Bupati Siap Batalkan Semua Proyek Infrastruktur Jika Lockdown Wilayah Diterapkan



Sabtu, 28 Maret 2020 - 13:00:27 WIB



JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Menghadapi wabah covid -19, Bupati Tanjabtim, H. Romi Hariyanto menyatakan siap mengambil langkah lockdown (karantina penuh). Resiko langkah tersebut, yang mengharuskan distribusi logistik ke seluruh warga juga siap diambil.

Saat diwawancarai di rumah dinasnya, Sabtu 28 Maret 2020, Romi mengatakan, melihat kondisi seperti saat ini segala hal tentunya bisa saja diambil demi keselamatan masyarakat.

“Jika memang langkah terbaik adalah lockdown, kita siap. Kita sudah hitung, kebutuhan logistik kita mencukupi untuk satu bulan kedepan," ujarnya.

Jika lockdown berkepanjangan, Romi bahkan menyatakan siap membatalkan seluruh proyek infrastruktur tahun ini demi memenuhi kebutuhan dukungan logistik bagi warganya. Namun, terkait hal ini Romi masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

"kita masih menunggu peraturan pemerintah tentang tata cara karantina untuk daerah yang saat ini kabarnya sedang disiapkan. Jika pemerintah pusat mengijinkan, kita siap melaksanakan. Berarti tahun ini proyek infrastruktur kita tiadakan, kita alihkan untuk dukungan logistik masyarakat. Kita hitung kebutuhan untuk penanganan sekitar 54 ribu KK dibutuhkan sekitar 110 miliar per bulan,” ungkapnya.

Romi termasuk kepala daerah yang setuju dengan diberlakukannya karantina penuh. Menurutnya, saat ini sama sekali tidak ada jaminan keamanan terhadap penyebaran virus Corona. Dirinya juga tidak malu untuk mengakui bahwa Kabupaten Tanjabtim tidak dalam posisi siap jika salah satu virus yang mematikan ini mewabah di wilayah Bumi Sepucuk Nipah Serumpun.

Romi menjelaskan, dirinya bersama seluruh jajaran Pemkab Tanjabtim sepakat untuk mulai membatasi akses keluar masuk orang ke wilayah Kabupaten Tanjabtim. Himbauan juga sudah ia terbitkan, sejumlah rencana kegiatan Pemkab sudah dibatalkan. Bahkan sejumlah rencana resepsi pernikahan warga atau kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak yang ada di wilayahnya juga sudah mulai ditiadakan.

“Saat ini kita butuh kebersamaan, langkah ini terpaksa kami ambil dengan mulai membatasi keluar masuk orang dari dan ke luar daerah, tentu ini demi melindungi warga Tanjabtim secara menyeluruh, khusus PNS kita siapkan sanksi bagi yang masih keluar dari Tanjabtim,” jelasnya.

Untuk diketahui, sejak Rabu, 25 Maret 2020, sejumlah pintu masuk ke Tanjabtim sudah dijaga oleh aparat. Mobil angkutan travel tujuan luar kota diminta kembali dan tidak meneruskan perjalanan. Begitu juga mobil yang masuk asal luar daerah, dilakukan pemeriksaan ketat. Yang diijinkan masuk hanyalah angkutan pembawa logistik sembako, BBM, gas dan obat - obatan. Itu pun harus melalui sejumlah pemeriksaan oleh petugas yang ada di pos perbatasan. (hrd)




Tagar:

# TANJABTIMUR





loading...






JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

Jumat, 05/06/2020 17:00:33