Zulva Fadhil Bawa Cerita Pemberdayaan Batang Hari ke Jakarta



Kamis, 08 Oktober 2026 - 20:20:43 WIB



JAMBERITA.COM– Sebuah program pemberdayaan masyarakat tak selalu lahir dari ruang rapat atau tumpukan dokumen kebijakan. Di Kabupaten Batang Hari, gagasan itu justru tumbuh dari percakapan sederhana, kunjungan ke tengah masyarakat, hingga mendengarkan curahan hati para ibu.

Cerita tersebut dibawa Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari, Bunda Zulva Fadhil, saat menjadi pembicara dalam Mata Lokal Fest 2026 yang digelar di Thamrin Nine Ballroom, Chubb Square, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Di hadapan peserta, Zulva membagikan pengalaman mengenai “Rumah Bunda”, sebuah inisiatif yang hadir sebagai ruang pengaduan, pendampingan, sekaligus jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan dan solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Bagi Zulva, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak cukup hanya diukur dari keberadaan program maupun kebijakan yang dibuat. Ukuran paling penting adalah sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam berbagai kunjungan dan dialog bersama warga, Zulva menemukan bahwa banyak persoalan yang dihadapi ibu-ibu tidak selalu langsung terlihat. Ada masalah yang baru muncul ketika mereka diberi ruang untuk berbicara, didengarkan, dan merasa nyaman untuk menyampaikan apa yang selama ini dipendam.

Dari obrolan ringan dan mendengarkan suara hati masyarakat itulah, kebutuhan terhadap sebuah ruang bersama mulai terlihat.

Sebuah tempat untuk menyapa. Sebuah ruang untuk mendengar. Dan sebuah pintu untuk mencari jalan keluar. 

“Rumah Bunda” menjadi upaya untuk menghadirkan ruang tersebut lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya datang untuk menyampaikan persoalan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan diarahkan kepada layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kehadiran Zulva di Mata Lokal Fest 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman tersebut ke ruang yang lebih luas.

Dalam sesi Next Way Lab, Zulva berbagi bagaimana pendekatan yang dekat dengan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam membangun program pemberdayaan yang benar-benar hidup dan dibutuhkan.

Baginya, pemberdayaan bukan sekadar menghadirkan program untuk masyarakat, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki tempat untuk didengar.

Sebab, terkadang solusi atas sebuah persoalan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

Ia bisa bermula dari sebuah kunjungan, percakapan sederhana, atau seseorang yang bersedia duduk dan mendengarkan.

Dari sanalah Rumah Bunda tumbuh—menjadi ruang bagi masyarakat Batang Hari untuk menyampaikan cerita, mencari pendampingan, dan menemukan jalan menuju solusi.(*)





Artikel Rekomendasi