JAMBERITA.COM- Ketua TP PKK Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH punya cara tersendiri nih untuk move on alias bangkit dari isu hangat seputar virus corona alias COVID-19. Sebab, ada dampak negatif yang dialami pasca ramainya isu seputar corona. Salah satu contohnya, kita menjadi panik, produktivitas menurun, ekonomi melemah.
Menurut calon kuat Bupati Batanghari ini salah satu dampak yang dirasakan dari wabah Corona di Batanghari adalah omset rumah makan yang turun sekitar 50 - 60 persen, ini belum dari sektor yang lain.
Selain itu Yunninta juga menandakan trafik aktivitas masyarakat menurun drastis. Salah satunya karena kekhawatiran soal virus corona. Sehingga banyak yang menahan diri untuk beraktivitas.
Tapi, Yunninta mengatakan masyarakat Batanghari berusaha bangkit agar kehidupan terus bergeliat. Salah satunya dengan menggaungkan hashtag alias tanda pagar (tagar) #WFHBatanghariProduktif.
Dengan tagar ini, Yunninta berharap masyarakat tidak lagi punya kekhawatiran berlebihan sehingga menunda aktivitas yang produktif meski harus dilakukan dirumah atau Work For Home.
Dalam hal ini Yunninta menginginkan semua lapisan masyarakat bisa menjadikan momentum soal hangat isu corona sebagai ajang memperkuat jejaring di antara sesama pelaku ekonomi di berbagai bidang, kita bangun ekonomi digital yang tangguh dengan kreativitas rumah tangga, jelasnya.
"Di situasi sekarang, justru kita harus solid, kompak. Itu yang kita harapkan, untuk membangun Batanghari Unggul,” tandasnya.(*/sm)
Semarak Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI: Ribuan Warga Batang Hari Padati Rute Pesta Rakyat
Mengabdi untuk Negeri: Pemkab Batang Hari Peringati HUT ke-81 RI
Wujud Kepedulian, Ketua BKMT dan GOW Batang Hari Kunjungi Korban Kebakaran di Desa Pompa Air
Rilis Indo Barometer: CE Meningkat, Fasha Menurun, Safrial Kejar Al haris
Elektabilitas Fachrori Tertinggi, Tapi Indo Barometer Nilai Lemah Karena Tingkat Kepuasan Rendah
Pemprov Jambi Suport 10 Desa Diajukan Jadi Percontohan Anti Korupsi


