Anggota DPRD Sapuan Semprot Dinas PUPR Pemprov Jambi Gara-Gara Anggaran Batanghari Dicoret



Kamis, 03 September 2020 - 19:46:19 WIB



Sapuan Ansori
Sapuan Ansori

JAMBERITA.COM - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Dapil Kabupaten Batanghari-Muarojambi Sapuan Ansori naik pitam terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Pasalnya, usulan pembangunan jalan di wilayah Batanghari terkesan tak digubris bahkan malah dicoret.

Hal itu langsung diluapkan Sapuan kepada pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, ketika rapat pembahasan APBD Perubahan di ruang rapat Komisi III DPRD.

"Tolong jelaskan, siapa yang mangkasnya, dimana survey kajian teknisnya kamu, jelaskan disini supaya jelas," tegasnya dengan memukulkan tangan kanannya ke meja rapat dengan wajah yang kesal.

Seperti diketahui politisi tersebut merupakan perwakilan rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Batanghari."Anggaran 2020 dianggap tidak ada ke wilayah Batanghari," katanya, Kamis (3/9/2020).

Menurut Sapuan, pembangunan infrastruktur jalan Ness itu dianggarkan sebesar Rp18 Miliar sehingga terjadi Refocusing hanya tinggal Rp1,5 Miliar. "Itu pun (Rp1,5 M-red) bukan di wilayah Batanghari, tapi untuk di wilayah Kabupaten Muaro Jambi," ungkapnya.

Sedangkan untuk jalan Bajubang itu awalnya juga dianggarkan sebesar Rp22 Miliar, tinggal Rp3.5 Miliar, itu pun tidak jelas wilayah mana yang mau di bagun dan anggaran jalan sudirman 7 M serta drainase semua di pangkas oleh Pemprov Jambi.

"Kita asli orang Batanghari, masa tidak ada APBD Provinsi untuk Batanghari dicoret semua," ujarnya.

Sementara untuk drainase jalan Sudirman tinggal Rp1 M malah di pangkas juga sehingga tidak ada lagi anggaran APBD Provinsi untuk wilayah Batanghari."Saya mohon maaf kepada masyarakat Batanghari. Refocushing anggaran (pemotongan) ini tanpa pembahasan dengan DPRD lagi," tuturnya.

Dari itu, Sapuan menilai bahwa Pemprov Jambi tidak mengedepankan prioritas untuk dibangun, padahal rutinitas jalan Ness dengan Bajubang sudah jelas, padat dan penghubung jalan nasional. "Tidak mengedepankan prioritas, mana yang penting mana yang tidak," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi