JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi, Al Haris, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat terpadu di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Kamis (06/03/2026). Proyek strategis nasional ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027 dengan total daya tampung mencapai 1.080 siswa.
Pembangunan yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis ini memiliki nilai kontrak fantastis sebesar Rp446,46 miliar. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di Provinsi Jambi.
Dalam tinjauannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa progres pembangunan berjalan positif. Tahap pemadatan lahan telah rampung dan saat ini pengerjaan fisik bangunan utama, fasilitas olahraga, hingga masjid sedang dikebut.
"Progresnya sangat baik. Dengan pengawasan ketat dari konsultan dan kesiapan pelaksana, kita optimis target selesai pada Juni mendatang bisa tercapai sehingga fasilitas ini segera dimanfaatkan oleh anak-anak kita," ujar Al Haris di lokasi proyek.
Ia menambahkan, peninjauan ini krusial untuk memastikan kesiapan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Jika bangunan belum sepenuhnya tuntas saat tahun ajaran dimulai, pemerintah daerah telah menyiapkan skema mitigasi untuk menampung siswa sementara.
Berdasarkan site plan proyek, Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang komprehensif. Fasilitas yang tersedia meliputi, Gedung Sekolah dari Jenjang SD, SMP, dan SMA. Akomodasi terdiri dari Asrama putra dan putri serta rumah susun (Rusun) untuk tenaga pendidik/guru dan fasilitas umum, masjid, gedung serbaguna, kantin, gudang, dan lapangan sepak bola.
Secara teknis, sekolah ini akan mengelola 36 rombongan belajar (rombel). Rinciannya terdiri dari jenjang SD sebanyak 18 rombel (540 siswa), serta jenjang SMP dan SMA masing-masing 9 rombel dengan kapasitas total 540 siswa.
Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Al Haris menyatakan akan melaporkan perkembangan proyek ini secara berkala guna memastikan program strategis Presiden berjalan lancar di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
"Ini adalah komitmen kita untuk mendukung program pusat. Keberadaan asrama di sini diharapkan membuat siswa lebih fokus belajar dan menjadi motor penggerak pemerataan kualitas pendidikan di Jambi," pungkasnya.
Proyek dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender ini juga mencakup masa pemeliharaan selama 180 hari untuk menjamin kualitas bangunan sebelum diserahkan sepenuhnya kepada otoritas pendidikan.(afm)
Dugaan Konflik Lahan di Desa Gambut Jaya Muaro Jambi, Ternyata Sudah Dilaporkan Sejak Tahun Lalu
Kreator Jambi Wajib Tahu! Ini Cara Amankan Hak Cipta & Royalti Biar Karya Jadi Tambang Cuan!
Komitmen Bupati Fadhil Arief Lestarikan Bahasa Daerah Diapresiasi Pusat
BMKG Jambi Rilis Prediksi Musim 2026: Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dan Lebih Panjang
Terpilih Presiden Mahasiswa UIN Jambi, Abel Siap Guncang Kemajuan dan Perubahan
Hesti Haris Maknai Momen Ramadhan dengan Berbagi dan Perkuat Empati

