JAMBERITA.COM – Kemarau tidak hanya menjadi fenomena alam, tetapi juga momentum untuk mengambil pelajaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM. Menurutnya, setiap perubahan kondisi alam harus menjadi bahan evaluasi bersama agar masyarakat dan pemerintah semakin siap menghadapi berbagai risiko yang dapat muncul.
“Dari kemarau kita belajar bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga. Ketika ketersediaannya berkurang, dampaknya bukan hanya terhadap kebutuhan rumah tangga, tetapi juga pertanian, peternakan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar tokoh yang dikenal luas sebagai bapak beasiswa Jambi (17/9) kemarin.
Ia mengatakan, kondisi kemarau juga memberikan iktibar mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi harus diiringi dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
SAH yang juga dikenal sebagai pejuang sektor pertanian menilai, ketahanan pangan memiliki hubungan erat dengan ketersediaan air. Karena itu, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, pengelolaan irigasi, konservasi sumber air dan peningkatan kapasitas petani perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.
“Ketahanan pangan tidak berdiri sendiri. Ada air, lahan, petani, teknologi dan kebijakan yang saling berkaitan. Kemarau mengingatkan kita bahwa semua komponen itu harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Selain aspek teknis, SAH mengajak masyarakat menjadikan kemarau sebagai momentum membangun kepedulian terhadap lingkungan. Penghematan air, menjaga kebersihan sumber air, penghijauan dan tidak melakukan pembakaran lahan merupakan bentuk tanggung jawab bersama.
Menurutnya, tantangan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi tersebut, dampak musim kemarau dapat diminimalkan sekaligus memperkuat ketahanan daerah menghadapi perubahan iklim.
“Setiap musim membawa pelajaran. Kemarau mengajarkan kita tentang kesabaran, efisiensi dan pentingnya persiapan. Jangan sampai ketika air berlimpah kita lupa menjaganya, lalu ketika kemarau datang kita baru menyadari betapa berharganya air,” tutur SAH.
Ia menambahkan, iktibar terbesar dari kemarau adalah pentingnya membangun kebiasaan dan kebijakan yang berorientasi jangka panjang. Menjaga alam hari ini, menurutnya, merupakan investasi bagi keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan generasi mendatang.(*)
Iktibar ! SAH Tegaskan Kemarau Mengajarkan Kita Pentingnya Menjaga Alam dan Ketahanan Pangan
Ditengah Sorotan KUA-PPAS 2027, IW Soroti Anggaran Pendidikan di APBD-P 2026
Cegah Dampak Kabut Asap, FH UNJA dan PT Wirakarya Bagikan 6.000 Masker untuk Mahasiswa
Aktualisasi Manifesto Partai, SAH Instruksikan Kader Gerindra Jambi Lakukan Gerakan ASRI
Edi Purwanto Kawal Ratusan Miliar Dana Pusat untuk Infrastruktur Jalan Padang Lamo Tebo & Tanjabtim
SAH Tegaskan Keseriusan Presiden Prabowo Selamatkan Sawah Petani Jambi Dari Kekeringan
Gugatan Perdata Dua Perusahaan Terhadap RSUD Raden Mattaher Jambi Dinyatakan Cacat Formal



