Guru Yang Sebenarnya Adalah Pengalaman



Selasa, 16 November 2021 - 11:52:43 WIB



Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid*

 

 

Guru adalah orang yang mampu mengajarkan kita, karena guru kita mampu merubah diri kita misalnya kita tidak baik dan tentu kita bisa menjadi baik. Seseorang tidak akan mampu sukses tanpa guru, maka guru sangat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Orang yang hebat tidak mungkin hebat tanpa guru yang hebat pula berada disisinya. Begitulah guru, tanpa guru seseorang bisa terlihat bodoh dan kurang cakap dalam berbagai hal.

Pengalaman adalah sebuah peristiwa yang dijadikan pelajaran bagi seseorang baik peristiwa itu baik dan juga buruk. Dalam hal ini pengalaman juga berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Pengalaman juga identik dengan pengetahuan, hubungan keduanya yaitu orang yang berpengalaman tentu memilki pengetahuan yang lebih dibandingkan orang yang sedikit pengalaman. Tentu pengalaman seseorang juga melatarbelakangi kesuksesan seseorang. Bisa jadi pengalaman menentukan seseorang itu bisa sukses dan bisa juga tidak berdasarkan pengalaman yang dihadapinya.

Hubungan guru dengan pengalaman ialah ketika pengalaman seseorang dijadikan guru, maka orang yang memiliki pengalaman lebih itu lebih banyak mengambil hikmah-hikmah dari pengalaman yang baik atau buruk. Setiap orang tentu memiliki pengalaman yang berbeda, ada orang yang dari kecil kurang pengalaman tetapi hal ini bisa menjadi penyebab kesuksesan seseorang. Maka pengalaman seseorang begitu penting untuk dijadikan sebuah pembelajaran.

Seseorang yang hebat/pintar biasanya dilahirkan dari orang yang berpengalaman, karena seseorang yang sukses biasanya menjadikan pengalaman itu sebagai guru dalam hidupnya. Tidak ada orang yang sukses tidak memiliki pengalaman, banyak lika-liku kehidupan yang harus dilalui seseorang apabila ingin kita sukses. Pengalaman disini tentu identik dengan pengalaman yang buruk/kurang baik, misalnya seseorang yang sulit dalam keuangan, sulit dalam belajar dan lain sebagainya. Ketika seseorang itu merasakan hal seperti diatas maka dia menjadikan hal tersebut(pengalaman kurang baik) itu sebagai sebuah cambuk untuk dijadikan pelajaran.

Pengaruh pengalaman terhadap kehidupan seseorang tentu banyak, semakin banyak pengalaman seseorang maka orang tersebut semakin tumbuh layaknya tumbuh ilmu padi. Jarang orang yang memiliki pengalaman itu sombong dan merasa tinggi hati, karena orang yang berpengalaman biasanya hidup selalu dibawah dan banyak cobaan-cobaan yang dihadapinya. Hal ino tentu berpengaruh terhadap kehidupan seseorang apabila semakin banyak pengalaman seseorang maka seseorang itu tumbuh semakin merunduk.

Sebaliknya, seseorang yang kurang pengalaman, dan ketika kecil dimuliakan, tidak pernah kesulitan maka hal ini akan berdampak terhadap karakter dari seseorang tersebut. Karena tidak adanya pengalaman buruk, sekali datang seseorang tersebut akan terkejut dan tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah itu. Hal ini tentu menjadi sebuah perhatian bagi orang yang memiliki pengalaman, semakin sedikit pengalaman buek seseorang maka semakin susah dia untuk mengarungi masalah kehidupan.

Sama halnya dengan seseorang yang nakal ketika kecil. Ketika dewasa belum tentu dia nakal, karena orang yang kecil menurut penulis nakal itu karena kecerdasan otaknya, banyak diantara teman-teman penulis yang nakal karena kecerdasan otaknya, bukan karena karakter dia. Seseorang yang ketika kecil nakal belum tentu setelah dewasa nakal karena orang tersebut belajar dari pengalaman yang banyak baik itu buruk maupun pengalaman baik. Karena pengalaman itu seseorang yang ketika kecil itu nakal mulai berpikir ketika beranjak dewasa,  hal ini tentu membuat orang itu tahu mana yang baik dan mana juga yang buruk di kemudian hari.

Begitu penting peran pengalaman dalam kehidupan seseorang. Orang yang bisa menjadikan pengalaman sebuah guru maka orang tersebut akan dekat dengan kesuksesan. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Orang yang bisa menjadikan pengalaman itu dan memikirkan pengalaman itu serta mencarikan solusinya. Maka hal ini akan berdampak bagi kehidupan seseorang ketika pengalaman seseorang juga merupakan guru yang sangat dekat dengan dirinya. Hal yang paling dekat untuk belajar adalah pengalaman, tidak ada orang lain selain pengalaman yang paling dekat untuk mengajarkan kita agar hidup lebih baik. Maka untuk itu belajarlah kita dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang dekat sekali dengan diri kita.(*)

 

 



Penulis adalah: Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek*



Artikel Rekomendasi