SAH Yakin Program MBG Prabowo Perkuat Upaya Pencegahan Stunting dan Bangun Generasi Unggul



Rabu, 08 Juli 2026 - 18:42:38 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) yang dikenal luas sebagai Bapak Beasiswa Jambi, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan menjadi penguat penting dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak dan mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Menurut SAH, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu program. Pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir, yakni sejak persiapan pernikahan, masa kehamilan, ibu menyusui, hingga anak memasuki 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan fase paling menentukan dalam mencegah terjadinya stunting.

"Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, pencegahannya harus dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi ibu dan anak pada masa 1.000 HPK. Sementara Program Makan Bergizi Gratis menjadi pelengkap yang sangat penting untuk menjaga kualitas gizi anak usia sekolah agar tumbuh sehat, cerdas, dan produktif," ujar SAH.

Ia menjelaskan bahwa Program MBG memiliki manfaat besar dalam meningkatkan status gizi anak usia sekolah, menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar, serta mencegah berbagai masalah kekurangan gizi yang dapat memengaruhi kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda.

Menurut SAH, keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi yang baik sejak dalam kandungan hingga usia sekolah akan memiliki pertumbuhan fisik yang optimal, kemampuan belajar yang lebih baik, dan daya saing yang tinggi ketika memasuki usia produktif.

SAH juga menilai Program MBG mencerminkan keberpihakan negara kepada keluarga, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Program tersebut sekaligus memperkuat berbagai intervensi kesehatan dan gizi yang selama ini telah dijalankan pemerintah daerah dalam upaya menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan.

"Program ini bukan sekadar memberikan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pencegahan stunting sejak 1.000 HPK dan Program Makan Bergizi Gratis merupakan dua kebijakan yang saling melengkapi dalam menyiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Sebagai tokoh yang selama ini aktif memperjuangkan akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa, SAH menegaskan bahwa pendidikan dan gizi merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, anak yang cerdas membutuhkan tubuh yang sehat, sementara tubuh yang sehat dibangun melalui pemenuhan gizi yang baik sejak sebelum lahir hingga masa sekolah.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Program MBG agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus terus memperkuat edukasi dan pendampingan gizi bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

"Keberhasilan pembangunan generasi unggul merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pencegahan stunting yang dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan didukung Program Makan Bergizi Gratis bagi anak usia sekolah, saya yakin Indonesia mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap membawa bangsa ini semakin maju," tutupnya.(*)





Artikel Rekomendasi