JAMBERITA.COM– Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H.A.R. Sutan Adil Hendra, M.M., yang dikenal luas sebagai bapak beasiswa Jambi menegaskan enam pesan penting kepada seluruh peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra Provinsi Jambi Tahun 2026 saat menutup kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta di Sei Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
SAH menekankan bahwa berakhirnya diklat bukanlah akhir dari tugas perjuangan, melainkan awal bagi para anggota Laskar Gerindra untuk menerapkan kedisiplinan, loyalitas, dan nilai-nilai organisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan dan pelatihan tidak cukup diukur dari selesainya kegiatan, tetapi harus terlihat dari perubahan sikap, kualitas kader, dan manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.
“Masyarakat tidak menilai kita dari banyaknya materi yang diikuti. Masyarakat menilai perubahan sikap dan manfaat yang kita berikan setelah kembali,” tegas SAH dalam sambutan penutupan Diklat Laskar Gerindra 2026.
Di hadapan para peserta, pengurus partai, instruktur, dan jajaran panitia, SAH menyampaikan enam pesan utama yang harus menjadi pedoman seluruh anggota Laskar Gerindra setelah kembali ke wilayah masing-masing.
Pertama, melapor dan berkoordinasi dengan struktur organisasi. SAH meminta peserta menyampaikan hasil pembelajaran kepada struktur Partai Gerindra di wilayah masing-masing. Komunikasi antarkader harus tetap terjaga, tetapi pelaksanaan tugas wajib mengikuti jalur koordinasi dan pembagian tanggung jawab organisasi yang jelas.
Kedua, mempertahankan disiplin. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan yang dibangun selama diklat tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. Ketepatan waktu, penyelesaian amanah, kerapian, dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi kebiasaan dalam menjalankan tugas organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ketiga, membangun kekompakan dan loyalitas melalui kerja nyata. SAH mengingatkan agar seluruh anggota menghindari perselisihan pribadi yang dapat mengganggu soliditas organisasi. Apabila muncul persoalan, penyelesaiannya harus mengedepankan musyawarah, data, dan mekanisme organisasi, bukan membawa konflik internal ke media sosial untuk mencari dukungan sesaat.
Keempat, hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurut SAH, Laskar Gerindra harus mampu menunjukkan kepedulian melalui tindakan konkret. Di antaranya membantu warga yang membutuhkan, mendukung kebersihan lingkungan, menjaga ketertiban kegiatan masyarakat, membantu penanganan keadaan darurat sesuai kemampuan dan arahan petugas berwenang, serta menyalurkan aspirasi masyarakat melalui jalur yang tepat.
Kelima, menjaga nama baik Partai Gerindra dan Laskar Gerindra. SAH secara tegas mengingatkan agar atribut dan identitas organisasi tidak digunakan untuk menekan, menakut-nakuti, ataupun mencari keuntungan pribadi. Ia menilai kehormatan organisasi dan kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui perilaku yang bertanggung jawab dan sesuai aturan.
Keenam, teguh membela perjuangan Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. SAH menegaskan pentingnya loyalitas kader terhadap Presiden Prabowo Subianto sekaligus komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan partai. Baginya, perjuangan Gerindra harus diwujudkan melalui perjuangan untuk menegakkan kebenaran, keadilan, kejujuran, dan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai kader, kita harus tegak lurus dalam satu komando dan mengawal program Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto. Tegak lurus berarti taat pada keputusan organisasi yang sah, bekerja sesuai hukum, dan melaksanakan tugas dengan tertib. Mengawal berarti membantu agar program pemerintah memberi manfaat kepada rakyat,” tegasnya.
Diklat Harus Melahirkan Kader yang Lebih Matang
SAH berharap enam pesan tersebut tidak sekadar menjadi materi penutupan, tetapi benar-benar diterapkan oleh seluruh anggota Laskar Gerindra dalam menjalankan tugas organisasi dan pengabdian di tengah masyarakat.
Ia menilai, kekuatan partai tidak hanya terletak pada besarnya jumlah kader, tetapi juga pada kemampuan menjaga persatuan, kedisiplinan, loyalitas, dan kepercayaan publik.
Karena itu, seluruh peserta diharapkan mampu membawa semangat baru setelah mengikuti diklat, memperkuat koordinasi dengan struktur partai, serta meningkatkan kualitas pengabdian di daerah masing-masing.
SAH turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, instruktur, pelatih, panitia, dan pihak-pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
“Bawalah pulang pengetahuan, pengalaman, persaudaraan, dan tanggung jawab yang Saudara peroleh. Tunjukkan bahwa diklat ini melahirkan kader yang lebih tertib, lebih matang, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Penutupan Diklat Laskar Partai Gerindra Provinsi Jambi Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan soliditas kader. Melalui enam pesan tersebut, SAH menegaskan bahwa loyalitas organisasi harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan, kepatuhan terhadap hukum, serta pengabdian nyata bagi rakyat dan pengawalan terhadap program Presiden Prabowo Subianto.(*)
SAH Tutup Diklat Laskar Gerindra 2026, Tekankan Enam Pesan Penting untuk Kader
Sukses Gelar Diklat Laskar Gerindra 2026, SAH Perkuat Kaderisasi dan Soliditas Kader di Jambi
Pansus I Benarkan Soal Penawaran 7 Persen PI Migas, Tapi Minta PT JII Jelaskan Secara Resmi
IW Apresiasi Pansus I hingga Kesepakatan 7 Persen PI Migas, Dorong Percepatan Persetujuan Menteri
Pemprov Jambi Bahas Persiapan Tuan Rumah Harkodia, Siap Terima Tamu 10 Provinsi di Wilayah Sumatera

