Respon Aksi Terorisme Makassar Dan Mabes Polri, DPK Trituntas Unja : Jangan Terprovokasi



Jumat, 02 April 2021 - 09:51:19 WIB



JAMBERITA.COM- Insiden ledakan bom bunuh diri terjadi disekitar gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan. Minggu, (28/03/2021), pukul 10.30 Wita.

Akibat insiden tersebut belasan orang luka – luka dan 2 orang terduga sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut dinyatakan tewas.

Tiga hari berselang seorang wanita berinisial ZA (25) terduga teroris melakukan penyerangan ke Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021). Penyerangan tersebut dilakukan dengan melancarkan penembakan kepada pihak Mabes Polri.

Akibatnya, wanita yang melakukan penembakan tersebut dinyatakan tewas akibat baku tembak yang terjadi.

Menanggapi peristiwa tersebut, DPK Trituntas Unja Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jambi menggelar acara doa bersama yang dilaksanakan bersamaan dengan rapat kerja komisariat di Pendopo Universitas Jambi Kamis, (1/4/2021).

Dalam kata sambutannya Ketua Komisariat DPK Trituntas Unja Ados Sianturi menyampaikan bahwasanya tindakan intoleran seperti terorisme merupakan tindakan amoral yang menciderai kemanusiaan.

“Segala tindakan intoleransi dalam bentuk apapun itu harus dengan tegas kita tolak. Terlebih aksi terorisme yang mencuat dalam beberapa hari ini. Aksi terorisme merupakan tindakan keji yang secara jelas dapat menciderai kemanusiaan.” Ungkapnya.

“Kita sebagai mahasiswa yang juga sebagai agent of control tidak bisa tinggal diam akan hal ini. Sebagai kaum nasionalis kita tak boleh terprovokasi oleh isu – isu publik yang berpotensi merongrong spirit kebhinekaan. Tetap wujudkan toleransi, gaungkan semangat persaudaraan sekalipun banyak perbedaan”. Tambahnya.

Dalam kesempatan lain, salah seorang peserta rapat menyampaikan kepada forum bahwasanya aksi terorisme yang terjadi baru-baru ini jangan sampai menimbulkan sentimen terhadap agama lain.

“Aksi terorisme ini tidak diajarkan dalam agama manapun. Semua agama mengajarkan hal-hal yang baik. Akan tetapi dalam setiap agama pasti ada oknum yang berpikiran sempit dan rawan terkena doktrin – doktrin sesat yang mengatasnamakan agama yang dapat mewujud pada tindakan radikal seperti yang tejadi sekarang ini.” Ujar salah seorang peserta yang akrab disapa Dicky.

Lebih lanjut, DPK GMNI Trituntas Unja berharap pada pihak kepolisian untuk bersungguh – sungguh mengusut masalah ini sampai tuntas ke akar – akarnya. DPK GMNI Trituntas Unja juga mengajak semua generasi muda khususnya mahasiswa untuk konsisten merawat perbedaan sebagai kekayaan dalam bingkai persatuan. Dalam hal ini melalui hasil rapat kerja,DPK GMNI Trituntas berfokus pada kegiatan yang bertajuk nasionalisme.





Artikel Rekomendasi