FGD Pascasarjana Unja: Strategi Peningkatan Good Governance Cegah Fraud di Sektor Pendidikan



Kamis, 14 November 2024 - 10:23:12 WIB



JAMBERITA.COM- Pascasarjana Universitas Jambi mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Bank Jambi pada 2 Oktober 2024.

Kegiatan ini sebagai bagian dari proses penelitian bertema “Strategi Peningkatan Good Governance untuk Pencegahan Fraud dan Peningkatan Kinerja Sekolah.” 

Kegiatan dipimpin oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Pascasarjana sekaligus Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.S.A., Ak. Ia didampingi oleh anggota tim peneliti Dr. Sofyan, M.Pd., dan Dr. Yudi, S.E., M.S.A. Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi dan Dinas Pendidikan Kota Jambi terkait pelaksanaan kegiatan Tridharma. 

Acara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam implementasi good governance di lingkungan sekolah, khususnya terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sering menjadi sorotan dalam hal transparansi dan akuntabilitas. 

FGD ini dihadiri oleh berbagai peserta dari kalangan akademisi dan praktisi. Akademisi yang hadir adalah dosen dan mahasiswa FEB dan Prodi Administrasi Pendidikan FKIP UNJA. Peserta lainnya adalah perwakilan kepala satuan pendidikan dari tingkat SD dan SMP, bendahara BOS, dan admin BOS dari lingkup Dinas Pendidikan Kota Jambi.

FGD ini menghadirkan dua narasumber penting, yaitu H. Mulyadi, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, dan Sudirman, SIP, auditor dari Inspektorat Kota Jambi. 

Keduanya membagikan pandangan dan strategi untuk meningkatkan tata kelola yang baik dalam pengelolaan dana BOS dan keuangan sekolah, dengan tujuan mencegah fraud dan memperkuat akuntabilitas.

Dalam pemaparannya, H. Mulyadi, M.Pd. menyoroti betapa pentingnya tata kelola keuangan yang baik di satuan pendidikan, khususnya terkait pengelolaan dana BOS.

Menurutnya, keterbukaan dan upaya pencegahan dini adalah kunci untuk menjaga agar pengelolaan dana pendidikan tetap bersih dan jauh dari penyalahgunaan.

"Keterbukaan adalah faktor penting yang harus dijalankan oleh tim manajemen keuangan sekolah. Pencegahan dini menjadi hal yang tidak bisa diabaikan agar tidak ada celah bagi potensi fraud," tegas Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin manajemen keuangan di sekolah harus memastikan bahwa setiap pengeluaran dana dipantau dan dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku.

Sementara itu, Sudirman, SIP, auditor dari Inspektorat Kota Jambi, juga memberikan pandangannya dalam FGD ini.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara dinas Pendidikan khususnya pihak sekolah, terutama kepala sekolah, dengan pihak eksternal seperti Inspektorat yang berperan dalam mengawasi pengelolaan keuangan.

 “Komunikasi yang intensif dan terstruktur dalam bentuk konsultasi dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pencegahan dini terhadap potensi penyalahgunaan dana di satuan pendidikan,” ujar Sudirman.

Ia menambahkan bahwa konsultasi berkala dengan Inspektorat dapat membantu sekolah menjalankan tata kelola keuangan yang bersih dan sesuai standar.

Sudirman juga menggarisbawahi pentingnya pelaporan dan pemantauan berkala dalam setiap proses pengelolaan dana sekolah.

Menurutnya, ketika kepala sekolah memiliki jalur komunikasi yang baik dengan auditor dan pihak Inspektorat, kemungkinan terjadinya fraud akan berkurang karena ada mekanisme pengawasan yang berjalan secara transparan dan berkelanjutan.

FGD ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang good governance di sektor pendidikan, khususnya terkait pengelolaan dana BOS dan keuangan sekolah lainnya.

Prof. Dr. Sri Rahayu berharap hasil diskusi ini dapat dijadikan acuan oleh semua pihak terkait dalam mengimplementasikan tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel di sekolah-sekolah Kota Jambi.

FGD yang diadakan Pascasarjana Universitas Jambi ini memperlihatkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas dari praktik kecurangan. 

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan praktisi pendidikan, diharapkan sekolah-sekolah di Kota Jambi dapat mengimplementasikan strategi good governance yang efektif untuk mewujudkan kinerja pendidikan yang lebih baik dan bebas dari risiko fraud.(*)

 

 

 

 

 

 





Artikel Rekomendasi



 


Rabu, 25/03/2026 18:50:24