JAMBERITA.COM– Mendukung Program Presiden Prabowo Subianto Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau SAH yang dikenal luas sebagai bapak beasiswa Jambi menginstruksikan seluruh jajaran, kader, anggota dan simpatisan Partai Gerindra di Provinsi Jambi untuk menggelorakan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Instruksi DPP Partai Gerindra Nomor 09-055/A/Sek.DPP-GERINDRA/2026 tertanggal 16 September 2026 di Jakarta tentang Gerakan ASRI, yang ditujukan kepada jajaran pengurus DPD dan DPC, anggota DPR/DPRD, kepala daerah dan wakil kepala daerah kader Gerindra, serta seluruh kader, anggota dan simpatisan partai di seluruh Indonesia.
Surat yang ditandatangani Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum DPP Partai Gerindra H. Prabowo Subianto bersama Sekretaris Jenderal Sugiono tersebut merupakan tindak lanjut perintah Presiden Republik Indonesia mengenai Gerakan Indonesia ASRI.
Dalam instruksi terbaru itu, DPP Partai Gerindra meminta seluruh jajaran menjadikan gerakan pembersihan sampah sebagai program kerja rutin dan tetap, dengan pelaksanaan minimal satu kali dalam seminggu. Kegiatan diarahkan pada fasilitas umum, pasar, jalan lingkungan, saluran air, sungai hingga pantai.
SAH mengatakan, instruksi tersebut harus diterjemahkan jajaran Gerindra di Jambi dalam bentuk aksi nyata dan berkelanjutan. Gerakan ASRI, menurutnya, sejalan dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
“Gerakan ASRI harus kita hidupkan sebagai gerakan bersama. Kader Gerindra harus turun langsung, bergotong royong bersama masyarakat menjaga lingkungan agar aman, sehat, resik dan indah,” ujar SAH.
Ia menegaskan, Gerakan ASRI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kebersihan lingkungan harus dibangun menjadi budaya, sekaligus menjadi bagian dari pengabdian kader kepada masyarakat.
“Membersihkan lingkungan adalah tindakan sederhana, tetapi dampaknya besar. Yang kita bangun bukan hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga budaya disiplin, kepedulian dan gotong royong masyarakat,” tegasnya.
Menurut SAH, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kader Gerindra tidak hanya diminta melakukan aksi kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat semakin tertib membuang dan mengelola sampah.
Instruksi DPP juga mencakup pengumpulan dan pembuangan sampah ke tempat yang telah ditentukan, penguatan edukasi masyarakat, keterlibatan dalam program zero waste dan waste to energy, serta mengupayakan ketersediaan tempat sampah di fasilitas umum.
“Gerakan ini harus menyentuh kesadaran masyarakat. Jangan sampai setelah dibersihkan, kemudian kembali menjadi tempat penumpukan sampah. Karena itu, edukasi, keteladanan dan aksi nyata harus berjalan bersama,” katanya.
SAH menilai Gerakan ASRI juga memiliki relevansi dengan manifesto perjuangan Partai Gerindra yang menempatkan lingkungan hidup dan kehutanan sebagai salah satu bidang perjuangan. Dengan demikian, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan kebersihan, tetapi bagian dari aktualisasi nilai dan perjuangan partai di tengah masyarakat.
“Lingkungan hidup adalah bagian dari kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan secara konsisten,” ujar SAH.
Ia meminta DPD, DPC hingga seluruh jajaran kader dan simpatisan Gerindra di Jambi menyesuaikan pelaksanaan Gerakan ASRI dengan kondisi wilayah masing-masing. Kegiatan dapat dilakukan secara rutin dengan melibatkan masyarakat dan menyasar lingkungan yang membutuhkan perhatian.
“Gerindra harus hadir di tengah rakyat dengan kerja nyata. Semangat gotong royong harus kita bawa ke berbagai bidang kehidupan, termasuk menjaga lingkungan. Inilah cara sederhana kita memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tuturnya.
SAH berharap Gerakan ASRI di Provinsi Jambi dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan semakin banyak masyarakat dan dilakukan secara berkesinambungan.
“Jadikan ASRI sebagai gerakan yang terus hidup. Aman lingkungannya, sehat masyarakatnya, resik tempatnya dan indah wilayahnya. Kalau dilakukan bersama-sama, insyaallah manfaatnya akan dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Dosen PGSD UNJA Kenalkan AI kepada Guru SD Batang Hari untuk Susun RPM Kurikulum Merdeka
KPK Tangkap Tangan 8 Orang Terkait Korupsi di Kementerian ATR/BPN
Microgreens dari Desa Ibru: Inovasi UNJA Cegah Stunting Sekaligus Buka Peluang Usaha
Edi Purwanto Kawal Ratusan Miliar Dana Pusat untuk Infrastruktur Jalan Padang Lamo Tebo & Tanjabtim
SAH Tegaskan Keseriusan Presiden Prabowo Selamatkan Sawah Petani Jambi Dari Kekeringan
Hafiz Akui Rp25 M Bergeser ke Disdik, Tapi Belum Ungkap Program PUTR yang Dipangkas
Danrem 042/Gapu Turun ke Londerang, Siagakan Personel Sampai Api Benar-benar Padam



