JAMBERITA.COM - Serat memiliki berbagai manfaat penting bagi tubuh manusia, yang salah satunya yaitu bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna. Sehingga apabila seseorang kekurangan konsumsi serat akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada saluran pencernaannya.
Hasil penelitian Sahnazkia Asifa, Kasyani dan Aisah (2022) menunjukkan bahwa konsumsi serat berhubungan signifikan dengan kejadian konstipasi pada lansia. Hal ini sejalan dengan teori terkait manfaat serat bagi pencegahan terjadinya konstipasi atau sembelit.
Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, MS (2011) dalam bukunya yang berjudul Karbohidrat Pangan dan Kesehatan menguraikan terkait hubungan antara serat dan kesehatan saluran cerna. Kekurangan konsumsi serat dapat menyebabkan penurunan stimulus motilitas sehingga sisa metabolisme dalam usus besar (feses/tinja) lebih lama. Hal ini akan mengakibatkan waktu fermentasi di dalam usus besar menjadi lebih lama sehingga konsentrasi metabolit (feses/tinja) tersebut lebih tinggi.
Peristiwa tersebut mengakibatkan waktu kontak metabolit dengan mukosa usus lebih lama, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar. Feses yang terlalu lama didalam usus besar mengakibatkan feses tersebut lebih keras dikarenakan penyerapan air terus menerus terjadi. Hal ini akan menyebabkan seseorang sulit buang air besar hingga dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit. Selain itu feses yang keras akan menyebabkan tekanan pada usus besar meningkat yang pada akhirnya dapat menyebabkan divertikulosis.
Sumber utama serat adalah sayur dan buah. Sehingga sangat penting konsumsi sayur dan buah untuk mencukupi serat yang dibutuhkan. Konsumsi sayur dan buah bisa bersumber dari bahan pangan yang ada di sekitar kita misalnya, kangkung, bayam, kacang panjang, selada, daun singkong/daun ubi kayu, pakis, wortel, sawi, daun katuk, dan banyak lagi sayuran lainnya. Begitu juga buah misalnya buah mangga, pepaya, semangka, pisang, dan buah lainnya.
Sementara konsumsi sayur dan buah yang merupakan sumber utama serat masih sangat rendah. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, hanya 4,6% penduduk Indonesia yang cukup dalam mengonsumsi sayur dan buah, dan hanya 2,5% penduduk Provinsi Jambi yang cukup konsumsi sayur dan buah.
Begitu pula dengan hasil Survei Diet Total 2014 juga menunjukkan bahwa konsumsi sayur di Indonesia masih rendah yaitu rata-rata 57,1 gram per orang per hari dan di Provinsi Jambi 61,6 gram per orang per hari. Sementara untuk konsumsi buah rata-rata per orang per hari yaitu 33,5 gram (Indonesia) dan 26,8 gram (Provinsi Jambi). Sementara menurut Pedoman Gizi Seimbang berdasarkan Permenkes No.41 Tahun 2014 dianjurkan konsumsi sayur dan buah 300-400 gram per orang per hari bagi Balita dan 400-600 gram per orang per hari bagi orang dewasa.
Penulis: Kasyani, S.Gz., M.P.H.
Nutrisionis dan Dosen Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi.
Kakanwil Kemenkum Jambi Lantik Analis Hukum hingga Anggota PAW Majelis Pengawas Notaris
Pelantikan DPC HKTI se-Provinsi Jambi Sukses Digelar, SAH Sukses Konsolidasi Petani Daerah
Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



