Istilah "Orang Gilo" Mencuat di Sidang Paut Syakarin, Rupanya Ditujukan ke Anggota DPRD ini



Kamis, 18 November 2021 - 20:25:11 WIB



JAMBERITA.COM–  Dalam Sidang Kasus Suap ketok Palu dengan terdakwa Paut Syakarin yang digelar Rabu (17/11/2021) di Pengadilan Tipikor Jambi, ada istilah yang menggelitik pengunjung sidang. Yakni munculnya kata “Orang Gilo”

Ini terungkap saat diungkapkan saksi Prima Suhada yang dihadirkan oleh tim penasehat hukum sebagai saksi meringankan.

Rupanya ucapan Orang Gilo (gila) itu diucapkan Paut Syakarin yang mengarahkan kepada Zainal Abidin, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi. Saat itu Zainal datang ke rumah Paut mengambil uang tambahan masing-masing Rp 150 juta.

Saksi mengungkapkan, malam itu ada tamu yang hendak berkunjung ke rumah Paut Syakarin. Ia pun diminta untuk membuka pintu. Saat itu ucapan “orang gilo” dilontarkan Paut Syakarin. “Buka kan pintu, ada orang gilo (gila) mau masuk,” kata saksi Prima Suhada di hadapan majelis hakim diketui Syafrizal.

Kata “orang gilo” itu pun kembali dilontarkan ketika saksi Iing Saputra, menemani terdakwa mengantarkan terdakwa bertemu Dody Irawan di Hotel Novita dan rumah dinas PUPR di Telanaipura. “Orang gilo minjam duit. Baru kemarin minjam, sekarang minjam lagi," kata saksi menirukan ucapan Paut Syakarin ketika itu.

Hanya saja saksi mengaku tidak tahu siapa orang yang ditemui di rumah dinas dan hotel Novita adalah Dody Irawan. “Apakah saudara saksi tahu, siapa orang gilo yang minjam duit itu?” tanya ketua majelis hakim, Syafrizal. Saksi mengaku tidak kenal dengan orang tersebut.

Usai sidang, tim penasehat hukum Paut Syakarin, Zulfansar menjelaskan, dua saksi meringakan untuk membantah keterangan kliennya yang disebut mebagi-bagikan duit ketok palu tambahan.

“Kita menghadirkan dua saksi meringankan Paut Syakarin, yakni membantah keterangan Zainal Abidin. Kita tidak membagi-bagikan uang dalam tas kresek. Karena dia datang mengambil duit dan langsung dibawa pulang. Tidak ada niat klien kami untuk membagi-bagikan untuk komisi III,” tegasnya.

Saksi lain, lanjutnya, mengungkapkan ada pertemuan antara kliennya Paut Syakarin dengan Dody Irawan di dua tempat terpisah, yakni di hotel Novita dan di rumah dinasnya. saat itu, sekitar bulan November 2016

“Pak Dody Irawan meminjam uang Rp 300 juta dan Rp 100 juta yang diantar ke rumah dinas oleh salah seorang karyawan, Iing Saputra. Kalau mengarah ke siapa ‘orang gilo’ yang disebut pak Paut, bisa keduanya, Zainal Abidin dan pak Dody,” tandasnya.

Sementara dalam sidang terpisah, Zainal Abidin menjadi saksi untuk terdakwa Fahrurrozi, Wiwid Iswara, Arahkmad Eka Putra, Zainul Arpan. Dalam keterangannya, Zainal Abidin menyebutkan 13 Anggota Komisi III mendapatkan jatah khusus Rp175 juta dari Dinas PUPR.

 

Uang ini di luar uang ketok palu sebesar Rp200 juta yang diterima seluruh anggota DPRD Provinsi Jambi. Zainal mengatakan, pemberian jatah khusus di Komisi III sudah lumrah. Apalagi komisi III berhubungan dengan Dinas PUPR.

Saat ditanya hakim soal angka Rp175 juta, Zainal mengaku itu kesanggupan dari Kadis PUPR Dodi yang saat itu baru menjabat. Begitu juga soal uang Rp200 juta untuk seluruh anggota DPRD Provinsi Jambi. "Kami ikut aja, ada dikasih diambil. Eksekutif menyiapkan dana, sumbernya dari mana,  saya tidak tahu," katanya.

Saat ditanya apakah ia tahu semua dewan menerima, Zainal mengatakan kata Kusnindar menerima semua. "Saya tidak pernah cek kawan lain, saya tidak ikut membagikan, kecuali titipan untuk Bu Nurhayati sekali, menerima dari Kusnindar," katanya. (sm)

 




Artikel Rekomendasi