Oleh: Lina Marliana*
Generasi Milienial atau Generasi Y (Gen Y) biasa di sebut dengan echo boomers digolongkan berdasarkan tahun lahir antara 1980-1990. Sedangkan Generasi (Gen) Z di istilahkan sebagai generasi Strawberry dimana sejak lahir telah dimudahkan teknologi dan serba instan, cepat, dan praktis. Anggapannya menjadi generasi sangat kreatif, namun mudah goyah.
Setiap generasi memiliki tantangan sendiri-sendiri dizamannya, akan tetapi studi terbaru menunjukan generasi Milenial dan Gen Z merasa paling menderita dengan tantangan pada zamannya dan merasa tertekan. Penelitian ini dilakukan oleh Lhasa OMS dengan mensurvei 2.010 orang yang berusia 18-37. Dimana lima point besar dari kesimpulan penelitan adalah
Kedua generasi ini cenderung lebih khawatir dengan ketidakstabilan finansial , banyak yang memaksakan hdiup dengan gaya tinggi sehingga banyak mengambil hutang atau cicilan dan inilah yang mengakibatkan stress.
Banyak nya bencana, pemanasan global,kekeringan juga membuat stress generasi ini karena khawatir akan nasib masa depan dunia seperti apa.
Politik dunia yang tidak stabil juga menimbulkan kekhawatiran akibat politik yang tidak stabil banyak ketidakpastian soal pangan dan dunia usaha bagi masyarakat sipil. Dan kedua generasi ini terdampak apabila perusahaan tutup mereka akan terkena PHK dan susah mencari pekerjaan kembali.
Saat dunia memasuki industry 4.0 maka kedua generasi ini harus lebih cepat beradaptasi dengan teknologi agar setiap pekerjaan yang digantikan dengan robot bisa menciptakan pekerjaan baru bagi kedua generasi ini.
Sosal media ini seperti pedang bermata dua. Jika digunakan positif maka berdampak postif pula, apabila digunakan negative maka akan berdampak sangat berbahaya seperti bully contohnya. Kedua generasi ini sangat merasakan betul bagaimana bullyan selalu muncul dimedia social.
Efek dari stress yang di akibatkan beragam mulai dari cemas yang berlebihan, tidak ada motivasi lagi dan sampai depresi.
Lalu berapa banyak Generasi milenial dan Gen Z ini?
Berdasarkan sensus penduduk 2020, generasi Z tersebut mempunyai proporsi terbanyak yaitu 27,94 persen dari seluruh jumlah penduduk Indonesia (BPS). Generasi tersebut lahir di rentang tahun 1997-2012 atau usia 10-25 tahun (BPS). Sedangkan Generasi Milenial memilki proporsi 25,87 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 271.349.889 jiwa. Dengan begitu banyaknya jumlah generasi milenial dan gen z maka ini harusnya menjadi bonus bagi bangsa Indonesia mengingat usia kedua generasi tersebut terbilang usia yang masih sangat produktif. Sedangkan dari generasi Z ini adalah mereka semua punya rasa ingin tahu atau penasaran dan jago di dalam hal digital platform. Ini sangat menguntungkan dikarenakan dunia digital merupakan dunia baru yang mana masih banyak peluang untuk dikembangkan sebagai lahan pencari uang ( lapangan pekerjaan baru).
harapan dan saran
Bung karno pernah berkata “ beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Sebuah ungkapan yang penuh kaya makna. Dimana ungkapan ini untuk mendorong orang muda agar terlibat aktif dalam memajukan bangsa dan negara. Bung karno menyadari, bahwa generasi muda adalah kader yang akan memimpin bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Ditangan anak- anak muda bangsa Indonesia akan dibawa ke arah yang lebih baik agar menjadi negara yang maju, beradab dan berdaya saing. Tentu tantangan yang di hadapi kedua generasi ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Disini peran pemerintah sangat di perlukan agar masa depan anak-anak muda ini bisa di arahkan ke yang lebih baik, mengingat gempuran budaya negatif luar yang terus masuk ke bangsa ini terutama soal Narkoba. Pemerintah harus serius dan bersungguh-sungguh dalam memikirkan nasib anak-anak muda di masa depan. Program pemerintah soal pembangunan sumber daya manusia bukan hanya sebuah jargon dan menjadi proyek semata. Karena sumber manusia yang baik akan menentukan nasib bangsa ini di masa datang. Pelatihan-pelatihan yang disiapkan pemerintah di harapkan tepat sasaran. Seperti kartu pra kerja misalnya, pemerintah harus mengkaji apakah program ini sudah sempurna atau masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Pelatihan ekonomi kreatif dan literasi digital harus di perbanyak. Adapun pelatihan empat pilar utama literasi digital. Di antaranya kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital.
Sebagai generasi Milenial dan gen Z harus optimis setiap tantangan zaman harus dilewati dengan baik. Dan harus terus belajar agar tidak digerus dengan kemajuan teknolgi yang begitu cepat.(*)
Penulis adalah: Staf BPS. Kab Tebo*
Tawuran Pelajar Marak Akibat Penerapan Sistem Sekuler yang Merusak


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



