JAMBERITA.COM – Sebuah ironi besar sering kali terjadi di dunia akademik Indonesia: riset-riset hebat berbiaya besar lahir di laboratorium, dipuji dalam jurnal publikasi internasional, namun setelah itu redup dan berdebu di rak perpustakaan.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) telah berkali-kali menekankan bahwa riset dosen tidak boleh hanya menjadi pajangan kertas. Riset harus berdampak nyata bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
Misi mulia inilah yang dijawab tuntas oleh Dr. apt. Uce Lestari, S.Farm., M.Farm., seorang dosen dan peneliti farmasi dari Universitas Jambi (UNJA). Melalui ketekunan yang memakan waktu empat tahun (2023–2026), ia berhasil membuktikan bahwa tanaman hias pinggir jalan yang sering diabaikan Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) menyimpan potensi raksasa bagi kesehatan kulit hingga stamina tubuh.
Perjalanan panjang ini dimulai pada tahun 2023. Dr. Uce terusik oleh rasa penasaran saat melihat tanaman pucuk merah yang berjejer rapi di sepanjang jalan kota. Tanaman ini unik karena memiliki dua warna daun sekaligus, merah menyala di pucuknya dan hijau tua di bagian bawah.
Untuk mendapatkan data yang objektif dan akurat, Dr. Uce mengambil sampel tanaman pucuk merah yang tumbuh di area yang jauh dari jangkauan polusi udara tepat di daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Beliau ingin menguji murni kandungan kimia alami tanaman tersebut sebagai antioksidan zat pelindung tubuh dari radikal bebas dan racun. Proses laboratoriumnya tidak instan dan sangat melelahkan diawali dengan pemisahan khusus, dimana daun merah dan daun hijau dipisahkan secara manual sejak awal.
Kedua jenis daun dikeringkan, lalu direndam di dalam cairan etanol. Proses ini bertujuan untuk menarik seluruh senyawa kimia aktif yang tersembunyi di dalam serat daun.
Selanjutnya, cairan tersebut kemudian diuapkan dan dikentalkan secara terpisah hingga menghasilkan saripati murni yang pekat.
Setelah melalui uji aktivitas antioksidan, laboratorium menelurkan hasil yang mengejutkan. Secara angka perbandingan, kekuatan antioksidan daun merah dan daun hijau sebenarnya mirip, alias "11-12"—sama-sama masuk kategori super kuat.
Namun, daun hijau terbukti memiliki kualitas yang sedikit lebih unggul untuk penetrasi kulit.
Dari sinilah Dr. Uce melahirkan dua inovasi produk sekaligus. Daun Hijau \rightarrow SOGY Serum (Kosmetik Premium) atau ekstrak daun hijau diolah menjadi sediaan berbentuk Gel. Menggunakan teknologi tercanggih, ukuran partikel ekstrak tersebut diperkecil hingga skala nanometer (ekstra partikel nano).
Hasilnya adalah SOGY Serum (diambil dari nama latin tanaman), sebuah serum wajah yang memiliki daya pelepasan super cepat. Saat diaplikasikan, serum nano ini langsung meresap menembus lapisan kulit terdalam tanpa meninggalkan rasa lengket.
Sementara itu, kedua adalah daun yang berwarna merah dimanfaatkan menjadi teh celup herbal yang diberi nama Pucerah. Teh ini diformulasikan khusus untuk dikonsumsi sebagai minuman kesehatan yang ampuh meningkatkan daya tahan tubuh (stamina), sangat baik bagi pemulihan pasien pasca-sakit.
Riset yang berjalan dari 2023 hingga 2026 ini diklaim telah Final dan kini sedang menunggu terbitnya Hak Paten resmi. Keunggulan SOGY Serum bukan sekadar klaim di atas kertas, melainkan hasil pembuktian fase demi fase.
"Serum diuji langsung pada 20 orang sukarelawan untuk melihat tingkat iritasi. Hasilnya luar biasa aman, sekaligus terbukti efektif meningkatkan elastisitas, mengunci kelembaban, mencerahkan kulit, dan mengontrol minyak berlebih," ujar Dr Uce saat dijumpai jamberita.com di UNJA Kedokteran Telanai, Jumat (10/7).
Menurutnya, pengujian menunjukkan serum ini mampu menjadi perisai kuat dalam menangkal radiasi sinar ultraviolet (UV) matahari. Kemudian, dilakukan ?Fase Uji Anti-Aging & Toksikologi (2026) Di tahun ini, uji aktivitas anti-aging menunjukkan hasil yang sangat memuaskan dalam menghambat penuaan dini dan kerutan.
"Dari sisi toksikologi, produk ini dinyatakan 100% aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan jangka panjang," tuturnya dengan ramah.
Keberhasilan menyulap pucuk merah bukanlah keberuntungan sesaat bagi Dr. Uce. Jauh sebelum ini, pada tahun 2015 setelah ia menjadi Dosen di UNJA, ia telah menunjukkan komitmennya pada riset berbasis kemanfaatan nyata dengan mengolah limbah cangkang sawit menjadi produk sabun kesehatan yang bernilai guna. Konsistensinya dalam mengubah bahan alam dan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi patut diacungi jempol.
Kini, bola panas ada di tangan birokrasi kampus. Dr. Uce berharap hasil riset SOGY Serum dan Teh Pucerah ini bisa segera diambil langkah nyata oleh pihak Universitas Jambi (UNJA). "Ending dari sebuah riset harus berdampak nyata. Sangat disayangkan jika penelitian besar seperti ini berhenti hanya sampai publikasi saja lalu redup," harap Dr. Uce.
Langkah paling strategis yang bisa diambil adalah mengomersialkan hasil riset ini melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Perguruan Tinggi. Jika UNJA mampu menindaklanjuti inovasi ini melalui skema hibah pendanaan khusus atau kerja sama industri, produk ini bisa diproduksi massal.
Dampaknya akan sangat masif baik bagi Peneliti, mendapatkan rekognisi dan hak kekayaan intelektual (royalti) dan bagi Universitas bisa menjadi sumber pendapatan (income) baru dan bisnis internal kampus yang mandiri.
Selanjutnya bagi masyarakat secara luas tentu dapat menikmati produk kosmetik dan kesehatan lokal yang aman, ilmiah, berkualitas tinggi, serta ramah di kantong.
Kisah SOGY Serum dari pucuk merah jalanan ini adalah tamparan sekaligus motivasi bagi dunia riset Indonesia. Bahwa inovasi terbaik tidak selamanya lahir dari bahan-bahan impor yang mahal, melainkan dari kejelian mata seorang ilmuwan melihat lingkungan sekitarnya, didukung oleh ekosistem kampus yang siap membawa riset tersebut ke dunia nyata.(afm)
Bukan Pajangan: Pucuk Merah di Tangan Dosen UNJA Jadi Serum Nano & Teh Herbal yang Siap Dobrak Pasar
Plt Jampidsus: Dua orang berinisial F dan DS ditetapkan tersangka
Bukan KKN Biasa! Mahasiswa UNJA Turun Tangan Bereskan Masalah Legalitas Ratusan UMKM di Batang Hari
Selain STIE YA Bangko, Kanwil Kemenkum Juga Gandeng STIKES Merangin Bentuk Sentra KI - MoU
MoU & PKS Kemenkum - STIE YA Bangko Jadi Langkah Strategis Lindungi Inovasi Pertuguruan Tinggi
Kasiter Korem 042/Gapu Tinjau Pembangunan Jembatan di Sarolangun



