Tebing Longsor di Tebo Selesai Diperbaiki, BWSS VI Klaim Perkuat Kontruksi Dengan Sediment Trap



Selasa, 05 Maret 2024 - 12:09:19 WIB



Dokumentasi Jamberita.com : Tebing Longsor di Jalan Padang Lamo Tebo, Sebelum Diperbaiki.
Dokumentasi Jamberita.com : Tebing Longsor di Jalan Padang Lamo Tebo, Sebelum Diperbaiki.

JAMBERITA.COM - Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Jambi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR perkuat kontruksi tebing longsor dengan penerapan Jebakan sedimen (sediment trap) guna mencegat atau menahan/menangkap sedimen yang berbentuk partikel tanah yang terbawa oleh aliran permukaan.

Penangkapan sedimen ini secara tidak langsung mengendalikan kualitas fisik air sungai dan sedimentasi sungai. Penerapan ini diklaim BWSS VI Jambi dalam penanganan Tebing longsor di Sungai Batanghari dengan kedalaman sekitar 10 Meter ke bawah, dan lebar sekitar 200 Meter, tepatnya di Desa Punti Kalo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo.

Kepala Seksi (Kasi) Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA BWSS VI Jambi Supriyono menyampaikan bahwa tebing longsor yang terjadi di sekitar Jalan Padang Lamo Tebo sudah diperbaiki dengan menggunakan APBN Rp34 Miliar pada tahun 2023 lalu.

"Itu sudah akhir tahun kemarin di 2023 sudah selesai dengan konsep nya sekarang sudah bisa menanggulangi longsor ya, karena setelah struktural, lalu mengurangi dari terusan, ada juga perkuatan tebing, kemudian kita ada semacam konstruksi untuk menangkap sedimen, jadi kedepan itu akan kuat," ungkapnya beberapa waktu lalu saat acara Hari Air Dunia di Embung, Bagan Pete, Kota Jambi.

Supriyono mengatakan, bilamana kedepan adanya kemungkinan kemungkinan terjadi banjir dan atau potensi terjadinya longsor kembali, maka BWSS VI meminta adanya penanganan lebih lanjut terkait akses jalan lintas untuk digeser, agar tidak terlalu dekat dengan bibir Sungai Batanghari. 

"Mungkin nanti kalaupun itu terjadi banjir dari Sungai kita itu, kita harapkan tidak tergerus. Kalau seumpama tergurs, kita minta penanganan lebih lanjut koordinasi dengan Pemprov Jambi. Karena janannya Provinsi, bila memungkinkan untuk memindahkan akses jalan untuk tidak mendekati Sungai," tegasnya.

Supriyono menjelaskan Sungai Batanghari ini Sungai yang besar, tentu mencari keseimbangan disetiap arus, jadi apabila penanganannya secara fisik masih tidak bisa dilakukan, maka koordinasi lintas instansi dalam upaya solusi pemindahan alur jalan menjadi pilihan.

"Tapi, hal itu sudah ditangani dengan kontruksi fisik kita, di tebing itu, mungkin itu tidak perlu dipindahkan. Harapannya kita seperti itu, karena kita sudah melakukan perbaikan tebing, plus untuk mengurangi sedimen terusan Sungai, jadi kontruksi sebelum tebing nya kita bikin kayak trap jebakan sedimen, sehingga terkumpul disitu dan memperkuat tebing," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi