JAMBERITA.COM- Dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menghadiri Launching Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Durian Betakuk, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Selasa (13/6).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Dr. Munawar Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati serta pemangku kebijakan lainnya yang turut membantu dan mendukung kegiatan dari BKKBN salahsatunya yaitu melalui program pembangunan keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Salah satu wujud dukungan yang diberikan pemerintah yaitu dengan terselenggaranya kegiatan hari ini, yaitu Launching DASHAT secara mandiri. Ini bukan yang pertama tapi melainkan yang ketiga di Kabupaten Merangin dimana sebelumnya di Desa Papit, Kecamatan Pemenang Barat dan di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pemenang.
"Hal ini ini sungguh luar biasa dan patut mendapatkan apresiasi dari kita semua," katanya.
Kata Munawar, DASHAT sendiri sebagai upaya dalam pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga beresiko stunting, melalui pemanfaatan sumberdaya lokal yang dapat dipadukan dengan kontribusi dari mitra lainnya. DASHAT sendiri dikembangkan dengan prinsip sosial dan kepedulian sesama.
"DASHAT sebenarnya bukan program yang baru, saya yakin dan percaya bahwa masyarakat selama ini telah menerapkan nilai-nilai sosial dan gotong royong, saling tolong menolong dalam membantu saudara dilingkungan sekitar," sebutnya.
Lebih lanjut, Munawar Ibrahim memaparkan hingga akhir tahun 2023 target pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Provinsi Jambi yaitu mencapai 1.100 desa/kelurahan. Sedangkan sampai saat ini Kampung KB baru terbentuk sebanyak 635 kampung atau baru 40,65 persen dari 1.562 desa/kelurahan yang ada di Provinsi Jambi.
"Sedangkan untuk Kabupaten Merangin sendiri target pembentukan Kampung KB hingga akhir 2023 yaitu 150 desa/kelurahan," tambahnya.
Tidak hanya itu, dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kampung KB, yaitu BKKBN melakukan pendekatan konvergenitas dan partisipatif.
"Marilah kita semua bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada kelompok-kelompok beresiko stunting," tuturnya.
Sementara itu Kepala Desa Durian Batakuk, Maskur menyatakan siap untuk membantu program bangga kencana terutama mengatasi stunting di desa mereka.
Kepala Dinas PP dan KB turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan launching DASHAT. " Launching DASHAT secara mandiri ini bukti bahwa pemerintah desa peduli dengan generasi emas 2045," ungkapnya.
Disisi lain, Wakil Bupati Merangin, Nilwan Yahya menuturkan antusias dari masyarakat dalam peresmian kegiatan hari ini sangat luas biasa. Dan Kampung KB milik masyarakat dan untuk masyarakat.
"Luarbiasa kegiatan hari ini, terutama dalam mendukung program bangga kencana dan percepatan penurunan Stunting," pungkasnya. (Tna)
Komisi IV DPRD Warning PPDB, Bebas Dari Kecurangan dan Kepsek Harus Berani Tolak Titipan
Gelar Monev Keterbukaan Informasi Ukur Kepatuhan, KI Jambi Kumpulkan Badan Publik Lakukan Sosialisas
18 Orang Dosen Kampus UNBARI Minta Hak dan Gaji Mereka Dibayarkan


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



