IW Desak Langkah Konkret Pasca-Audit Forensik Bank Jambi Rampung : Ini Peringatan Keras!



Kamis, 18 Juni 2026 - 20:38:43 WIB



Foto : Waka I DPRD Prov Jambi Ivan Wirata.
Foto : Waka I DPRD Prov Jambi Ivan Wirata.

JAMBERITA.COM - Rampungnya audit forensik atas insiden serangan siber yang menimpa Bank Jambi sejak 3 Juni 2026 lalu mendapat respons bergelombang dari parlemen. DPRD Provinsi Jambi menegaskan bahwa selesainya audit ini harus menjadi momentum pembuktian komitmen (political will) pihak manajemen untuk memulihkan kepercayaan publik yang sempat terguncang.

Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata (IW) menyatakan bahwa berakhirnya audit forensik bukan berarti persoalan selesai. Sebaliknya, hal ini menjadi ujian sesungguhnya bagi seluruh jajaran komisaris dan direksi bank pelat merah tersebut.

“Masyarakat tidak lagi membutuhkan banyak alasan atau penjelasan. Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah konkret, kepastian, dan jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali,” tegas Ivan saat memberikan keterangan kepada media.

IW menilai hasil audit forensik yang telah dikantongi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi harus dijadikan dasar pengambilan keputusan strategis yang berani. DPRD memberikan peringatan keras agar manajemen tidak ragu dalam merombak atau memperkuat sistem keamanan teknologi informasi (TI) mereka.

Manajemen diminta segera menentukan arah kebijakan, apakah tetap menggunakan sistem TI lama dengan pembaruan masif, atau melakukan migrasi total ke sistem yang lebih modern dan aman. “Ini peringatan keras. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Keamanan siber bukan lagi sekadar kebutuhan pendukung, melainkan menjadi jantung operasional perbankan modern. Investasi pada sistem keamanan digital harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda,” lanjutnya.

Sebagai bentuk akuntabilitas publik, DPRD Provinsi Jambi mendorong agar Bank Jambi segera menyampaikan roadmap (peta jalan) pemulihan secara terbuka kepada masyarakat luas. Langkah transparansi ini dinilai krusial untuk memotong spekulasi negatif di tengah nasabah, terutama setelah mencuatnya kabar lenyapnya dana Rp143 miliar serta gangguan layanan mobile banking yang sempat terbengkalai hingga empat bulan.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi memegang peran vital dalam menyokong pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari pembiayaan UMKM hingga pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Oleh karena itu, kestabilan Bank Jambi berdampak langsung pada urat nadi pembangunan Provinsi Jambi secara keseluruhan.

“Masyarakat Jambi masih memberikan kepercayaan dan harapan kepada Bank Jambi. Jangan sia-siakan kepercayaan itu. Jawab dengan kerja nyata, transparansi, profesionalisme, dan sistem keamanan yang jauh lebih kuat. Audit sudah selesai, sekarang saatnya pembuktian,” pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi