Oleh: lham Irawan
HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 Hijriyah atau bertetapan dengan 5 Februari 1947 M. Prof. Drs. Lafran Pane adalah sosok pendiri Organisasi tertua di indonesia ini yang bertujuan untuk menjaga Keutuhan NKRI, Mempertinggi derajat rakyat indonesia dan mensyiarkan agama Islam.
Gelar Pahlawan Nasional yang diberikan oleh negara melalui Presiden Joko widodo pada November 2017 lalu menegaskan bahwa kontribusi beliau (Lafran pane) terhadap bangsa ini sangatlah besar.
Artinya sejarah beliau bukan hanya dikenang oleh lingkungan Keluarga besar HMI,. Tapi juga eksis di mata seluruh rakyat Indonesia.
Berkat organisasi yang beliau dirikan ini, Indonesia telah banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat mulai dari cendikiawan, politisi, enterpreneur, akademisi dan lain-lain.
Bagaimana kemudian Potret Kader HMI hari ini ?
Penulis melihat bahwa ada pergeseran nilai di tubuh kader-Kader, Kenapa? Spirit Keummatan dan kebangsaan yang digagas Lafran pane sudah mulai luntur.
Aktualisasi Nilai-nilai keIslaman tidak lagi dipertontokan. Karena terjebak didalam simbolisasi organisasi dan nama besar Himpunan ini. Tradisi keintelektualanyang memudar, miskin narasi, dan kering ide dan gagasan.
Belum lagi ketidakmampuan dan kedewasaan Kader-kader HMI membendung tekanan dari pihak Eksternal yang cenderung mempunyai kepentingan jangka pendek.
Pertanyaannya hari ini adalah apakah kemudian HMI masih mempunyai masa depan?
Seperti apa yang disampaikan Lafran Pane pada sambutan dies natalis HMI ke- 22 di Yogyakarta bahwa yang membedakan HMI dengan organisasi mahasiwa lainnya adalah perkaderan, itulah ciri khas dari HMI.
Tugas kita sebagai kader hari ini adalah bagaimana spirit beliau yang harus terus dijaga. bagaimana kemudian semua elemen yang ada di lingkungan HMI, terus menjaga dan merawat Perkaderan dengan tujuan membangun dan menggerakkan sebuah peradaban.
Dengan itulah Eksistensi HMI akan tetap ada di masa yang akan datang.
Di usia HMI yang ke 72, jadikan ini momentum untuk mulai berikhtiar demi masa depan himpunan ini yang lebih cerah.
Jadikan independensi dan objektivitas sebagai sebuah kerangka untuk membentuk pola pikir dan pola sikap dalam mengaktualisasikan tujuan HMI.
Selamat Milad ke- 72 Himpunanku , Himpunanmu, Himpunan kita semua. Semoga perjuangan kita selalu dalam lindungan-NYA dan semata-mata mengharap Ridho-NYA.
Yakin Usaha Sampai.
*Ketua Umum HMI Cabang Sarolangun periode 2018-2019
Perkuat Pelaporan - Program Kekayaan Intelektual, Kadiv Yankum Jambi Datangi DJKI Kemenkum RI


