Potensi Pengembangan Industri Meubel Di masa Pandemi



Senin, 31 Agustus 2020 - 15:58:57 WIB



Ilustrasi
Ilustrasi

Oleh: Riko Agustian*


Badai krisis ekonomi melanda hampir di seluruh negara di dunia akibat pandemi Covid-19, salah satunya Indonesia. Di dalam negeri, hal ini ditandai dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi kuartal II di angka 5,32 persen secara tahunan. Wabah Covid-19 yang tak kunjung membaik membuat beberapa sektor industri terpaksa merumahkan karyawan. Tak terkecuali industri meubel. Himpunan Industri meubel dan kerajinan indonesia (Himki) menyebut setidaknya sebanyak 280.000 tenaga kerja di sektor meubel berpotensi di-PHK apabila pandemi ini tidak segera berakhir.

Kementrian perindustrian menambahkan, bahwa terus medorong industri meubel untuk terus tumbuh selama pandemi Covid-19. Sebab,selama ini sektor manufaktur mampu memberikan sumbangsih cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia. “Salah satu sektor tersebut adalah industri meubel dan furniture, lantaran berorientasi ekspor dan padat karya. Kami melihat telah menjadi kebanggan bagi bangsa, dengan mampu menghasilkan produk-produk yang klasifikasinya high-end, “ ujar menteri perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterengan tertulis, senin (22/6)

Kemudian, berbincang dengan salah satu pemilik usaha meubel pak Marsidin yang berada di tangkit lama, Muaro Jambi. Beliau menuturkan bahwa selama pandemi Covid-19 melanda, pendapatan atau pemesanan barang mulai dari lemari, meja, kursi dan konsen jauh turun drastis sehingga beliau mencari alternatif untuk dipasarkan, tentunya dengan pengembangan desain dan inovasi agar mampu bertahan di masa pandemi.

Namun, beliau menceritakan tentang perubahan permintaan pasar yang begitu cepat, ketidakstabilan bahan serta langkanya akses kayu untuk mengolah menjadi sebuah meubel. Itu semua merupakan sesuatu yang sulit diprediksi namun bisa membawa dampak atau pengaruh besar terhadap usaha meubel yang dijalankan dimasa pandemi Covid-19. Karna ketidakpastian ini, banyak pebisnis lebih mementingkan perencanaan jangka pendek yang kemudian melupakan visi jangka panjang.

Tentunya ia optimis akan dapat bertahan karna mampu menyesuaikan permintaan pasar yang berubah, dimasa pandemi ini cendrung permintaan meningkat mulai dari trennya pot dan rak bunga yang berasal dari bahan kayu serta perabotan rumah tangga yang digandrungi kaum hawa. “Ujar pak Marsidin dalam tantangan dan upaya yang dihadapi dimasa pandemi.

Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini merupakan krisis yang sangat berat namun ada optimisme baik dari sektor pemerintah maupun pelaku industri untuk dapat melewati krisis ini. Beberapa penyesuaian tentunya harus dilakukan dengan lebih baik lagi yang berada di tataran kebijakan termasuk penerapan protokol kesehatan yang harus disegerakan. Untuk merealisasikan optimisme tersebut perlu adanya kerjasama dan sinergi lintas sektor.
Berdasarkan hal tersebut, ada beberapa upaya dalam mengembangkan potensi industtri meubel dimasa pandemi Covid-19 :

Strategi Pemasaran

Memiliki industri yang baik saja tidak cukup apabila kurang di dalam memasarkan usaha. Setiap pemilik industri wajib mencari tahu dan memiliki sistem perencanaan yang baik. Tidak hanya membangun kesadaran agar produk atau usaha mencapai lebih banyak target pasar, namun juga bagaimana menciptakan permintaan yang lebih banyak. Sebelum menciptakan produk atau menjual barang, diperlukan riset yang menjadi referensi sehingga produk atau usaha yang diciptakan menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi dan tepat sasaran.

Memanfaatkan Media Sosial

Media sosial merupakan salah satu cara paling efektif untuk memasarkan produk dikala pandemi ini. Melalui media sosial, kita dapat menjangkau lebih banyak orang untuk mengetahui produk-produk yang ditawarkan yang mungkin tidak dapat dijangkau dengan media iklan lain. Kesadaran akan pentingnya media sosial bagi pertumbuhan bisnis dapat lebih banyak menarik konsumen dan meningkatkan popularitas produk yang ditawarkan

Melakukan Inovasi

Melakukan inovasi bisnis juga merupakan salah satu strategi untuk menaikan omset penjualan, saat berupaya untuk melakukan inovasi dalam bisnis, pahami dulu perkembangan permintaan pasar sehingga inovasi yang dilakukan dapat menarik konsumen yang mengikuti tren pasar berubah-ubah dikala pandemi Covid-19.(*)



Penulis adalah: Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam UIN sts Jambi*



Artikel Rekomendasi