SAH Ajak Masyarakat Jalin Ukhuwah Islamiyah Memperkuat Jati Diri Bangsa



Jumat, 02 April 2021 - 07:31:09 WIB



Sutan Adil Hendra
Sutan Adil Hendra

JAMBERITA.COM- Kepedulian seorang Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) terhadap rasa persaudaraan (Ukhuwah) sesama umat Islam terus disuarakan dalam berbagai kesempatan.

Seperti dalam kajian Malam Jumat (1/4) di kediamannya kemarin, Anggota Fraksi Partai Gerindra yang akrab disapa Pak Haji ini menyoroti potensi terbesar bagi kemajuan umat Islam di negeri ini yang harus dibangun terus menerus, yakni ukhuwah untuk membangun kesatuan umat. 

"Keberagaman paham dan golongan tak perlu dicemaskan dan sebaliknya bisa juga menjadi kekuatan jika jiwa ukhuwah ditanamkan guna membangun kemajuan bersama. Tanpa harus terjebak pada eksklusivisme naif, ikhtiar membangun ukhuwah Islamiyah yang kokoh demi meraih kekuatan bersama umat Islam menjadi niscaya. Jika umat bersatu, bangsa pun menjadi kokoh," ungkapnya dihadapan puluhan masyarakat yang hadir. 

Selanjutnya, legislator yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini menukil kisah sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam perang Uhud yang memberi pelajaran berharga, betapa umat Islam sekuat apa pun potensinya manakala lengah, tidak bersatu, dan mudah tergiur imbalan-imbalan duniawi maka muaranya, yakni kekalahan. 

Sebaliknya, menurut Ketua DPD HKTI Jambi ini, jika selalu waspada, tidak tergoda pesona harta dan tahta serta bersatu maka akan meraih kemenangan. Tahta dan harta itu penting bagi kemajuan, namun manakala salah memperolehnya dan saling berebut maka akan menjadi fitnah.

Sehingga, menurut SAH agenda membangun ukhuwah Islamiyah sesama kaum Muslim memang sudah lama dirintis dan tak henti diikhtiarkan. Namun, penting ditarik ke ukhuwah yang lebih substantif, yang berbasis pada kekuatan iman, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Hujurat ayat 10, "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." Umat Islam itu laksana satu tubuh. Satu bagian saling berhubungan. Jika bagian anggota sakit, yang lain ikut sakit.

"Di atas kertas dalam ujaran-ujaran verbal dan relasi formal memang semangat ukhuwah Islamiyah di tubuh umat Islam di negeri ini terasa kuat. Berbagai forum diselenggarakan dan menjadi ikatan bersama. Namun, dalam praktik sering tidak mudah mengikat ukhuwah yang kuat, terutama ketika dihadapkan pada godaan-godaan ghanimah. Jabatan politik sering menjadi batu sandung. Ketika ada kepentingan yang sama umat bersatu, begitu berbeda mudah sekali pecah kongsi. Tatkala satu golongan memperoleh kursi kekuasaan, sulit saling berbagi, bahkan tidak jarang menegasikan dan menghabisi," ungkapnya. 

Oleh karena itu, SAH mengajak umat untuk terus memperbaiki kualitas ukhuwah sesama umat, jangan mudah pecah sebagaimana berulang terjadi dalam banyak peristiwa di negeri ini. Maka ikhtiar membangun ukhuwah Islamiyah yang berbasis iman menjadi semakin penting untuk dibudayakan di seluruh lingkungan umat Islam, tandasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi