JAMBERITA - Tim dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan budidaya sayuran sistemmicrogreens berbasis pupuk hayati di Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Program yang didanai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Faperta UNJA Tahun Anggaran 2026 ini diikuti 25 peserta, terutama ibu rumah tangga dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Suka Makmur.
Tim pengabdian diketuai Prof. Dr. Ir. Hj. Anis Tatik Maryani, M.P., beranggotakan Ir. Nyimas Myrna Elsa Fathia, M.P., Miranti Sari Fitriani, S.P., M.P., Ir. Sri Mulyati, M.P., dan Ir. Helmi Salim, M.Si.
Dalam pemaparannya, Anis Tatik Maryani menjelaskan bahwa ketersediaan pangan sehat menjadi kebutuhan mendasar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, keterbatasan lahan pekarangan di permukiman padat maupun pedesaan modern, serta tingginya ketergantungan pada produk pasar berpupuk kimia sintetis, masih menjadi tantangan utama.
Microgreens menjadi solusi yang ditawarkan karena tidak memerlukan lahan luas. Sayuran ini dipanen muda, yakni 7–14 hari setelah semai saat daun kotiledon baru muncul, namun kandungan nutrisi, vitamin E, dan antioksidannya diklaim 4 hingga 40 kali lebih tinggi dibanding tanaman dewasa. Dengan wadah atau tray sederhana, media tanam seperti cocopeat atau rockwool, serta pupuk hayati ramah lingkungan, warga bisa memproduksi sayuran segar sendiri di rumah dalam waktu relatif singkat.
Pelatihan dirancang mulai dari sosialisasi teori hingga praktik langsung di lapangan, mencakup pemilihan benih dan pembersihan wadah, persiapan media tanam yang higienis, teknik penyemaian merata, aplikasi pupuk hayati cair dengan dosis 5 ml per liter air menggunakan hand sprayer, hingga teknik pemeliharaan dan pemanenan pada umur 14–20 hari serta penanganan pascapanen yang higienis.
Hasil evaluasi pascapelatihan menunjukkan 80 persen peserta menyatakan sangat memahami seluruh materi dan teknik budidaya yang diajarkan, sementara sisanya aktif mengikuti sesi praktik pendampingan.
Direktur BUMDes Suka Makmur, Ir. Muhammad Anggoro Kasih, S.P., M.P., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan keluarga dan pencegahan stunting melalui asupan gizi seimbang, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi produktif bagi warga.
Selain pelatihan teknis budidaya, tim pengabdian UNJA turut membekali warga dengan pengetahuan manajemen usaha sederhana, pencatatan keuangan, pengemasan produk (branding), hingga strategi pemasaran digital. Langkah ini diharapkan membuat produk microgreens Desa Ibru berdaya saing dan mampu menembus pasar modern seperti restoran, hotel, maupun konsumen urban yang menerapkan gaya hidup sehat.
Kegiatan ini juga menjadi wadah implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan melibatkan mahasiswa secara langsung mendampingi masyarakat. Sinergi antara akademisi, mahasiswa, pemerintah desa, dan BUMDes ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian perkotaan yang berkelanjutan di Desa Ibru.
Dengan berakhirnya rangkaian pelatihan dan pendampingan ini, warga Desa Ibru kini memiliki kemandirian baru dalam memproduksi pangan sehat sekaligus menumbuhkan unit usaha mikro yang produktif dan berdaya saing.
Selengkapnya : www.unja.ac.id
Dosen PGSD UNJA Kenalkan AI kepada Guru SD Batang Hari untuk Susun RPM Kurikulum Merdeka
Pudak Expo 2026: UNJA dan Pemkab Muaro Jambi Bersinergi Wujudkan Kampus Berdampak
KPK Tangkap Tangan 8 Orang Terkait Korupsi di Kementerian ATR/BPN
Perkuat Tata Kelola Pendidikan, FH UNJA dan Disdik Jambi Dorong Kolaborasi Kewenangan Daerah
Akademisi UNJA Dorong Pelestarian Hutan Adat Bungo Lewat SMART Patrol
PKKMB PBSI UNJA 2026: Sambut Mahasiswa Baru, Bangun Semangat untuk Tumbuh dan Berkarya
Danrem 042/Gapu Turun ke Londerang, Siagakan Personel Sampai Api Benar-benar Padam



