Elektabilitas Fachrori Tertinggi, Tapi Indo Barometer Nilai Lemah Karena Tingkat Kepuasan Rendah



Rabu, 08 April 2020 - 16:58:33 WIB



JAMBERITA.COM - Lembaga survei Indo Barometer mengeluarkan hasil survei yang dilakukan pada 23 - 29 Maret 2020. Hasil survei ini melibatkan 800 responden dengan penggunaan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan kepada hasil 95 persen.

Didalam hasil tersebut secara mengejutkan, petahana Fachrori Umar menjadi calon yang tertinggi hasil surveinya. Padahal, didalam beberapa survei dari lembaga lain yang keluar menempatkan Fachrori Umar berada di peringkat 4 atau 5 terhadap elektabilitas.

Lebih rinci, hasil yang didapat oleh FU ini sendiri berada diangka 17.1 persen pada pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup sebesar 27.6 persen. Dibawahnya tetap ada nama Cek Endra, Sy Fasha, Al Haris dan Safrial.

Belum lagi tingkat keterkenalan dan kesukaan masyarakat cukup tinggi. Suami Rahima ini berada diangka 98.6 untuk tingkat keterkenalan serta berada diangka 90.4 tingkat kesukaan. Hanya saja, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Jambi ini hanya berada diangka 50.4 persen saja.

Namun, dari sisi kepuasan masyarakat terhadap kinerja Fachrori Umar sebagai Gubernur Provinsi Jambi sangat rendah. Yakni hanya sebesar 50,4%. Sedangkan yang tidak puas 26,8%. Tidak tahu/tidak jawab 22,9%.

“Dari distribusi tingkat kepuasan, pemilih yang merasa puas akan memilih Fachrori Umar untuk kembali menjadi Gubernur Jambi. Sedangkan masyarakat yang merasa tidak puas lebih banyak menjatuhkan pilihannya kepada Cek Indra,” ujar Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli.

Hadi menambahkan, posisi Fachrori Umar sebagai incumbent dinilai lemah sebab tingkat masyarakat untuk menginkan kembali Fachrori Umar menjadi Gubernur Jambi periode 2020-2024 hanya sebesar 29,1%, tidak menginginkan sebesar 34,9% dan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 36%.

“Tingkat tidak menginginkan kembali masyarakat Jambi terhadap Fachrori Umar untuk menjadi Gubernur lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat yang menginginkan incumbent menjabat lagi, ini posisi yang tidak bagus,” tutur Hadi.(am)

 





Artikel Rekomendasi