JAMBERITA - Universitas Jambi (UNJA) kembali membuktikan komitmen pengabdiannya kepada masyarakat melalui pemanfaatan sains, teknologi, dan pendampingan langsung. Komitmen tersebut tampak dalam perhelatan akbar bertajuk Pudak Expo 2026 yang sukses diselenggarakan pada Sabtu, (5/9/2026) di Hall Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.
Mengusung tema “Inovasi Kampus UNJA Berdampak Mendukung Kabupaten Muaro Jambi Berbakti”, acara ini dimeriahkan dengan berbagai agenda, mulai dari bazar dan pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menampilkan produk inovasi kreatif dari tim mahasiswa, hiburan rakyat yang interaktif, hingga pembagian doorprize menarik yang disambut antusias oleh warga. Seluruh rangkaian kegiatan ini dikelola dan dikoordinasikan secara oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJA.
Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor UNJA, Helmi., menegaskan kembali esensi dari visi besar universitas yang berfokus pada kemanfaatan langsung bagi masyarakat. Pihak rektorat berkomitmen kuat agar seluruh Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik pengajaran, penelitian, maupun pengabdian benar-benar menjadi solusi atas persoalan riil di tengah warga.
“Program utama dari Universitas Jambi ke depan adalah Kampus Berdampak. Artinya segala kegiatan yang dilakukan oleh UNJA, baik di bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat harus mendatangkan kebaikan dan bermanfaat bagi masyarakat. Inilah yang sedang kita lakukan, membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat berdasarkan hasil kajian yang tepat,” ungkap Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa gerakan kolaboratif bersama masyarakat ini bukanlah program instan, melainkan telah dirancang dsecara matang sejak tahun 2025.
“Sebenarnya ini sudah dimulai sejak tahun 2025, di mana UNJA akan hadir bersama masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang mungkin selama ini tidak bisa diselesaikan sendiri,” tambahnya.
Apresiasi terhadap capaian teknis di lapangan juga turut disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian UNJA, Dr. Fuad Muchlis, S.P., M.Si. Selama tiga bulan masa pengabdian program PPK Ormawa di Desa Pudak, salah satu luaran paling krusial yang berhasil diwujudkan adalah pembentukan tim desa tangguh bencana. Program ini disiapkan guna membangun ketahanan jangka panjang bagi masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman seperti banjir maupun cuaca terik yang ekstrem.
“Dua fokus kegiatan yang kami laksanakan adalah memastikan keberlajutan program. Luaran yang berhasil didapatkan adalah terbentuknya tim yang menjaga keberlangsungan program desa tangguh bencana di Desa Pudak. Tim pertama adalah namanya Tim Siberan (Tim Siap dan Berani), serta Tim Simata. Kami berharap tim ini memastikan bahwa program ini tidak akan berhenti di sini sehingga PPK Ormawa benar-benar memberikan dampak luas bagi masyarakat,” ujar Dr. Fuad.
Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., turut memberikan arahan mengenai pentingnya orientasi jangka panjang dalam program pengabdian mahasiswa. Ia memandang keterlibatan akademisi yang turun langsung membedah permasalahan di tingkat desa melalui program membangun desa sebagai langkah strategis. Meski demikian, Bupati memberikan penekanan tegas agar intervensi yang diberikan tidak berhenti pada bantuan yang bersifat sementara.
“Hari ini saya melihat program ini dari banyak sisi, baik akademisi maupun masyarakat. Program ini sangat baik karena mahasiswa turun langsung mengidentifikasi persoalan di desa, salah satunya melalui program membangun desa. Saya berharap kita bisa berfokus pada ekonomi pembangunan dan mitigasi guna meningkatkan ekonomi masyarakat. Mahasiswa harus memetakan warga yang benar-benar tidak mampu secara ekonomi agar bisa didampingi. Kalau hanya dibantu materi, tiga hari akan habis. Mahasiswa harus bisa mengarahkan mereka pada usaha yang berkelanjutan, baik itu berjualan, perbengkelan, maupun usaha logistik,” tegas Dr. Bambang.
Kepala Desa Pudak, Aminto, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas sinergi antara Pemkab Muaro Jambi dan civitas akademika UNJA. Ia mengenang rekam jejak pendampingan UNJA di desanya yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2007. Kades Aminto juga memaparkan fakta menarik terkait hasil pendataan kependudukan yang dilakukan secara cermat bersama para dosen dan mahasiswa UNJA, di mana tercatat ada sebanyak 246 orang warga berstatus single parent (janda) di Desa Pudak. Angka yang cukup signifikan ini ditanggapi secara serius melalui penyediaan wadah pembinaan UMKM, perserikatan, dan sektor produktif lainnya.
“Pertama-tama, saya menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Universitas Jambi yang telah mendampingi kami sejak tahun 2007 hingga hari ini. Berdasarkan pendataan bersama, jumlah single parent (janda) yang ada di Desa Pudak tercatat sebanyak 246 orang. Angka ini menjadi perhatian kita bersama untuk dibina melalui UMKM dan kelompok produktif agar mereka tetap mandiri,” ujar Kades Aminto.
Di sela sambutannya, Kades Aminto juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyambutan atau dinamika interaksi selama tiga bulan terakhir terdapat hal-hal yang kurang berkenan serta berharap kolaborasi ini tidak pernah terputus, tidak hanya di Desa Pudak, melainkan juga dapat merambah ke wilayah lain seperti Pijoan.
Menariknya, Kades Aminto turut membagikan kisah di balik berdirinya Hall tempat acara Pudak Expo 2026 dilangsungkan. Gedung representatif tersebut ternyata dibangun murni dari hasil swadaya pribadinya. Pengalamannya melintasi berbagai wilayah nusantara, mulai dari Aceh, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Papua dengan tujuan menumbuhkan tekad kuat agar fasilitas publik di Desa Pudak tidak kalah saing dengan daerah-daerah maju di luar sana. Gedung swadaya ini dipersembahkan sebagai tempat singgah dan fasilitas berkumpul yang nyaman bagi siapa saja, termasuk para akademisi dan tamu yang berkunjung ke Desa Pudak.
Pudak Expo 2026 ditutup dengan kunjungan stand pameran produk, diskusi interaktif, serta ramah tamah yang mempererat kehangatan hubungan antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat. ( Silvi )
Selengkapnya : www.unja.ac.id
Dosen PGSD UNJA Kenalkan AI kepada Guru SD Batang Hari untuk Susun RPM Kurikulum Merdeka
Pudak Expo 2026: UNJA dan Pemkab Muaro Jambi Bersinergi Wujudkan Kampus Berdampak
KPK Tangkap Tangan 8 Orang Terkait Korupsi di Kementerian ATR/BPN
Microgreens dari Desa Ibru: Inovasi UNJA Cegah Stunting Sekaligus Buka Peluang Usaha
Perkuat Tata Kelola Pendidikan, FH UNJA dan Disdik Jambi Dorong Kolaborasi Kewenangan Daerah
Akademisi UNJA Dorong Pelestarian Hutan Adat Bungo Lewat SMART Patrol
Danrem 042/Gapu Turun ke Londerang, Siagakan Personel Sampai Api Benar-benar Padam



