Maraknya Cyberbullying



Jumat, 18 November 2022 - 13:38:13 WIB



Silvia Lorenza
Silvia Lorenza

Oleh : Silvia Lorenza*



Akhir-akhir ini marak terjadi Cyberbullying di masyarakat, korbannya Sebagian besar adalah para artis. Namun selain mereka banyak juga masyarakat biasa yang menjadi korban cyberbullying. Lalu apa itu cyberbullying ? Cyberbullying adalah perundungan dunia maya atau kejahatan dunia maya. Perundungan yang dilakukan terjadi di media sosial seperti platform chatting, platform bermain game dan platform lainnya. Perundungan yang biasa dilakukan adalah memberikan ujaran kebencian dan pengancaman.

?Cyberbullying tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi anak-anak juga bisa menjadi sasaran cyberbullying. Pelaku dari cyberbullying sendiri banyak yang tidak diketahui, karena menggunakan nama samara dan akun palsu. Oleh karena itu, para pelaku sulit untuk di kenali identitasnya. Mereka biasanya tidak hanya mempunyai satu akun saja, terkadang lebih mereka menggunakan akun tersebut untuk melakukan bully pada orang lain.

?Penyebab dari cyberbullying sendiri belum diketahui pasti, alasan yang digunakan banyak yang tidak masuk akal seperti hanya bercanda dan untuk mencari hiburan. Apalagi saat masa pandemi ini semua warga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di luar rumah, hal ini bisa memicu tingginya alasan tersebut. Walaupun ingin bercanda, tetap harus memperhatikan Batasan dan kata yang kata ujarkan atau ketikan, karena tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama.

?Selain itu ada beberapa alasan lain mengapa melakukan cyberbullying, seperti pernah mengalami bullying di dalam kehidupan nyata. Orang yang pernah mengalami bully sering menjadi pelaku bullyng. Mereka ingin orang lain merasakan apa yang pernah mereka rasakan, dengan kata lain ingin melampiaskan perasaannya. Hal ini menyebabkan mereka memberikan ujaran kebencian terhadap hal yang mereka tidak inginkan, terlebih lagi identitas aslinya tidak di ketahui di media sosial.

Alasan lain adalah ingin menguasai hidup orang lain. Pelaku cendrung memberikan Cyberbullying jika terdapat hal yang tidak dinginkannya. Pelaku berusaha mengontrol orang lain untuk menjadi seperti yang diinginkannya. Ini tidak dibenarkan, karena setiap orang berhak atas hidup dan dirinya sendiri, tidak ada yang bisa mengatur dirinya kecuali dia sendiri.

?Dengan berbagai alasan tersebut, mereka mengira layak untuk melakukan pembullyan. Padahal hal yang telah mereka lakukan telah melanggar nilai-nilai Pancasila. Seperti yang kita ketahui, di dalam Pancasila kita di harus saling menghormati dan menghargai sesama. Menghormati dan menghargai yang dimaksud adalah dengan tidak menjelek-jelekkan, menyebarkan berita yang tidak benar, melakukan pengancaman dan lain-lain. Walaupun tidak saling mengenal, namun jangan sampai kita tidak menghargai haknya sebagai warga negara.

?Selain itu nilai Pancasila lain yang dilanggar adalah kemanusiaan yang adil dan beradap. Para korban Cyberbullying akan merasakan trauma dengan ujaran kebencian. Mental setiap orang tidaklah sama, jika kita mengira hal tersebut adalah candaan maka belum tentu orang tersebut berpikir demikian. Hal ini bisa menyebabkan korban merasa depresi hingga ada yang melakukan bunuh dirii.

?Dengan menyebarnya Cyberbullying, diharapkan masyarakat lebih bijak lagi menggunakan media sosial. Sebaiknya melakukan hal-hal yang positif bagi diri sendiri untuk meningkatkan potensial sendiri dari pada melakukan bully. Lagipula tidak ada gunanya melakukan Cyberbullying, hanya senang sesaat dan penyesalan sedang menunggu.

Jika kita mendapat Cyberbullying, laporkan kepada orang tua atau pihak yang berwajib agar pelaku tidak seenaknya melakukan bully. Untuk menghindari pelaku Cyberbullying hal yang dapat dilakukan adalah tetap tenang, abaikan kumpulkan bukti, laporkan dan blokir pelakunya. Hal ini menjadi Langkah awal untuk mencegah Cyberbullying, dan untuk pelaku jagalah tanganmu agar jangan mengetikkan hal yang menyakiti perasaan orang lain.

 


Penulis adalah : Mahasiswa jurusan keperawatan poltekkes Jambi*



Artikel Rekomendasi