Palestina Yang Masih Terjajah



Sabtu, 12 Juni 2021 - 18:55:12 WIB



Palestina masih dirundung duka dan nestapa hingga saat ini. Kondisi kaum muslim masih terjajah dan terusir dari negeri sendiri. Belum lagi, penyerangan yang tiba-tiba, pengrusakan bangunan, pengambilalihan tanah, pengusiran paksa dan pemenjaaran yang terjadi selama bertahun-tahun. Kondisi yang memprihatinkan, dan membuat ngilu siapa saja yang melihat dan mendengarnya.

Disaat berita Palestina berangsur menghilang, apakah Palestina telah mencapai kedamaian? Apakah gencatan senjata yang dilakukan membuat Israel berhenti menyerang Palestina? Nyatanya tidak, Israel masih memblokade dan menutup perbatasan, para pasien kritis tidak diizinkan melintas untuk mendapatkan perawatan serta korban jiwa yang jatuh karena kebrutalan tentara Israel. Semua ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh diam, menutup mata dan telinga terhadap masalah Palestina.

Dikutip dari pikiran rakyat.com, dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal sekitar satu juta warga Palestina telah ditangkap oleh pasukan Israel sejak perang Timur Tengah tahun 1967. Sekitar 17.000 perempuan dan anak perempuan serta 50.000 anak-anak termasuk diantara mereka yang ditahan. LSM tersebut mengatakan lebih dari 54.000 perintah penahanan administratif dicatat sejak 1967. Sebanyak 226 tahanan tewas di dalam penjara Israel sejak 1967.  Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan juga menyebutkan semua yang ditahan mengalami beberapa bentuk penyiksaan fisik atau psikologis, pelecehan moral, dan perlakuan kejam. Diperkirakan sebanyak 4.500 warga Palestina diyakini ditahan di penjara Israel, termasuk 41 wanita, 140 anak-anak, dan 440 tahanan administratif, menurut data yang dikumpulkan oleh organisasi tentang hak-hak tahanan.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa Palestina tidak sedang baik-baik saja sejak pendudukan Israel disana. Bermula, melalui perjanjian Sykes-Picot 1916 yang membagi wilayah kekuasaan Turki Usmani pasca Perang Dunia I dan Palestina menjadi wilayah perlindungan Inggris. Berikutnya tahun 1917 melalui Deklarasi Balfour yang menjadikan Palestina sebagai tanah air Yahudi. Sejak saat itulah, resmi Yahudi menetap di tanah Palestina. Pada tahun 1947 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusinya membagi wilayah Palestina menjadi 55% milik Israel dan 45% Palestina. Tahun 1948 pun, PBB mengakui Israel sebagai negara berdaulat dengan ibukotanya Tel Aviv. Israel sebuah bangsa kecil yang mendapatkan perlindungan dan dukungan negara adidaya, akhirnya mendapatkan wilayah untuk menetap dengan merampas tanah suci kaum muslim. Setelah peristiwa tersebut, sebagian besar tanah Palestina dikuasai Yahudi Israel dan kaum muslim Palestina semakin kehilangan wilayahnya hingga tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Kemerdekaan yang diinginkan muslim Palestina dan juga umat islam diseluruh dunia nyatanya tidak akan berhasil. Sudah ada sekitar 131 resolusi untuk Palestina yang dikeluarkan PBB melebihi untuk negara lain. Nyatanya, resolusi ini tidak berefek sama sekali sampai sekarang. Palestina tetap diduduki, diusir, dijajah, banyak pembunuhan dan sebagainya. Malah, PBB sendiri yang mengeluarkan resolusi untuk membagi tanah Palestina dengan Yahudi Israel. Jadi, berharap PBB untuk menyelesaikan ibarat jauh panggang dari api. Lalu, pada siapakah kita berharap masalah Palestina akan selesai? Apa yang bisa kita lakukan sebagai pemuda muslim?

Dalam pandangan islam, tanah Palestina (Syam) adalah tanah milik kaum muslim. Di tanah ini berdiri Al-Quds yang merupakan lambang kebesaran umat islam dan menempati posisi yang sangat mulia yakni kiblat pertama umat islam serta tanah para nabi. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Para nabi tinggal di Syam dan tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri disana.” (HR. at-Tirmidzi).

Mengulik sejarah, maka membuktikan bahwa tanah Palestina ditaklukan oleh umat islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Tercatat bahwa Syam (Palestina adalah bagian di dalamnya) pernah dikuasai Romawi selama tujuh abad. Rasulullah saw. beserta para sahabat menggaungkan cita-cita agung untuk merebut Syam dari Imperium Romawi. Perjuangan panjang dan melelahkan tersebut menuai hasil pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab ra.

Sayang, setelah dikuasai kaum muslim sekian abad pada masa kepemimpinan Abbasiyah, Paulus Urbanus II menyerukan Perang Salib dan tahun 1909 pasukan Salib menaklukan Al-Quds. Perang tersebut membantai sekitar 30.000 warga Al-Quds dengan sadis tanpa memandang wanita, anak-anak dan orang tua. Kemudian, tahun 1187 Shalahuddin al-Ayyubi sebagai komandan pasukan muslim berhasil membebaskan Al-Quds dari pasukan Salib yang telah diduduki selama sekitar 88 tahun.

Kini, Palestina menunggu generasi masa depan yakni generasi pembebas yang akan membebaskan tanah Palestina dari penjajahan Israel seperti Khalifah Umar Bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi. Siapa yang akan mewujudkan semuanya jika bukan pemuda muslim?

Pemuda muslim, jangan pernah lelah untuk membela Palestina. Jangan pernah berhenti menyuarakan Palestina. Gemparkan dan sampaikan di dunia maya serta semangat beraksi di dunia nyata. Ikutlah berjuang dalam barisan dakwah. Bersama jamaah yang menaati syariah serta mengembalikan penerapan kembali syariah islam kaffah dalam kehidupan. Istiqomahlah dalam mengkaji islam kaffah dan jadilah garda terdepan pembebas Al-Aqsha. Wallahu’alam

Salamatul Fitri

Aktivis Dakwah Kampus

 

 

 

 

 

 

 





Artikel Rekomendasi