JAMBERITA.COM- Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan progres pembebasan lahan pembangunan jalan Tol Jambi-Betung dan Tol Jambi-Rengat kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional Menteri (ATR/BPN) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto.
Menurut Al Haris, progres Tol Jambi-Betung tidak ada kendala, hanya saja ada penambahan lahan 4,5 Heaktar (Ha) untuk exit tol. Kemudian progres Tol Jambi-Rengat lahan nya sudah clear dan sudah diukur, hanya saja pihak Manajemen Aset Negara belum bisa membayar uang ganti rugi. "Kami sampaikan juga Pak Menteri untuk progres Tol Jambi-Betung sudah tidak ada masalah, hanya ada penambahan lahan sebesar 4,5 HA untuk exit tol. Dan Tol Jambi-Rengat lahannya sudah clear dan sudah diukur juga, hanya tinggal proses pembayaran ganti rugi oleh manajemen aset negara," kata Al Haris saat Kunker Menteri ATR di Kawasan Candi Muaro Jambi, Kamis (24/8/2023).
Selain itu, dalam agenda penyerahan sertifikat hak pakai instansi program strategis nasional wakaf dan rumah ibadah itu. Al Haris juga melaporkan kondisi pertanahan kepada Menteri ATR/BPN terkait Bebas Lahan Komplek Candi Muaro Jambi dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Provinsi Jambi.
"Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional yang memberikan sertifikat Program Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Jambi, baik sertifikat tanah untuk Kawanan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi dan sertifikat tanah untuk jalan tol, sertifikat wakaf untuk rumah ibadah, dan sertifikat tanah masyarakat, sebagai upaya akselerasi/percepatan realisasi Program Strategis Nasional di Provinsi Jambi, serta percepatan pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat," paparnya.
Al Haris mengatakan, lahan Komplek Candi Muaro Jambi telah diurus oleh BPN Muaro Jambi dengan 130 HA lahan yang telah dibebaskan. Kemudian tahun 2023/2024 Provinsi Jambi mendapatkan anggaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu sekitar Rp 850 Milyar. "Terima kasih banyak Pak Menteri bahwa lahan Candi ini kemarin sudah diurus oleh BPN Muaro Jambi hampir 130 hektar sudah kita bebaskan dengan APBN 2022. Kemudian pada Tahun Anggaran (TA) 2023/2024 ini, insyaAllah nambah lagi Pak, dan sudah disepakati Bapak Menteri Pendidikan kemarin ada sekitar Rp 850 Milyar pak untuk Candi kita," ungkapnya.
Selain itu Al Haris juga menyampaikan bahwa Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap yang sudah lengkap yaitu Kota Sungai Penuh, dan setelah ini Kota Jambi akan menyusul."PTSL yang sudah lengkap itu Kota Sungai Penuh, selanjutnya Kota Jambi. Kedepan kab/kota yang lain segera menyusul. Kemudian kami ada sedikit permasalahan dilapangan terkait konflik lahan. Insya Allah kami akan terus mediasi bersama ketua DPR supaya cepat selesai permasalahan ini," tegasnya.
Sementara itu, Menteri ATR/BPN RI, Marsekal Hadi Tjahjant mengatakan, Kota Sungai Penuh dalam waktu dekat akan dideklarasikan menjadi Kota Lengkap dengan catatan akan diverifikasi terlebih dahulu supaya kedepan tidak ada lagi permasalahan-permasalahan saling mencaplok, tidak akan ada sengketa dan semuanya sudah terdaftar serta bisa dibungkus secara elektronik antara data fisik dan data yuridisnya itu bisa akurat.
Hadi juga menyampaikan, mengenai Panen Raya dengan maksud yaitu menyerahkan sertifikat sebanyak 13.366 sertifikat di Provinsi Jambi, dimana target Provinsi Jambi yaitu berjumlah 2,5 Juta sertifikat. Saat ini yang sudah terdaftar berjumlah 1,8 juta, hanya kurang 700 ribu sertifikat."Saya sudah sampaikan kepada Kepala Kanwil BPN Provinsi Jambi harus bekerja keras, untuk rakyat kita harus bekerja Spartan habis-habisan, kita tidak lagi lari sprint, tapi kita lari marathon untuk menyelesaikan permasalahan rakyat," katanya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Jambi Agustin Iterson Samosir melaporkan, penyerahan sertifikat ini terdiri dari 368 sertifikat hak pakai instansi, dimana ada 18 sertifikat Candi Muaro Jambi. Sertifikat Wakaf sebanyak 480 diseluruh kab/kota, Sertifikat Redis sebanyak 2 ribu sertifikat, Sertifikat Lintas Sektor sebanyak 500 sertifikat yang terdiri dari UKM Budidaya Ikan dan Nelayan tangkap di 8 kabupaten/kota.
"Dan yang terakhir ada 10 ribu sertifikat PTSL di 11 kabupaten/kota. Selain penyerahan sertifikat, dalam acara juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Kantor Wilayah BPN Provinsi Jambi dengan Universitas Jambi dan Universitas Muaro Bungo," pungkasnya.(afm)
Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
Persebri Batang Hari Juara Liga 4 Jambi, Taklukkan Persikoja Lewat Drama Adu Penalti
Gubernur Al Haris Resmi Tutup Liga 4 di Stadion Swarna Bhumi: Persebri Siap Menuju Nasional!
Masyarakat Pematang Bedaro Sambut Menteri ATR/BPN ke Jambi dengan Aksi Diam di Simpang Sinjenjang
Jaksa Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Bank Jambi ke Pengadilan


Menambal Asa di Jalur Penyangga : Komitmen PUTR Jambi Benahi Infrastruktur Jalan Padang Lamo



