Optimalisasi Manajemen Home Industri Brownis Tangkit di Masa Pandemi



Rabu, 02 September 2020 - 21:15:57 WIB



Oleh: Egi Alam Saputra*

 


                 
Wabah Covid-19 membuat sektor ekonomi dan dunia usaha indonesia begitu terpukul, lantas banyak pelaku usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) kelimpungan menghadapi bisnisnya yang terhambat dan bahkan mungkin ada sebagian usaha indutri tidak beroperasi sementara waktu. Terkususnya keadaan UMKM provinsi jambi, Pemerintah provinsi jambi berusaha mendorog para pelaku UMKM di Bumi Sepucuk jambi sembilan lurah menggunakan digital untuk memajukan usaha di era serba digital ini.

Pemerintah provinsi jambi menerangkan, pemerintah daerah harus memulai tahapan baru di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, termasuk jambi. Pasalnya , problamatika ekonomi saat ini tidak dapat dipisahkan dari wabah Covid-19. Ditambahkannya saat ini UMKM di Indonesia khususnya yang ada di provinsi jambi harus bisa mengatasi perlambatan prekonomian akibat pandemi, Rabu (24/6),

Pandemi berdampak terhadap semua sektor ekonomi termasuk usaha makanan dan minuman   tak terkecuali kue brownis kas tangkit jambi. Berbicara dengan salah satu Pemilik usaha UMKM home industri brownis daerah tangkit  sang pemilik adalah ibu yani, beliau telah menekuni bisnis kue ini hampir 2 tahun lebih, usaha kue brownis tangkit ini dahulu ternyata hanya memperjualkan brownis kukus biasa. Tetapi karana resepnya yang enak kini brownis tangkit bisa menghabiskan 100 lebih loyang kue hanya dalam satu hari. Jika hari besar seperti idul fitri kue brownis tangkit ini bisa mendapatkan pesanan 2xlipat dalam biasanya. Walaupun sudah banyak pengusaha yang menggeluti usaha ini, tapi ibu yani tetap optimis dan menekuni dan mencoba kreasi baru, seperti kue brownis tangkit ini tidak seperti kue brwonis biasanya karena memiliki tekstur yang lembut dan isinya yang bikin lumer dimulut sehingga bikin nagih yang mencobanya.

Namun tak semua yang dijalani ibu yani selalu lancar ada saatnya usaha ini dalam keadaan yang tidak menguntungkan seperti disaat mulainya covid-19 masuk kewilayah indonesia khususnya kota jambi beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat terkususnya jambi untuk mengurangi persebaran virus covid-19,
 PSBB(Pembatasan Sosial Berskala Besar) adalah suatu langkah bijak  yang diambil pemerintah untuk penanganan Covid-19  ini yang mana sesuai PP no 21 Tahun 2020 bahwasannya PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi covid-19.

PSBB di indonesia diterapkan perwilayah provinsi, kabupaten atau kota sesuai dengan tingkat persebaran atau tingkat keterdampakan dari covid-19 terhadap daerah. Sesuai dengan permenkes atau peraturan menteri kesehatan No. 9 tahun 2020 yang mengatur tentang penetapan PSBB di wilayah provinsi, kabupaten atau kota. Selama PSBB ada beberapa pembatasan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah seperti aktivitas sekolah, keagamaan , tempat umum atau segala bentuk kegiatan yang menghimpun perkumpulan.

Secara tidak langsung dengan keadaan tersebut  telah menghambat sektor industri UMKM salah satunya adalah home industri kue Brownis tangkit yang dijalani oleh ibu yani, selalu ada pengurangan pesanan dari customer nya saat pandemi bahkan tidak bisa berpergian ke krumunan karna ada kebijakan PSBB dari pemerintah saat itu , tantangan prkonomian saat ini sangatlah berat . masyararkat berada dalam kondisi  wasapada dan hati-hati dengan membatasi berpergian dan konsumsi, tentunya hal ini berimbas kepada tranksaksi jual beli yang dilakukan ibu yani.

