7 Ton Kopi Kerinci Tembus Pasar Global, Diekspor ke Kanada - Malaysia



Sabtu, 12 September 2026 - 11:16:47 WIB



Foto : Kadiskominfo Ariansyah.
Foto : Kadiskominfo Ariansyah.

JAMBERITA.COM - Kopi asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mencatatkan capaian positif di pasar internasional. Sebanyak 7 ton kopi Kerinci resmi dilepas untuk diekspor ke Kanada dengan nilai mencapai Rp1,2 miliar.

Pelepasan ekspor tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 yang dibuka di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026). Kadis Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, hadir mewakili Gubernur Jambi Al Haris untuk meresmikan kegiatan tersebut.

Selain ke Kanada, kopi Kerinci juga diekspor ke Malaysia dengan volume 7 ton bernilai sekitar Rp1,2 miliar. Penguatan pasar global ini makin dipertegas lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Alko dan Royal Coffee dari Amerika Serikat senilai Rp6,5 miliar untuk pengiriman dua kontainer kopi pada Oktober dan November 2026.

Ariansyah menyampaikan bahwa Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 merupakan momentum strategis untuk memperluas pasar kopi Jambi. Menurutnya, pengembangan kopi Kerinci tidak boleh hanya berfokus pada produksi, tetapi juga harus membangun ekosistem utuh yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Pengembangan kopi Kerinci ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Kita perlu membangun ekosistem yang lebih utuh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, standardisasi mutu, branding, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri," ujar Ariansyah.

Ia menambahkan, festival ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan anak muda, serta pengembangan pariwisata berbasis agrowisata dan budaya di Kabupaten Kerinci.

Langkah perluasan pasar ekspor ini turut didukung penguatan akses pembiayaan bagi petani. Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menyalurkan bantuan agroforestri kopi bagi Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial. Tahap awal menyasar 100 petani binaan senilai Rp1,5 miliar, dengan target total penyaluran mencapai Rp37,5 miliar hingga 2027.

Acara pelepasan ekspor ini dihadiri oleh jajaran Pemprov Jambi, Pemkab Kerinci, Direktur Penyaluran Dana BPDLH, perwakilan perbankan, Ketua Dewan Kopi Indonesia, serta buyer internasional dari Amerika Serikat, Prancis, Vietnam, hingga Malaysia.(afm)





Artikel Rekomendasi