Harga komoditas petani anjlok



Rabu, 16 November 2022 - 15:46:36 WIB



Hikmah Dzofiroh Rasyika
Hikmah Dzofiroh Rasyika

Oleh: Hikmah Dzofiroh Rasyika*

 

 


Petani di sejumlah wilayah di Kecamatan muara Sabak timur, Kabupaten Tanjung Jabung timur kini menjerit.
Ditengah naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta kebutuhan pokok lainnya, masyarakat yang sebagian besar di wilayah ini menggantungkan hidupnya dari hasil kebun, semakin dibuat tercekik karena harga komoditas pertanian seperti kopra, pinang, dan kelapa sawit terus mengalami penurunan. Yang menyebabkan perekonomian warga pun semakin sulit.

Saat ini harga kopra di kecamatan muara Sabak timur, khususnya kabupaten tanjung jabung timur hanya berkisar Rp. 2.600/kg nya. Harga ini terjun bebas, sebab sebelumnya harga kopra di daerah ini sempat mencapai Rp 7.000/kg.
Begitupun juga dengan Pinang yang sebelumnya Rp. 17.500/kg turun ke Rp. 2.500 per/kg
Sementara Kelapa Sawit dari harga Rp. 3.000/kg sekarang hanya di Rp.1.500/kg.

“Kami minta agar pemerintah tak mematok Pajak ekspor yang amat tinggi pada pengusaha kopra, pinang dan kelapa sawit,sebab karena adanya pajak ekspor yang teramat tinggi itu harga hasil pertanian kami dibeli dengan harga murah. Padahal ini adalah mata pencaharian utama kami” ujar pak ambo' salah seorang petani di kabupaten Tanjung jabung timur

"Harga BBM naik, juga kebutuhan pokok lainnya juga naik tapi harga dari hasil kebun kami turun, lantas di mana letak kesejahteraan bagi kami petani ini?" tambah pak ambo'

"Yang pasti kami hanya berharap pemerintah mampu menstabilkan kembali harga komoditas pertanian" imbuhnya

Sementara itu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa kopra adalah salah satu komoditas yang harganya dipengaruhi oleh pasar internasional.

“Kopra ini kan komoditas yang harganya banyak ditentukan oleh internasional. Naik turunnya sebuah komoditas itu sulit diintervensi oleh pemerintah, sama dengan CPO [crude palm oil]/kelapa sawit, sama seperti dulu waktu [harga] sawit jatuh, ya kita, karena itu komoditas internasional, kopra juga sama, karena masuknya sudah masuk ke pasar bebas,” ujar Presiden.

Orang nomor satu Indonesia ini pun menambahkan, tak hanya kopra, sebab harga sejumlah komoditas juga dipengaruhi oleh mekanisme pasar internasional.

Jokowi menjelaskan, harga sebuah komoditas selalu berubah, mengalami kenaikan maupun penurunan. Menurutnya, harga kopra yang sedang turun juga dipengaruhi oleh situasi dunia yang tidak menentu.

“Komoditas itu ada yang naik, ada yang turun. Sekarang yang banyak naik (harga) batu bara, CPO, nikel. Nah, ini pas kopranya turun. Belum tentu nanti akan naik lagi, karena memang situasi dunia tidak pasti,”

Presiden menyebut bahwa ia telah mendengar aspirasi para petani yang mengeluhkan jatuhnya harga komoditas kopra. Untuk itu, Kepala Negara akan mengecek secara detail permasalahannya seperti apa.

Bagi rakyat Indonesia, keadilan adalah hal yang sangat penting. Makna sila ke-5 dalam Pancasila adalah menegaskan bahwasanya keadilan sosial merupakan keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan, baik materil maupun spiritual.
Seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan keadilan dalam bidang ekonomi, sehingga terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia(*)

 

 

 

Penulis: Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jambi jurusan keperawatan*



Artikel Rekomendasi