Pemprov Jambi : Hoaks TKI Asal Bungo Dipersekusi di Malaysia



Jumat, 19 Juni 2026 - 20:45:10 WIB



JAMBERITA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi viral di media sosial mengenai seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI) perempuan asal Kabupaten Bungo yang diduga mengalami penganiayaan berat oleh majikannya di Malaysia.

Juru Bicara Pemprov Jambi sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, ME, menegaskan bahwa narasi yang beredar luas tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. ?Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi dengan pihak terkait, Ariansyah meluruskan dua poin krusial.

"Perempuan yang ada di dalam video/informasi tersebut dipastikan bukan berasal dari Kabupaten Bungo sebagaimana yang ramai diberitakan," ungkapnya.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat juga menambahkan bahwa setelah berkoordinasi dengan Camat Rantau Pandan dan pihak keluarga, peristiwa tersebut merupakan kejadian lama sekitar dua tahun lalu. Saat ini, perempuan yang bersangkutan bahkan sudah kembali bekerja di Malaysia dalam kondisi baik.

"Ini berita lama 2 tahun lalu, yang bersangkutan sudah bekerja kembali di Malaysia," jelas Taufik Hidayat.

Mengantisipasi keresahan publik yang lebih meluas, Ariansyah mengimbau masyarakat serta insan pers untuk selalu mengedepankan prinsip check and recheck serta verifikasi mendalam sebelum menyebarluaskan sebuah informasi.

Diharapkan melakukan verifikasi ketat terhadap foto atau video yang diterima sebelum melakukan wawancara, guna memastikan konten tersebut bukan video lama yang diedit ulang. "Diimbau untuk hanya memercayai informasi resmi terkait pekerja migran melalui lembaga yang berwenang, seperti Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI),?Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi," jelasnya.

Pemprov Jambi mengingatkan bahwa langkah verifikasi sangat penting agar informasi yang beredar di tengah masyarakat memiliki dasar yang jelas, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan.(afm)





Artikel Rekomendasi