Rilis Indo Barometer: CE Meningkat, Fasha Menurun, Safrial Kejar Al haris



Rabu, 08 April 2020 - 17:31:05 WIB



Hadi Suprapto Rusli
Hadi Suprapto Rusli

JAMBERITA.COM - Indo Barometer merilis hasil survei yang dimulai pada 23 - 29 Maret dengan melibatkan 800 responden seluruh warga di 11 kabupaten/kota. Dari hasil tersebut menempatkan Fachrori Umar sebagai petahana sebagai bakal calon dengan tingkat elektabilitas paling tinggi.

Peneliti Indo Barameter, Hadi Suprapto Rusli mengatakan Bupati Sarolangun Cek Endra dan Walikota Jambi Sy Fasha mendapatkan angka sama pada pertanyaan terbuka dengan angka 13.3 persen. Hanya saja pada pertanyaan tertutup CE menempati posisi kedua dengan angka 21.8 dan Fasha dengan angka 19.5 persen.

BACA: Elektabilitas Fachrori Tertinggi, Tapi Indo Barometer Nilai Lemah Karena Tingkat Kepuasan Rendah

Perolehan angka elektabilitas CE terbilang punya progres yang baik karena mampu naik dari peringkat awal hingga saat ini mungkin karena sosialisasi dan tim yang terus bergerak. “Fasha bisa dibilang pada hasil Indo Barometer ini menurun, karena selama ini perolehan surveinya selalu tinggi dan menempati peringkat pertama,” kata Hadi.

Meskipun begitu, mereka berdua merupakan penantang yang paling menjadi ancaman bagi petahana untuk Pilkada di Jambi. “Karena melihat trend Gubernur Jambi saat ini tidaklah terlalu tinggi keinginan masyarakat untuk beliau kembali memimpin,” jawab Hadi.

Data survei menunjukan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Fachrori Umar sebagai Gubernur Provinsi Jambi sebesar 50,4%. Sedangkan yang tidak puas 26,8%. Tidak tahu/tidak jawab 22,9%.

“Dari distribusi tingkat kepuasan, pemilih yang merasa puas akan memilih Fachrori Umar untuk kembali menjadi Gubernur Jambi. Sedangkan masyarakat yang merasa tidak puas lebih banyak menjatuhkan pilihannya kepada Cek Indra,” lanjut Hadi. 

Hadi menambahkan, posisi Fachrori Umar sebagai incumbent dinilai lemah sebab tingkat masyarakat untuk menginkan kembali Fachrori Umar menjadi Gubernur Jambi periode 2020-2024 hanya sebesar 29,1%, tidak menginginkan sebesar 34,9% dan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 36%. “Tingkat tidak menginginkan kembali masyarakat Jambi terhadap Fachrori Umar untuk menjadi Gubernur lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat yang menginginkan incumbent menjabat lagi, ini posisi yang tidak bagus,” tutur Hadi.

Secara rinci, Fachrori Umar paling banyak dipilih sebesar 28,6%, selisih tipis dengan Cek Endra yang dipilih masyarakat sebesar 25,1%, kemudian Syarif Fasha sebesar 21,9%, dan Al Haris sebesar 10,6%. Sementara pemilih yang menyatakan rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab sebesar 13,8%. “Dengan melihat tingkat kupuasan, tingkat keterpilihan kembali incumbent yang rendah, dan selisih elektabiltas dengan Cek Endra yang tipis, maka ada peluang Cek Endra untuk memenangi kontestasi Pilkada Provinsi Jambi 2020.” Tukas Hadi.

ntuk diketahui, populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi Jambi, dan sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 800 responden, dengan margin of error sebesar ±3.46%, pada tingkat kepercayaan 95%. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.(am)





Artikel Rekomendasi