Simfoni Keilmuan dan Keteladanan di Jagat Neurologi Jambi



Rabu, 21 Mei 2025 - 19:05:59 WIB



Dr. dr. Nidia Suriani, SpN, M.Biomed, AIFO-K, CH, CHt
Dr. dr. Nidia Suriani, SpN, M.Biomed, AIFO-K, CH, CHt

JAMBERITA.COM – Di tengah dinamika dunia kedokteran yang terus berkembang, muncul satu nama yang bersinar terang dari Provinsi Jambi : Dr. dr. Nidia Suriani, SpN, M.Biomed, AIFO-K, CH, CHt. Perempuan kelahiran Jakarta, 11 November 1981 ini bukan hanya mencatatkan namanya sebagai dokter spesialis neurologi pertama di Jambi yang meraih gelar doktor, tetapi juga menghadirkan wajah baru dalam dunia medis yang menyatukan keilmuan, empati, dan inovasi.

Pionir Neurologi Berjiwa Multidisipliner

Dr. dr. Nidia Suriani, SpN, M.Biomed, AIFO-K, CH, CHt menempuh pendidikan kedokteran umum di Universitas Trisakti, lalu melanjutkan ke jenjang spesialis neurologi di Universitas Brawijaya, diikuti dengan pendidikan magister biomedik. Tak berhenti di sana, ia kemudian meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul:

“Hubungan Komunikasi Interpersonal, Kompetensi Dokter, dan Komitmen Kerja dengan Efektivitas Program Internship di Provinsi Jambi.”

Disertasi tersebut bukan sekadar kontribusi akademik, tetapi juga refleksi nyata dari pengabdiannya dalam membina generasi dokter muda di daerah.

Dalam perjalanannya, ia tak hanya mengandalkan keilmuan neurologi semata. Dr. dr. Nidia Suriani, SpN, M.Biomed, AIFO-K, CH, CHt juga menyelesaikan pendidikan sebagai Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis (AIFO-K) dan mendapat sertifikasi sebagai Certified Hypnotist dan Certified Hypnotherapist dari Indonesia Board of Hypnotherapist. Kombinasi langka ini menjadikannya dokter yang mampu mengintegrasikan pendekatan neurologis, kebugaran fisik, serta ketenangan mental melalui terapi sugesti.

“Saya percaya, tubuh dan pikiran adalah satu kesatuan. Maka dalam menyembuhkan pasien, pendekatan harus menyeluruh – tidak hanya fisik, tapi juga mental dan spiritual,” ujarnya.

Dedikasi Klinis dan Akademik yang Tak Terbantahkan

Sejak 2017, Dr. Nidia mengabdi sebagai dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi dan sebagai dokter pendidik klinis di RSUD Raden Mattaher. Ia juga aktif dalam praktik medis di RS Baiturrahim dan RS Mitra Medika Batanghari. Di tengah kesibukan mengajar dan melayani pasien, ia tetap setia menjalankan peran sebagai pembimbing bagi para dokter internship dan mahasiswa kedokteran.

Kemampuannya dalam menangani pemeriksaan neurologi berbasis teknologi seperti EEG (Elektroensefalografi) dan EMG (Elektromiografi), membuatnya menjadi rujukan utama dalam penanganan gangguan saraf di Jambi. Namun yang membuatnya lebih istimewa adalah sentuhan personal dan pendekatan holistik kepada setiap pasien yang ditanganinya.

Perempuan, Ibu, Ilmuwan, Inspirasi

Di balik segala capaian dan prestasi akademik, Dr. Nidia adalah sosok ibu yang penuh kasih bagi dua anaknya, Inara Orlin Rulianto dan Mouza Prabowo Rulianto, serta istri dari Dr. Yosi Rulianto, MPH, seorang profesional kesehatan masyarakat. Harmoni antara kehidupan keluarga, karier, dan pengabdian masyarakat adalah sesuatu yang ia jalani dengan kesungguhan dan penuh rasa syukur.

Aktif dalam berbagai organisasi profesional seperti IDI, PERDOSSI, dan AIFO-K, Dr. Nidia juga kerap menjadi narasumber dalam seminar kesehatan, pelatihan hipnoterapi medis, hingga penggerak edukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan otak dan mental.

Teladan Masa Kini, Harapan Masa Depan

Sosok Dr. Nidia Suriani adalah simbol keberanian untuk terus belajar, berinovasi, dan mengabdi, bahkan dalam sistem yang penuh tantangan seperti layanan kesehatan di daerah. Ia tak hanya menjadi pionir neurologi Jambi, tetapi juga role model perempuan Indonesia yang mampu menyeimbangkan keunggulan intelektual dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Jika kita ingin membangun Indonesia yang sehat, kita harus mulai dengan membangun dokter yang utuh: cerdas secara akademik, peka terhadap sesama, dan tulus dalam mengabdi,” pungkasnya.

Redaktur merasa bangga mempersembahkan kisah Dr. dr. Nidia Suriani, SpN, M.Biomed, AIFO-K, CH, CHt – bukan hanya sebagai prestasi individu, tetapi juga sebagai bukti bahwa masa depan kedokteran Indonesia sangat mungkin dibangun dari daerah, oleh putra-putri terbaik bangsa yang berani bermimpi besar.





Artikel Rekomendasi