JAMBERITA.COM - Dugaan main mata pata proses seleksi calon kepala desa di Tanjab Barat mulai dapat sorotan dari wakil rakyat di Gedung DPRD Tanjabbar.
Suprayogi Syaiful anggota DPRD Tanjabbar menegaskan panitia pilkades harus bertindak profesional, jangan sampai berat sebelah memperlakukan calon.
"Panitia harus profesional, jangan panitia pilkades menerima titipan dari orang punya kepentingan," kata Syufrayogi Syaiful di Gedung DPRD Tanjabbar, Kamis (3/10/2019).
Disinggung mengenai adanya dendam politik penguasa terkait tumbangnya banyak pertahana, politisi muda Partai Golkar ini mengatakan bisa saja kemungkinan itu terjadi.
Pasalnya, kata Syufrayogi, kepala desa merupakan ujung tombak penguasa, apalagi saat ini hingga beberapa tahun kedepan merupakan tahun politik.
"Bisa saja, saat ini kan tahun politik, jadi kades bisa jadi ujung tombak kemenangan para calon nantinya," tegasnya.
Perlu diketahui, setidaknya ada 3 pertahana yang tumbang dalam tes tertulis yakni Mudasir desa Sungai Paur Kecamatan Renah Mendaluh, Budi Irsandi, SE Desa Teluk Pengkah Kecamatan Tebing Tinggi, Syaripah, BA Desa Bramitam Raya.
"Agak aneh juga masa iya, sarjana dan incumbent atau petahana bisa kalah ujian tertulis dengan calon yang lulusan paket C," ujar sumber kepada Jamberita.com.
Seperti diketahui, pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) tahun 2019 ini akan mengadakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 56 desa dari 114 desa yang ada.
Pilkades tersebut akan diselenggarakan pada 17 Oktober 2019 mendatang. (Henky)
Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Perubahan Atas Perda Pajak dan Retribusi Daerah Tanjabbar
Bupati Anwar Sadat: Pariwara Kreatif, Perkuat Pesan Budaya Antikorupsi Tata Kelola Pemerintahan
Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Penting di Lingkup Pemkab Tanjab Barat
Jadi Keynote Speaker di Seminar Nasional, Bupati Safrial Harapkan Penelitian Aplikatif
Al Haris Ingatkan OPD Pemprov Jambi Jangan Terlena Atas Predikat WTP 14 Kali Berturut



