumnus HMI
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Unja










loading...










#DEBAT KANDIDAT PILWAKO #BAKSO TARSYID #SIDANG SUPRIYONO #PLN #DEBAT PILWAKO 1 #ZOLA DIPERIKSA KPK #BATU BARA #VONIS KETOK PALU #ZUMI ZOLA TERSANGKA #SAROLANGUN #MUARO JAMBI #MERANGIN #Miss Indonesia 2019 #Nenek Zumi Zola Meninggal #BUNGO #BERITA JAMBI #BATANGHARI #cawagub fachrori #caleg PBB Jambi mundur #ZUMI ZOLA #LHKPN #KOTA JAMBI #KERINCI #korem 042/gapu #Kemas Faried #Fachrori Rombak Pejabat #danrem 042 Gapu #SUNGAI PENUH #SUAP KETOK PALU #surat suara Jambi #abdul Fattah meninggal #PRABOWO KE JAMBI #Pemberhentian Zumi Zola #TEBO #TANJABTIMUR #TANJABBARAT #TMMD Kerinci #TABLOID INDONESIA BAROKAH #Rocky Gerung #relawan demokrasi #REKI #Edi Purwanto #UIN STS Jambi #Pelecehan seksual #bawaslu provinsi jambi #Debat Pilpres 4 #Pahlawan nasional #Raden Mattaher #Partai Berkarya #KKI WARSI #pohon asuh #Edi Purwanto #iin inawati #Jambi masa lalu #Sejarah jambi #Musri Nauli #angin kencang Bungo #Kantor Pos Bungo Diterjang Angin #Syaihu ke PTUN #Demo UINS STS Jambi #Pelecehan seksual #Penyelundupan Lobster #Lobster Jambi #masa tenang #money politic #BAWASLU KOTA JAMBI #SYARIF FASHA #FACHRORI UMAR #HASIL PILPRES 2019 #HASIL PILEG 2019 #17 April 2019 #Minyak ilegal #Polda Jambi #KPPS Dipecat #PEMILU 2019 #LOGISTIK PEMILU 2019 #KPU PROVINSI JAMBI #Caleg Gerindra Ditangkap di Sungaipenuh #Mualaf Center Indonesia #kotak suara rusak #Hasil Pileg Tanjabbar #KPPS Meninggal Dunia #Pembakaran Kotak Suara #Prediksi Kursi di Provinsi Jambi #Pleno Rekapitulasi Suara #Harga Bawang putih #PLENO KPU PROVINSI JAMBI #Sutan Adil Hendra #SIDANG PELANGGARAN BAWASLU #Ketua DPRD Kota Jambi #Kemendagri #Samsat Jambi #Ratu Munawarrah #PIlgub Jambi #Anggota DPRD pindah parpol #DPRD Sungai Penuh #aksi Mahasiswa Jambi #GUGATAN PARPOL DI MK #Polda Jambi