JAMBERITA.COM– Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menilai Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang menyiapkan pondasi penting bagi kemajuan Indonesia melalui pembenahan tata kelola ekonomi nasional, penguatan kemandirian, serta pengelolaan sumber daya alam yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurut SAH, salah satu tantangan besar Indonesia adalah memastikan kekayaan sumber daya alam tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu, tetapi mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Presiden Prabowo sedang menyiapkan pondasi kemajuan Indonesia. Ini bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana kekayaan bangsa dikelola secara adil sehingga manfaatnya kembali kepada rakyat,” ujar SAH.
Ia mengatakan, keberanian pemerintah melakukan pembenahan tata kelola sumber daya alam merupakan bagian dari upaya menghadapi praktik penguasaan ekonomi yang terlalu terkonsentrasi dan berpotensi menciptakan ketimpangan.
SAH menilai agenda tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menekankan bahwa sumber daya alam harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan hanya dinikmati oleh segelintir kelompok. Presiden juga mendorong perluasan hilirisasi agar nilai tambah sumber daya alam dapat tetap berada di dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja.
“Kalau sumber daya alam hanya dikuasai oleh kelompok-kelompok tertentu, sementara masyarakat luas tidak mendapatkan manfaat yang proporsional, maka tujuan pembangunan nasional menjadi tidak tercapai. Karena itu, keberpihakan kepada rakyat harus menjadi prinsip utama,” tegasnya.
Menurut SAH, perjuangan tersebut tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan politik, tetapi harus diperkuat dengan regulasi, penegakan hukum, transparansi, serta tata kelola ekonomi yang sehat. Negara harus memastikan bahwa izin, konsesi, investasi, dan pemanfaatan sumber daya alam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Ia menambahkan, hilirisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus ketergantungan Indonesia sebagai negara pengekspor bahan mentah. Dengan pengolahan di dalam negeri, nilai tambah dapat menciptakan industri baru, lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
“Yang sedang dibangun Presiden Prabowo adalah pondasi ekonomi yang lebih mandiri. Kita tidak boleh selamanya menjual kekayaan alam dalam bentuk mentah, sementara nilai tambah dan keuntungan besarnya justru dinikmati di tempat lain,” katanya.
SAH juga menekankan pentingnya memastikan agenda transformasi ekonomi tersebut tetap berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, khususnya prinsip bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ia menyebut pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan harus menjadi bagian dari agenda besar membangun Indonesia yang berdaulat secara ekonomi. Presiden Prabowo sendiri dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya pengelolaan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat serta memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional.
“Ini adalah pekerjaan besar dan tentu tidak mudah. Tetapi kalau Indonesia ingin menjadi negara maju, kita harus berani membangun sistem ekonomi yang memberikan kesempatan lebih luas kepada rakyat untuk ikut menikmati hasil pembangunan,” pungkasnya.(*)
Kepsek Titian Teras Jambi Benarkan Dugaan Pengeroyokan, 5 Siswa Dskors
SAH Tegaskan Prabowo Sedang Menyiapkan Pondasi Kemajuan Indonesia, Lawan Penguasaan SDA yang Tidak A
Waka DPRD Jambi Desak Disdik Tuntaskan Dugaan Pengeroyokan di SMAN Titian Teras
Sambut Aspirasi Mahasiswa Terkait Karhutla di Gedung DPRD Jambi, Waka Komisi III : Ini Alarm
SAH Minta Pemda Pertahankan Produksi Pangan Jambi, Jangan Biarkan Lahan Produktif Beralih Fungsi
SAH Minta Anggota DPRD Gerindra Kawal Program Pro Rakyat dan Kebijakan Pemerintah Pusat
Danrem 042/Gapu Cek Jalur Karhutla di Tahura Orang Kayo Hitam, Tekankan Percepatan Penanganan


