Oleh : Sowatul Islah*
Indonesia memiliki berbagai ragam budaya yang menjadi indentitas bangsa indonesia.terdapat Sekitar 17.000 pulau,300 suku bangsa,dan lebih tepatnya terdapat 1.350 suku,dan Indonesia memiliki beratusan bahasa yang ada di Indonesia.oleh karena semboyan Indonesia” Bhineka tunggal ika”,yaitu berbeda-beda tetap satu,itulah Indonesia yang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.di Indonesia terdapat juga bentuk kesopanan yang antara lain,seperti menghormati usia yang lebih tua,menerima sesuatu dengan tangan kanan,karena adab kita menunjukan kualitas diri kita. Namun pada saat ini adab paling penting harus diperhatikan dalam berintekraksi dengan orang lain,oleh karena itu orang melihat kualitas diri kita .pada saat ini oleh perkembangan teknologi yang semakin modern.maka dari itu nilai kesopanan tadi mulai lah hilang,bahkan dari hal-hal sepele pun.banyak orang yang mengganggap kesopanan itulah sebuah aturan yang sudah tidak zamannya,itulah anggapan- anggapan yang aneh,dan banyak budaya sopan santun yang saat ini lima budaya sopan santun yang saat ini mulai di tinggalkan.
Budaya kesopanan merupakan suatu kebiasaan oleh orang dalam kehidupan sehari-hari,yaitu bertinggkah laku dengan lemah lembut,budaya juga ,tetapi budaya ini harus kita jaga,jangan sampai hilang atau pun pupus di Indonesia,dan seharusnya harus diterapkan di sekolah** ,dan sebagai orang tua harus menerapkan perilaku itu kepada anak-anaknya bagi
para orang tua.yaitu dengan cara menumbuhkan kesadaran dari diri sendiri,memberi nasehat ,menjaga kebibawaan, tenguran ,dan juga kita sebagai orang tua dan guru menciptakan sikap yang baik dari dirinya.Diminangkabau kato nan ampek adalah sebuah aturan atau sebuah tatakrama pada masyarakat di minangkabau,yaitu kato mandata,mandaki,manurun ,dan melereng.
Kato mandata ini digunakan pada saat kita dengan teman sebaya, misalnya teman satu kelas,teman satu angkatan,kata mendata ini menandakan kita menghargai sesama teman walaupun kita sebaya dengan orang tetapi kita juga harus beradab,tidak boleh kita sembrangan ngomong sama teman,sebagian teman itu ada yang suka kita bicara lembut,sopan dam santun,dan ada juga yang biasa saja dia dengan kata-kata kita seharai-hari.jadi kita berfikir lah sebelum berbicara supaya tidak ada kesalapahaman antara kita dan teman karena salah makna dalam berbicara sangatlah tidak baik dalam pergaulan.dapat kita lihat di lingkungan kita sekarang bagaimana pergaulan anak zaman sekarang berbicara tidak pada tempatnya baik dalam musyawarah angkatan mau rapat suatu forum.
Kato mandaki adalah kita berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita dan orang yang kita hormati seperti kita dengan dosen kita tidak boleh sembarangan ngomomg sama dosen ,orang tua,guru,dan lain-lain.berbicara sebaya saja kita harus ada aturan apalagi sama orang yang lebih tua dari kita,kita pintar bukan karna kita itu dapat nilai A bukan kita itu selalu dipuji orang,tapi sebenarnya kita dapat menghargai orang maupun yang lebih tua dari kiya maupun teman sebaya.percuma sekolh tinnggi kalau tidak beradab mencari ilmu bias dimana-mana,yang sekolahin itu sebernanrnya adalah adab kita kalau ilmu itu bias kita dapat manapun di zaman yang sangat canggih sekarang ini.
Kato manurun adalah kato yang digunakan untuk yang lebih kecil dari kita,misalnya kepada adik kita,junior dan siapa pun kita menngunakan kata-kata yang lembut kepada mereka karna mereka itu harus disayangi,kalau anak-anak itu selalu mendengar kata-kata yang tidak pantas dia dengar efeknya sangat buruk karena dia juga akan menggunakan kata-kata apa yang dia dengar kepada temanya dan begitu pula juga temanya,dan terus berantai begitulah dampaknya dari hal yang dianggap sepele oleh sebagian orang.jadi kita berhati-hati dalam berkata jangan kita lebih besar seenaknya berkata.
Kato malereng adalah kato orang yang ditinggikan sarantiang di dahulukan salangkah dalam adat. yang digunoan untuk mamak jo kamanaknnyo dalam berbicara menasehati kemanakannya maupun berbicara dalam sehari-hari,begitu pun berbicara dengan ipar kalau kita sudah mempunyai suami,adik suami,kakak suami maupun supupu suami.kita berbicara sama siapun mempunya aturan tidak bisa semua orang itu sama,kita harus mempati posisi masing-masing dari mereka atau lawab bicara kita supaya kita juga bisa dihargai oleh mamak kita,ipar dan lain-lain.
Kato nan ampek diminang kabau yang dapat kita lihat pada saat ini sangatlah minim sekali karena orang dalam berbicara itu tidak ada batas-batas tertentu atau aturan tertentu dia berbicara sama rata baik mamak,orang tua,guru atau orang yang di tinggikan dan dihormati,jadi kita generasi muda sekarang kita mulailah atau gunakan lagi kato nan ampek dalam kehidupan sehari-hari itu yang membedakan orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu,percuma saja kita sekolah tinggi tapi perilaku semakin rendah.cara berbicara seseorang itu mencerminkan berprilaku dalam kehidupan sehari-hari jadi berhati-hati dalam berbicara,hargai yang lebih besar dari kita dan sayangi yang kecil dari kita kalau kita juga ingin di hargai orang lain,itu lah sebernanya kunci dalam kehidupan.
Penulis adalah: Mahasiswa universitas Andalas sastra Minangkabau*
Keunggulan Asuransi Syariah Dibanding Asuransi Konvensional, Dalam Jaminan Finansial Bagi Nasabah?
Geger Simpang Siur Lahan, Benarkah Anggaran Rp12 M Bengkak Jadi Rp15 M? Ini Fakta Mengejutkannya!

