JAMBERITA.COM - Anggota DPRD Provinsi Jambi Abun Yani menyinggung soal janji politik Gubernur Jambi- Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Al Haris - Sani pada saat Pilgub lalu sampai dengan hari ini sudah hampir 3 tahun menjabat.
Salah satunya adalah wacana pengembangan kawasan ekonomi baru Sengeti Tungkal Sabak (Sentusa) melalui pembangunan fasilitas umum kawasan, antara lain: (a) rumah sakit, (b) sekolah kemaritiman, dan (c) perguruan tinggi."Itu slogan dan khayalan belaka, tapi sampai hari ini tidak ada," katanya Jum'at (27/10/2023).
Menurut Abun Yani, jika berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2021 salah satunya itu mengenai industri unggulan pangan, industri hulu agro yang sesungguh nya kemungkinan bisa diwujudkan, karena di daerah masih banyak memilik bahan baku.
"Namun pertanyaan adalah yang gampang saja seperti industri pangan tidak terealisasi apalagi untuk mewujudkan industri farmasi, kosmetik, industri Alkes, alat transpormasi, industri tekstil, barang modal, komponen, bahan penolong dan jasa industri, industri hulu agro dan industri kimia dasar berbasis Migas dan Batubara," ujarnya.
Artinya kata Abun Yani jika memang Pemprov Jambi serius, berdasarkan Perda yang sudah ada, minimal ada realisasi yang diterapkan seperti misalnya kopi, tetapi banyak lari ke provinsi lain. "Nanti dulu yang lain, yang kecil dan depan mata saja dulu, tetapi itu tidak bisa di laksanakan artinya gagasan dan intinya itu hanya mimpi atau pemerintah belum bangun dari mimpinya," bebernya.
Pemerintah mengingginkan adanya industri unggulan di daerah yang akan ditetapkan di Provinsi Jambi, lalu apa realisasinya dari industri unggulan tersebut dan progres nya sampai kemana. "Didalam pembahasan KUPA PPAS APBD 2024 itu juga tidak dijumpai rencana pemerintah yang ingin merealisaskan Perda nomor 2 tahun 2021 tentang pembangunan industri itu," tegasnya.
Lebih lanjut kata Abun Yani di tahun anggaran 2024 juga, jangan kah mau membuat program program lain untuk operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov Jambi tidak ada."Artinya pemerintah harus mampu menarik investor dan jemput bola dana ke pusat. Terus industri kawasan wisata seperti apa kelanjutan nya," pungkasnya.(afm)
Komitmen Bupati Fadhil Arief Lestarikan Bahasa Daerah Diapresiasi Pusat
Hari Ini UNJA Kembali Cetak 4 Guru Besar Sekaligus, Siapa Saja Mereka?
20 Ton Kopi Fine Robusta asal Kerinci Diekspor ke Tiongkok, Pemprov Dorong Lewat Pelabuhan Jambi
Abun Yani Beri Pencerahan Soal Penyelesaian Konflk Agraria Dalam Perspektif Ultimum Remedium
Dari Dusun Jadi Ketua DPRD, Motivasi Edi ke Pelajar SMKN1 Tebo : Saya Bukan Anak Orang Kaya
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal

