Tak sadar anak SD melakukan bullying



Minggu, 20 November 2022 - 20:24:48 WIB



Oleh: Syahira Harun*

 

 

 

Menurut kamu, apa itu bullying? Menurut Olweus (1977) bullying adalah perilaku negative yang mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman/terluka dan biasanya terjadi berulang-ulang yang ditandai dengan adanya ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Nah, secara tidak sadar ternyata kita sudah melakukan bullying sejak dini loh!. Banyak sekali di dunia nyata terjadi pembullyan yang secara tidak sadar dilakukan oleh pelaku. Bahkan seumuran anak sd pun bisa membully temannya sendiri.

 Tindakan bullying ini bisa berupa fisik langsung seperti memukul temannya denga benda benda tajam,mengunci temannya di wc,termasuk jug memeras dan merusak barang yang dimiliki.tidak hanya dengan fisik bullying ini juga bisa dengan perkataan seperti melakukan pemalakan,minta ditraktri dengan cara memaksa dan mendadak.sering juga kita melihat anak anak SD membully temannya dengan sengaja yaitu dengan menjelek-jelekkan temannya,menghina dan mengucilkan anak-anak dari kegiatan kelompok. 

 Factor terjadi bullying ini,yaitu senioritas,ekonomi,agama,gender,situasi sekolah yang tidak harmonis,dan juga yang terjadi pada anak SD yaitu iri hati kepada teman sehungga terjadinya bullying antar teman tersebut.terkadang anak sd ingin diakui keren dan lebih kuat oleh teman teman sebayanya salah satunya dengan cara menjatuhkan,menghina,menjelek jelekkan temannya yang lebih lemah daripada nya baik itu dari secara kontak fisik maupun dengan cara perkataan yang membuat mental temannya menjadi down dan dia akan rasa takut ingin bertemu orang-orang disekitarnya.

 Sering kita mendengar dan membaca berita maupun artikel baik di media televisi ataupun media social, seperti kasus seorang anak laki-laki berinisial FH yang berusia 11 tahun dan duduk di bangku kelas 5 SD di Singaparna, Tasaikmalaya, Jawa Barat. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kondisi FH tergolong berat dan kompleks lantaran ia mengalami kekerassan secara fisik, seksual, dan psikologis. Kronologi pembullyan dijelaskan oleh Komisioner KPAI, yaitu di suatu video terlihat dua orang pelaku memegangi kaki kucing, kemudian pakaian FH dilucuti lalu dipaksa berhubungan badan dengan kucing tersebut. Kemaluan FH terlihat di video serta tangan pelaku dan suara-suara tawa, hanya saja wajah tak kelihatan. Video tersebut pun viral dan FH malu kemudian mengalami goncangan psikis yang luar biasa sehingga tidak mau makan dan kondoso fisik menurun. Menurut hasil pemerisaan medis, FH mengalami suspect depresim thypoid dan ensefalopati atau peradangan otak.

 Bullying ini melanggar sila kedua yaitu “ kemanusiaan yang adil dan beradap” dimana aksi bullying ini tidak mencerminkan rasa kemanusiaan.kita sebagai manusia harus menerapkan sila kedua ini,yaitu memanusiakan manusia lain seperti menghormati,menghargai,mengasihi bukan menjatuhkan dan menghina sesame manusia.Maka dari itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam memperhatikan tingkah laku anak agar tidak terjadi bullying tersebut.karena sangat berbahaya dengan mental dan fisik seorang anak tersebut.(*)

 

 

 

Penulis : mahasiswa poltekkes jambi*



Artikel Rekomendasi