Untuk Masa Depan Jambi, Jangan Ceroboh Memilih Caleg



Minggu, 02 Desember 2018 - 22:39:12 WIB



Oleh: Andri Ode

 

Kualitas Pemilu 2019 mendatang sangat tergantung pada kualitas elit politik dan para caleg yang akan berkompetisi. Jika mereka benar-benar komitmen memperjuangkan dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan segala-galanya, termasuk kepentingan golongan, kelompok maupun kepentingan partainya sendiri, insya Allah Pemilu Damai dan Berkualitas akan terwujud. Namun bila sebaliknya, maka ini pertanda kemunduran dunia perpolitikan negeri ini.

Maka, untuk mewujudkan harapan di atas, kita berharap kandidat-kandidat yang punya kompetensilah yang akan muncul dan bersaing untuk memperjuangkan suara-suara rakyat.

Untuk menentukan sebuah pilihan politik pada pemilu, kita tidak hanya bisa berlandaskan informasi dan pertimbangan dari kuping ke kuping. Mulai dari black campaign, isu sara, propaganda serta fitnah yang diduga kuat sengaja disebarkan oleh beberapa oknum elit politik. Hal seperti inilah yang menjadikan masyarakat salah pilih  karena dalam memilih tidak berdasarkan pada argumentasi yang tepat.

Satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa kualitas pribadi caleglah yang harus menjadi penilaian utama kita, bukan hanya popularitas. Sebab dari pengalaman beberapa pemilu lalu banyak anggota legislatif memiliki tingkat keterkenalan yang tinggi, namun saat bekerja nihil hasilnya.

Hal itu disebabkan karena pada saat memilih kita tidak memiliki acuan jelas untuk memilih caleg yang berkualitas, sehingga pada saat kita menagih realisasi dari janji-janji mereka saat kampanye, politisi terkait tidak mampu merealisasikannya.

Untuk memilih caleg yang berkualitas, paling tidak kita memiliki beberapa kriteria penilaian secara umum, yaitu mandiri dalam berpikir, memiliki kepedulian sosial dan kuat secara keimanan.

 

Mandiri dalam berpikir (mencukupi syarat-syarat intelektual)

Hal yang bersifat prinsipil seperti ini tak boleh kita lupakan begitu saja, caleg harus memiliki  gagasan keilmuan dan wawasan serta bisa dipertanggungjawabkan secara total. Kemampuan ini tidak hanya dibuktikan dengan selembar ijazah atau gelar yang berderet panjang di depan atau di belakang namanya, tapi gelar panjang lebar itu harus berdampak kepada kesejahteraan masyarakat. Untuk apa punya gelar panjang lebar tapi tetangga di samping rumah kelaparan.

Karena banyak di negeri ini terutama provinsi Jambi yang bergelar dan berijazah namun kualitas berpikirnya dipertanyakan. Pendidikan tinggi memang membantu memiliki kematangan integritas intelektual. Indikatornya adalah mampu bijak dalam menentukan solusi dalam kesenjangan sosial dengan cepat dengan tidak mengorbankan golongan tertentu.

Kualitas intelektual caleg bisa dilihat ketika dia berpidato/kampanye. Apakah bahasanya baik dan berbobot, bisa menulis gagasan serta mau mendengarkan keluhan warga dan mencari jalan keluar ? 

Kualitas intelektual ini nantinya akan menjadi modal awal dalam menjalankan tugas dan wewenang sebagai anggota legislatif untuk membuat peraturan daerah, pengawasan terhadap eksekutif dan menyusun anggaran. Bagaimana mungkin seorang dewan perwakilan rakyat bisa bekerja sesuai tugasnya jika para anggota dewan tersebut tidak bisa menulis, menyampaikan gagasan dan memperjuangkan aspirasi rakyat di gedung parlemen.

Jika poin ini kita abaikan, maka akan berdampak pada pada output kebijakan dan produk hukum yang tidak pro rakyat, banyak masalah publik yang terabaikan, dan anggaran yang tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Padahal di sisi lain, pihak eksekutif sudah terdidik dan terlatih dalam membuat kebijakan publik. Sementara anggota Dewan setiap periode pasti ada wajah baru yang tampil dengan kemampuan yang beragam.

 

Kepedulian Sosial

Kriteria ini dapat kita ukur mulai dari sebelum ditetapkan sebagai caleg sampai setelah usai pesta demokrasi. Bagi mereka yang menunjukkan kepeduliannya hanya pada saat momen politik saja, maka itu adalah pencitraan, yang tidak akan menyentuh permasalahan masyarakat.

