Waspada Predator Online! Mahasiswa UNJA Bongkar Rahasia Gelap di Balik Layar Media Sosial



Rabu, 13 Mei 2026 - 23:20:35 WIB



Foto : Unja/hms.
Foto : Unja/hms.

JAMBERITA.COM - Media sosial kini bukan sekadar tempat berbagi keceriaan, melainkan bisa menjadi pintu masuk kejahatan yang mengerikan. Menanggapi ancaman nyata ini, Jurusan Ilmu Pendidikan (JIP) FKIP Universitas Jambi (UNJA) menggelar seminar krusial bertajuk “Di Balik Layar Media Sosial: Bahaya Cyber Grooming” di Auditorium UNIFAC UNJA Mendalo, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini menjadi sorotan karena mengangkat isu sensitif yang sering kali tidak disadari oleh pengguna internet, khususnya generasi muda di Jambi. Lalu Apa Itu Cyber Grooming? Kenali Tahapannya Sebelum Terlambat!.

Hadir sebagai pemateri utama, Kepala UPTD PPA Kabupaten Batang Hari, Neneng Eva Anggraeni, S.St., MKM., mengupas tuntas cara kerja predator online. Cyber grooming adalah tindakan manipulatif di mana pelaku membangun kepercayaan dan ikatan emosional untuk mengeksploitasi korbannya.

Neneng memaparkan tahapan berbahaya yang wajib diwaspadai, yaitu pelaku mencari mangsa yang terlihat rentan di media sosial dengan memberikan perhatian berlebih hingga korban merasa nyaman. Setelah korban terperangkap, pelaku mulai melakukan tindakan asusila hingga pengancaman.

Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan, Akhmad Habibi, S.Pd.I., M.Pd., Ph.D., menegaskan bahwa seminar ini adalah wujud nyata komitmen kampus dalam melindungi insan pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan mahasiswa di tengah gempuran teknologi, terutama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Melayu dan adat istiadat Jambi.

“Media sosial kini menjadi ladang baru berbagai kejahatan yang nyata mengancam keselamatan anak dan remaja,” tegasnya.

Tidak hanya membahas teori, seminar ini juga memberikan panduan jalur pelaporan hukum serta cara mencegah kekerasan di lingkungan kampus. Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Laboratorium JIP, Yulianti, M.Pd., Kons., berharap edukasi seperti ini bisa rutin dilakukan agar mahasiswa memiliki "tameng" digital yang kuat.

Melalui seminar interaktif ini, mahasiswa FKIP UNJA diharapkan mampu mengidentifikasi bahaya sejak dini dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih aman dari ancaman predator digital.(afm)





Artikel Rekomendasi