JAMBERITA.COM- Lembaga Indo Barometer menyampaikan hasil survei yang dilakukan pada 22 - 29 Maret.
Survei yang dilakukan di tengah himbauan social distancing melibatkan 800 responden. Hasilnya menempatkan Gubernur Jambi Fachrori Umar yang tertinggi dalam hasil survei tersebut.
Hanya saja, penyampaian hasil survei ditengah wabah yang terjadi di Jambi sepertinya mengundang banyak respon.
Pengamat Politik Mochammad Farisi sendiri menilai sangat tidak etis untuk membahas hasil survei saat ini di tengah wabah yang masih belum selesai.
Apalagi sudah ada kesepakatan penundaan pelaksanaan pilkada serentak. Sehingga hasil survei saat ini juga tidak lagi relevan.
"Saya kira tidak pas waktu menyampaikannya. Apalagi, peta berubah, karena pilkada ditunda. Bukan karena hasil surveynya," katanya.
Ia menyebutkan, malahan dengan kondisi wabah sekarang ini bisa menjadi nilai politis tersendiri bagi kepala daerah untuk proses penanganannya.
Ketika penanganan yang dilakukan baik serta dilakukan secara natural dan tidak berlebihan, maka bisa meningkatkan popularitas bakal calon itu sendiri. (am)
Berikan Rekomendasi Usulkan Caleg TMS, Raja Indra Laporkan Ketua KPU RI ke DKPP RI
Rilis Indo Barometer: CE Meningkat, Fasha Menurun, Safrial Kejar Al haris
Elektabilitas Fachrori Tertinggi, Tapi Indo Barometer Nilai Lemah Karena Tingkat Kepuasan Rendah
PTUN Tolak Gugatan Raja Indra, Prof Bahder: Yang Bermasalah Penetapan Calegnya Bukan Hasil Pemilu
OJK Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan Negeri Jakarta