“biasanya sebelum adanya pandemi, binis kue saya sangat  lancar banyak pesanan yang saya siap keep order bahkan saya mengirim via travel ke berbagai kota seperti palembang, bangko, bungo, Tebo, dan berbagai kota lainnya kepada customer dan reseller saya setiap harinya, namun adanya kebijakan PSBB waktu itu saya membatasi tranksaksi jual beli saya turun sampai 50% “ ujarnya

Untuk dapat bertahan dalam masa penuh tantangan ini, ibu yani selaku pemilik usaha harus beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi lewat strategi baru, inovasi baru dan manajemen  bisnis yang baru melalui digital marketing

Pemilik usaha brownis ini melakukan strategi dan inovasi baru dengan menggunakan media online seperti Marketplace, instagram ADS dan Facebook ADS. Semua promosi pemasaran dilakukan secara media online serta pemesanan melalui Grabfood , beliau juga membuat iklan brownis yang menarik agar bisa menarik lebih banyak peminat saat mempromosikan di media, Alhasil siapa sangka justru membawa perubahan yang signifikan dalam usahanya, kini kue brownis tangkit bisa mendapatkan pesanan yang lebih tinggi hingga mencapai 90% dari biasanya ibu yani sangat bersyukur walau di landa pandemi ia tetap bisa melakukan penjualan dengan sebaiknya melalui digital marketing dan mendapat bantuan dari ACT(aksi cepat tanggap) kota jambi

Ibu yani melakukan inovasi baru dengan digital marketing pada saat mengikuti kegiatan diskusi online Forum daerah UMKM yang diselenggarakan oleh Kepala Ekonomi PT Bank Negara Indonesia(persero) dan kepala BNI memberi tips-tips bagi UMKM agar dapat bertahan di tengah tekanan pandemi covid-19. Tips-tips tersebut disampaikan dalam acara  diskusi Online forum daerah Update UMKM, Berdasarkan ke ikutan serta forum diskusi tersebut ibu yani mendapatkan manfaat baru dalam menjalankan bisnisnya dikala pandemi seperti manajemen baru dan inovasi baru berikut beberapa tips yang ibu yani sampaikan dalam mempertahankan bisnisnya di era pandemi

Inovasi produk berdasarkan kebutuhan

Menciptakan inovasi produk berdasarkan kebutuhan adalah salah satu strategi bisnis di tengah pandemi seperti pelaku bisnis makanan beralih menyediakan catering hingga frozenfodd yang dapat disimpan sebagai stok bagi para pelanggannya . intinya, fleksibelitas produk adalah segalanya! Dengan memahami kebutuhan pasar yang sedang meningkat, dan berinovasi anda akan lebih mudah mempertahakan kelangsungan bisnis di tengah pandemi ini

Tetap perhatikan standar kualitas produk

Pilihan menghadirkan paket ekonomis di tengah pandemi marak dilakukan oleh berbagai pelaku binis. Daripada itu, standar dan kualitas produk perlu di perhatikan mulai dari penggunaan bahan baku, proses produksi, pengecekkan produk, hingga packaging tetap steril dan aman sebelum dikirimkan ke konsumen. Hal ini dilakukan agar  produk tetap diterima baik oleh konsumen.

Lakukan tranksasi penjualan online melalui Digital marketing
    untuk menghindari penyebaran virus, bisnis online adalah cara tepat dalam melakukan penjualan bahkan banyak pelaku binis offline beralih ke bisnis online digital marketing seperti promosi melalui instagram, facebook dan melakukan iklan sponsor secara bersekala besar menurutnya binis online adalah cara tercepat menaikkan signifikan penjualan secara cepat dan akurat bahkan bisa melakukan promosi penjualan dengan jarak jauh

“ibu yani mengatakn , pelaku usaha harus mampu menangkap sekecil apapun peluang yang hadir, untuk ditransformasikan menjadi ide strategi bisnis. Inovasi harus dilaukan melalui dari sisi produksi sampai dengan pemasarannya, selalu ada peluang yang hadir dalam setiap kondisi, termasuk wabah sekalipun kuncinya berada pada kejelian pelakuusaha dalam mengindentifikasi tren,perkemangan,kebutuhan dan keinginan pasar” ujarnya

Wabah covid-19 ini tidak hanya akan berdampak  pada masyarakat.semua bisnis di berbagai sektor, besar maupun kecil, akan menerima dampak secara langsung dan tidak langsung dan tentu semua bisnis harus menyiapkan rencana kontingensi  dalam menghadapi krisis pandemi masa depan dari segi digitalis proses bisnis,merencanakan cash flow yang lebih kuat dan memperkuat rantai pasokan. Untuk mengoptimalkan manajemen bisnis dibutuhkan ide baru dan inovasi baru bersamaan dengan maraknya pandemi seperti melakukan perubahan ke bisnis online agar dapat mengurangi dampak penyebaran wabah covid selain itu bisnis online sangatlah berpengaruh terhadap sektor home industri untuk mendapatkan perkembangan penjualan yang signifikan. Semoga lambat laun wabah dapat berkurang agar pertumbuhan sektor ekonomi kembali pulih sesuai apa yang diharapkan pemerintah dan masyarakat tentunya harus adanya kesadaran pentingnya protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah.(*)



Penulis adalah: Mahasiswa Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN STS Jambi*



Artikel Rekomendasi