Apakah sebelum dan selama menjadi anggota Dewan tetap merakyat? Memperjuangkan kepentingan umum atau tidak? Jika tidak, maka dia bukan pejuang sejati tetapi seorang oportunis. Dengan kata lain, adalah sia-sia jika kita harus memilih kembali anggota Dewan atau caleg yang seperti itu.

 

Kuat secara keimanan

Kriteria Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa harusnya menjadi variabel yang terukur, tidak hanya sekadar bukti fisik Kartu Tanda Penduduk yang menunjukkan bahwa dia warga negara yang beragama.

Bentuk lain dari bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, masyarakat dan lingkungan kerjanya selama ini. Kejujuran, keberanian membela yang benar, mengajak dan mengajarkan kebenaran, menegur dan mencegah kejahatan. Dengan sikap ini kita yakin seorang caleg akan konsisten memperjuangkan kebenaran untuk kesejahteraan masyarakat.

Apakah prilaku caleg nanti masih sama seperti pada pemilu sebelumnya? Jika caleg belum siap mengubah dirinya,lebih baik membantu peningkatan kesejahteraan rakyat lewat ranah lain saja, separti membantu para petani mencangkul di kebun atau berjualan di pasar tradisional. Jangan sampai ketidakmampuan personal ini merusak dan meracuni sistem demokrasi.

Lewat tulisan ini, mari sama-sama kita ajak seluruh masyarakat Indonesia, Jambi utamanya, agar memanfaatkan kesempatan pemilu mendatang dengan memilih caleg yang betul-betul memiliki kapabilitas dan integritas yang tidak diragukan.

Mari kita renungkan sejenak, jika kita salah dalam pilihan, seperti apa kondisi Jambi dalam lima tahun ke depan? Apakah kita ingin merencanakan skenario penghancuran ?(*)










loading...










#DEBAT KANDIDAT PILWAKO #BAKSO TARSYID #SIDANG SUPRIYONO #PLN #DEBAT PILWAKO 1 #ZOLA DIPERIKSA KPK #BATU BARA #VONIS KETOK PALU #ZUMI ZOLA TERSANGKA #SAROLANGUN #MUARO JAMBI #MERANGIN #Miss Indonesia 2019 #Nenek Zumi Zola Meninggal #BUNGO #BERITA JAMBI #BATANGHARI #cawagub fachrori #caleg PBB Jambi mundur #ZUMI ZOLA #LHKPN #KOTA JAMBI #KERINCI #korem 042/gapu #Kemas Faried #Fachrori Rombak Pejabat #danrem 042 Gapu #SUNGAI PENUH #SUAP KETOK PALU #surat suara Jambi #abdul Fattah meninggal #PRABOWO KE JAMBI #Pemberhentian Zumi Zola #TEBO #TANJABTIMUR #TANJABBARAT #TMMD Kerinci #TABLOID INDONESIA BAROKAH #Rocky Gerung #relawan demokrasi #REKI #Edi Purwanto #UIN STS Jambi #Pelecehan seksual #bawaslu provinsi jambi #Debat Pilpres 4 #Pahlawan nasional #Raden Mattaher #Partai Berkarya #KKI WARSI #pohon asuh #Edi Purwanto #iin inawati #Jambi masa lalu #Sejarah jambi #Musri Nauli #angin kencang Bungo #Kantor Pos Bungo Diterjang Angin #Syaihu ke PTUN #Demo UINS STS Jambi #Pelecehan seksual #Penyelundupan Lobster #Lobster Jambi #masa tenang #money politic #BAWASLU KOTA JAMBI #SYARIF FASHA #FACHRORI UMAR #HASIL PILPRES 2019 #HASIL PILEG 2019 #17 April 2019 #Minyak ilegal #Polda Jambi #KPPS Dipecat #PEMILU 2019 #LOGISTIK PEMILU 2019 #KPU PROVINSI JAMBI #Caleg Gerindra Ditangkap di Sungaipenuh #Mualaf Center Indonesia #kotak suara rusak #Hasil Pileg Tanjabbar #KPPS Meninggal Dunia #Pembakaran Kotak Suara #Prediksi Kursi di Provinsi Jambi #Pleno Rekapitulasi Suara #Harga Bawang putih #PLENO KPU PROVINSI JAMBI #Sutan Adil Hendra #SIDANG PELANGGARAN BAWASLU #Ketua DPRD Kota Jambi #Kemendagri #Samsat Jambi #Ratu Munawarrah #PIlgub Jambi #Anggota DPRD pindah parpol #DPRD Sungai Penuh #aksi Mahasiswa Jambi #GUGATAN PARPOL DI MK #Polda Jambi