JAMBERITA.COM - Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), Al Haris, menyoroti sulitnya daerah penghasil dalam memperoleh hak Participating Interest (PI) 10 persen. Keluhan tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ADPMET di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (7/5/2026) malam.
Al Haris menegaskan bahwa potensi minyak dan gas (migas) di berbagai daerah di Indonesia sangat besar. Namun, ia menyayangkan proses bagi daerah untuk mendapatkan hak yang semestinya masih menghadapi jalan terjal dan birokrasi yang rumit.
“Potensi migas di daerah kita sangat besar, namun untuk memperoleh hak yang semestinya (PI) tidaklah mudah. Oleh karena itu, diperlukan perjuangan bersama serta dukungan regulasi yang lebih berpihak kepada daerah,” ujar Al Haris di hadapan para peserta Rakernas.
Gubernur Jambi tersebut menekankan bahwa PI merupakan instrumen strategis yang sangat krusial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, optimalisasi PI akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di wilayah penghasil.
Ia pun mendesak adanya terobosan kebijakan dari pemerintah pusat agar regulasi terkait pembagian hak daerah tidak lagi menyulitkan pemerintah daerah.
“Kita berharap ada terobosan dan kebijakan yang lebih memudahkan daerah dalam memperoleh haknya. Ini penting agar penerimaan negara meningkat dan bagi hasil ke daerah juga semakin baik,” tegasnya.
Selain menyoroti persoalan PI, Al Haris selaku tuan rumah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang hadir. Ia berharap Rakernas kali ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat memperkuat posisi tawar daerah penghasil migas dalam kebijakan energi nasional.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini membawa manfaat besar bagi daerah penghasil migas di Indonesia,” pungkasnya.(afm)
Gubernur Al Haris Keluhkan Sulitnya Daerah Peroleh Hak PI di Rakernas ADPMET
Kemenkes Rombak Aturan Internsip Buntut Wafatnya dr. Myta, Jam Kerja Dibatasi 40 Jam Seminggu
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, SAH: Bukti Program Prabowo Bawa Kemajuan untuk Rakyat
Danrem 042/Gapu Hadiri Debat Perdana Calon Ketua Umum BPP HIPMI 2026–2029 di Jambi
Mengurai Benang Kusut di Jantung Pelayanan Jambi: Asa Baru di Tangan drg. Iwan Hendrawan MARS
Gubernur Al Haris Dorong Pengusaha Muda Jambi Tampil di Tingkat Nasional pada Munas HIPMI ke-18


Utang Pemerintah dinilai Masih Aman, Tapi APBN Mulai Kehilangan Kelenturan


