Al Haris Besuk Bayi Usia 13 Bulan di Tebo, Nyaris Tewas Dibacok Ibu Kandungnya



Kamis, 19 Mei 2022 - 19:21:29 WIB



Gubernur Jambi Al Haris saat Berada di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo, Kamis (19/5/2022).
Gubernur Jambi Al Haris saat Berada di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo, Kamis (19/5/2022).

JAMBERITA.COM - Entah apa yang merasuki seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Tebo, tega nya Ia berupaya untuk membunuh anak kandung nya sendiri yang berusia baru 13 bulan, sekira pukul 12.30 WIB, Selasa (17/5) kemarin.

Beruntung nya bayi yang tak berdosa tersebut bisa diselamatkan oleh sang Nenek, sehingga dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan intensif karena mengalami luka akibat luka bacok yang dilakukan ibu nya.

Terkait hal ini, Gubernur Jambi Al Haris bersama Wakapolda Jambi Brigjen Pol Yudawan R, juga menyempatkan diri untuk menyambangi bayi tersebut di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo.

Akibat ulah ibu nya, korban kekerasan yang masih berusia 13 bulan tersebut mengalami luka di bagian pinggang dan saat ini mendapat perawatan intensif di RSUD Sultan Thaha Syaifudin.

Setiba di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo, Al Haris bersama rombongan menuju ruangan Intensive Care Unit (ICU) untuk melihat langsung kondisi Ananda yang masih terbaring lemah.

Bayi tersebut tampak didampingi oleh Nenek nya, Eka (40). Selanjutnya Al Haris menemui dokter yang menangani korban untuk mengetahui kondisi korban juga memberikan santunan melalui Ayah korban. 

"Kami prihatin melihat anak tadi, kita bersama Wakapolda dan Bupati melihat langsung kesini,” kata Al Haris usai membesuk anak tersebut.

Sebelumnya, telah ramai pemberitaan bahwa adanya dugaan pembacokan terhadap anak yaitu pelaku RWR (20) warga Muara Tabir, Kabupaten Tebo, yang tidak lain adalah ibu kandung korban.

Awalnya, Nenek korban, Eka (40) pertama kali yang mengetahui kejadian tersebut, saat itu Eka mendengar cucunya menangis, sementara pelaku menggendong cucunya.

Melihat hal itu, Eka mendekati pelaku meminta korban yang digendongnya untuk diberikan makan. Namun, pelaku tidak ingin memberikannya dan langsung membawa korban ke dalam areal kebun sawit sembari membawa kapak.

Melihat pelaku membawa kapak, Nenek korban pun berusaha meminta kapak tersebut tetapi pelaku bersikeras tidak mau mendengarkannya.

Setelah sampai di areal kebun sawit, ternyata pelaku langsung meletakkan korban ke tanah dan membacok dengan kapak sebanyak dua kali.

Eka yang melihat kejadian tersebut langsung mengejar dan berusaha merebut kapak dari tangan pelaku dan menyelamatkan korban yang sudah bersimbah darah untuk segera membawanya ke Puskesmas.(afm)





Artikel Rekomendasi