Investasi Bodong Memakan Banyak Korban



Rabu, 16 November 2022 - 21:02:31 WIB



Oleh : Atika Putri Hindarti*

 

 

 

Di zaman sekarang ini, banyak orang yang melakukan investasi. Biasanya orang banyak berinvestasi pada barang atau property dalam jangka waktu lama dan mendapatkan keuntungan setiap bulannya. Namun, semakin banyak orang yang berinvestasi semakin banyak pula tumbuh investasi palsu atau bodong. Investasi bodong sendiri merupakan investasi dimana para nasabah atau korban di minta untuk menanam modal dalam produk atau bisnis, yang sesungguhnya tidak pernah ada. Para pelaku investasi bodong akan membawa kabur uang korbannya untuk diri sendiri.

Biasanya Pelaku investasi bodong membranding diri mereka dengan baik agar terlihat seperti orang yang sukses. Lalu mulai membujuk korban untuk berinvestasi kepadanya dengan keuntungan yang besar, tanpa perlu kerja. Jadi dengan iming-iming tersebut banyak orang yang tertipu dengan investasi bodong ini. Sebagai contoh, di Jambi sendiri ada kasus dimana kurang lebih 500 orang menjadi korban investasi bodong dengan kedok perkebunan. Namun selain pada barang investasi bodong juga bisa dilakukan pada sejumlah aplikasi, seperti Binomo, Quatekx, Fahrenheit, Viral Blast, DNA Pro, Evotrade dan masih banyak lagi.

Kasus investasi bodong hampir ada di setiap wilayah Provinsi Indonesia. Kasus ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan memakan banyak korban. Investasi bodong termasuk dalam kejahatan, dimana ini tidak sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara. Pelanggaran ini masuk dalam pelanggaran sila ke dua pancasila, tindakan yang dilakukan telah mengambil hak korban. Mereka juga tega menipu tanpa memikirkan perasaan korban dan keluarganya. Penipuan yang dilakukan telah merugikan banyak orang. Pelaku harus di tangkap agar tidak menyebabkan kerugian pada masyarakat luas, dan banyak korban lagi.

Jika sudah lama terjadi, mengapa masih banyak orang yang terkena investasi bodong ? seperti yang baru-baru ini terjadi di Tasikmalaya, belasan orang tertipu investasi bodong. Hal ini merupakan contoh dimana masih banyak masyarakat di luar sana yang masih mudah terpengaruh akan hasil yang instan. Mereka berpikir akan mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Sebagai masyarakat kita perlu untuk mencari tahu apa yang di tawarkan kepada kita, jangan tergiur dengan hasil dan keuntungan yang sesat.

Ada beberapa hal yang membuat masyarakat mudah terjebak dengan investasi bodong yaitu masyarakat ingin mendapat hasil yang cepat tanpa harus berusaha. Rasa malas bekerja dan ingin cepat kaya adalah factor yang menyebabkan hal ini . Masyarakat terlalu percaya pada pelaku sehingga tidak sadar telah menjadi korban penipuan.

Selain itu, melihat pengalaman orang yang telah lebih dulu bergabung. Dengan melihat pengalaman orang tersebut yang mendapatkan uang dengan cepat, masyarakat jadi tergiur dan ingin seperti itu juga. Padahal apa yang terlihat belum tentu yang sebenarnya terjadi, bisa jadi yang orang yang lebih dulu tersebut merupakan anggota dari investasi bodong.

Penyebab lain, dalam masyarat masih rendah tingkat literasi mengenai produk-produk investasi, sehingga mudah tertipu. Ini menjadi pengingat kita sebagai warga masyarakat, untuk mencari informasi terlebih dahulu tentang produk yang ingin diinvestasikan pada kita.

Dengan berbagai kasus investasi bodong yang telah terjadi, masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaannya. Cari informasi terlebih dahulu jika ingin berinvestasi dan produk yang ingin di investasikan, serta jangan tergiur dengan hasil yang cepat namun sesat. Bila ingin berinvestasi bisa berkonsultasi pada keluarga atau kerabat yang lebih memahami tentang investasi, serta jangan terburu-buru untuk berinvestasi.

Jika telah meenjadi korban dari investasi bodong, sebaiknya melapor kepada kantor polisi. Bisa juga mencari sesama korban investasi bodong, agar pelaku investasi bodong mendapat hukuman yang pantas sesuai perbuatannya.(*)

 

 

 

Penulis adalah : mahasiswa jurusan keperawatan poltekkes Jambi



Artikel Rekomendasi