Waduh, Pria di Jambi Nekat Potong Alat Kelamin hingga Dilarikan ke RSUD Raden Mattaher



Kamis, 28 Mei 2026 - 12:57:29 WIB



Foto : Nakes RSUD Raden Matther Jambi saat Melakukan Penanganan Medis/jmb.
Foto : Nakes RSUD Raden Matther Jambi saat Melakukan Penanganan Medis/jmb.

JAMBERITA.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi menangani seorang pasien laki-laki yang melakukan tindakan nekat dan berbahaya berupa percobaan memotong alat kelaminnya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi tepat satu hari menjelang hari raya kurban Iduladha.

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi, dr. Anton, mengonfirmasi bahwa pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari RS Kol. HM Syukur. Tindakan membahayakan diri sendiri tersebut dilakukan pasien menggunakan pisau pemotong (cutter).

"Pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari RS Kol HM Syukur. Itu dia motong sendiri pakai cutter. Sebelum melakukan tindakan itu, ia juga sempat mencolok matanya sendiri," ungkap dr. Anton saat memberikan keterangan medis.

Berdasarkan data rekam medis, pasien dilarikan dan tiba di RSUD Raden Mattaher pada Rabu (27/5/2026). Saat masuk, ia mengeluhkan rasa nyeri yang hebat pada bagian penis serta mata kanannya akibat luka yang sudah diderita sejak lima hari sebelumnya. Aksi nekat memotong alat kelamin itu sendiri diketahui dilakukan pasien pada Selasa (26/5/2026).

Pihak RSUD Raden Mattaher langsung bergerak cepat melakukan penanganan kedaruratan. Tim medis berupaya keras memperbaiki jaringan yang rusak serta mencegah terjadinya infeksi sistemik yang dapat mengancam nyawa pasien.

"Semalam sudah dilakukan tindakan operasi. Pasien selamat, sekarang kondisinya stabil dan masih dalam perawatan medis. Namun nahas, alat kelaminnya sudah tidak bisa diselamatkan lagi (mati) karena habis dipotong," jelas dr. Anton.

Saat ini pasien masih terus dipantau secara intensif oleh tim dokter. Jika proses pemulihan fisik berjalan lancar, pasien direncanakan dapat segera dialihkan ke perawatan rawat jalan untuk memulihkan kondisi psikologisnya.

"Mudah-mudahan hari Senin sudah bisa dipulangkan untuk berobat jalan, sambil nantinya dijadwalkan kontrol rutin ke pihak Psikiatri RS Kol. HM Syukur," pungkasnya.

PENTING: JANGAN DITIRU

Tindakan melukai atau membahayakan diri sendiri merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan fatal bagi keselamatan jiwa. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau kecenderungan emosional yang tidak stabil, segera hubungi profesional kesehatan jiwa, psikolog, atau layanan psikiatri di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.(afm)





Artikel Rekomendasi