Oleh: Yasmir*
Stagflasi merupakan salah satu ancaman perekonomian baik tingkat nasional dan internasional, perekonomian dunia tengah dibayang-bayang oleh risiko stagflasi yang serius (kompas.com) mengutip dari Deputi Gubernur Bank Indonesia risiko stagflasi diakibatkan oleh dampak dari pandemi Covid-19 dan ketegangan geopolitik Ukraina-Rusia yang mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi global, secara terminologi stagflasi dipakai sekitar tahun 1960 oleh politisi Inggris Macleod yaitu stagnasi dan inflasi, beliau menggambarkan kondisi inflasi sekaligus stagnasi yang terjadi di Inggris sebagai situasi stagflasi. Kemudian istilah ini lalu kembali disebutkan saat periode resesi pada 1970 di Amerika Serikat seiring terjadinya krisis bahan bakar.
Merunut kata stagflasi diambil dari stagnan dan inflasi (tidak bergerak, kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu), Stagflasi juga menjadi perhatian para pemimpin negara termasuk presiden jokowi melalui kebijakan di akhir tahun 2022 dengan menerbitkan Perppu Cipta Kerja, penerbitan tersebut di ungkapkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menjadi pertimbangan Jokowi karena kebutuhan mendesak “ kita menghadapi resesi global, peningkatan inflasi, kemudian ancaman stagflasi” ungkapnya.
Stagflasi di dunia
1. Inggris
Inggris menjadi negara pertama terdampak stagflasi yaitu pada tahun 1960-1970, ketika pembuat kebijakan gagal mengenali peran utama moneter dalam mengendalikan inflasi, namun berusaha menggunakan kebijakan dan perangkat nonmoneter untuk merespon krisi ekonomi.
2. Amerika Serikat
Stagflasi di negeri paman sam terjadi pada tahun 1970 an dimana saat itu ekonomi tengah kacau akibat resesi. Penyebabnya pengeluaran berlebihan untuk perang vietnam dan inflasi tinggi karena krisis minyak setelah embargo OPEC. Kondisi AS kemudian diperparah dengan meningkatnya persaingan pasar global dari kekuatan produksi Jepang dan Jerman.
3. Australia
Melansir Sydney Morning Herald, mantan Gubernur Reserve Bank Australia Lan Marcfarlane mengatakan negara tersebut pernah mengalami stagflasi pada periode 1970 an. Saat itu, pengangguran lebih dua kali lipat dalam waktu sekitar 18 bulan dan inflasi mencapai 14,4 persen, stagflasi terburuk Australia terjadi pada 1973 hingga 1983 dengan tingkat pengangguran mencapai 10,2 persen
Stagflasi di Indonesia
Mengutip CNN senin (3/10/2022) stagflasi sebenarnya bisa menimpa manapun. Bahkan, Indonesia juga pernah berada di fase stagflasi pada 1998 yang disebut dengan krisis moneter. Saat itu, krisis ekonomi Indonesia dipicu oleh anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyebabkan kenaikan seluruh harga barang.
Penyebab stagflasi ditunjukkan oleh angka pengangguran yang yang meningkat secara bersamaan dengan kondisi ekonomi yang yang melemah serta kenaikan harga-harga, hal ini sangat kontradiktif dilihat dari secara teori seharusnya pertumbuhan ekonomi yang lambat serta angka pengangguran yang tinggi tidak menyebabkan kenaikan harga-harga.
lantas apa dampak dan bagaimanan solusi menghadapinya? Dirangkum dari berbagai sumber :
Dampak Stagflasi dan cara mengatasi.
1. Penurunan daya beli Secara umum akan ada lonjakan inflasi yang membuat kebutuhan bahan panan dan bahan bakar energi meningkat, imbasnya daya beli masyarakat secara otomatis menurun sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi lambat. Dengan penyesuaian pajak berupa penurunan pajak di lingkup pendidikan, kesehatan hinga bahan pokok sehingga daya beli masyarakat akan meningkat.
2. Meningkatnya jumlah pengangguran Peningkatan pengangguran akan mengakibatkan melemahnya daya beli. Hendaknya mengelola pos keuangan antara kebutuhan dan keinginan di pisahkan, berhemat dengan menunda untuk membeli barang yang tidak mendesak. Memulai sesuatu dengan tidak bergantung mencari pekerjaan tapi mencoba melakukan side job atau hustle job sesuai dengan kemampuan
3. Melemahnya kondisi ekonomi Kegiatan ekonomi berkaitan erat dengan bahan bakar minyak dan bahan pokok, pada situasinya kenaikan bahan bakar berpengaruh langsung terhadap kebutuhan bahan pokok, pemerintah seringkali mengeluarkan kebijakan untuk mengendalikan inflasi namun justru menekan pertumbuhan ekonomi.(*)
Tawuran Pelajar Marak Akibat Penerapan Sistem Sekuler yang Merusak


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



